Pendidikan sekolah mengikuti sistem formal dua belas kelas, dengan pendidikan dasar di kelas 1 sampai 6 dan pendidikan menengah di kelas 7 sampai 12. Sekolah negeri tidak memungut uang sekolah, tetapi bahan belajar, pakaian, transportasi, dan hilangnya pendapatan rumah tangga tetap dapat membatasi kehadiran. Sejak Maret 2022, anak perempuan pada umumnya kehilangan akses rutin ke pendidikan menengah setelah kelas 6, meskipun kondisinya berbeda menurut wilayah. Pelatihan vokasional mencakup jalur formal, nonformal, dan informal. Pendidikan dan pelatihan teknis dan vokasional (Technical and vocational education and training) yang dikenal sebagai TVET dapat berlangsung dua, tiga, atau lima tahun, sedangkan kursus singkat biasanya berlangsung tiga sampai dua belas bulan. Model magang guru-murid (Ostad-Shagerdi) memberikan cara lain untuk mengembangkan keterampilan kerja. Pembelajaran bahasa berlangsung melalui sekolah, universitas, program keaksaraan, penyedia komunitas, dan kursus digital, dengan bahasa Dari dan Pashto sebagai dua bahasa resmi negara Afghanistan. Pendidikan tinggi ditawarkan oleh universitas dan institusi berlisensi lainnya serta dapat menghasilkan kualifikasi sarjana, magister, atau doktoral. Pengembangan keterampilan mencakup cara-cara yang lebih singkat untuk memperbarui atau memperdalam kemampuan, termasuk keaksaraan yang terkait dengan kegiatan penghasil pendapatan, pembelajaran di tempat kerja, dan belajar mandiri. Jalur yang sesuai bergantung pada pekerjaan atau kualifikasi yang dituju, akses yang tersedia, mutu program, biaya, bahasa, pengakuan, dan stabilitas penyedia.
Pembelajaran di Afghanistan
Pembelajaran di Afghanistan mencakup pendidikan sekolah, pelatihan vokasional, pembelajaran bahasa, pendidikan tinggi, dan pengembangan keterampilan. Jalur-jalur ini berbeda dalam tujuan, durasi, penerimaan, biaya, pengakuan, dan akses. Ketersediaannya sangat bervariasi menurut provinsi, institusi, penyedia, dan gender.
Saran
Pilih opsi pembelajaran di Afghanistan dengan terlebih dahulu menentukan hasil yang dibutuhkan: kemajuan pendidikan umum, keterampilan kerja, kemampuan bahasa, kualifikasi akademik, atau peningkatan terkait pekerjaan yang lebih singkat. Bandingkan akses nyata, durasi, biaya, bahasa, stabilitas penyedia, dan pengakuan, bukan hanya berdasarkan nama atau harga. Siapkan satu pilihan kedua yang sesuai apabila kondisi akses terkait provinsi, institusi, penyedia, atau gender dapat menghambat partisipasi rutin.

