Kerangka pemberi kerja Timor-Leste terutama didasarkan pada Lei do Trabalho 4/2012 serta Lei 11/2023 tentang keselamatan, kesehatan, dan higiene kerja. Kerangka ini berlaku di seluruh negeri bagi organisasi publik, swasta, koperasi, dan sosial. Cakupannya meliputi pekerja bergantung, pekerja mandiri, peserta pelatihan, pekerja magang, dan pekerja yang bergantung secara ekonomi, meskipun kewajiban yang tepat dapat bergantung pada hubungan kerjanya. Pemberi kerja dapat berupa organisasi nasional atau internasional. Kontrak kerja seharusnya dibuat tertulis dalam bahasa resmi. Kontrak harus menyebut para pihak, jabatan dan fungsi, tempat kerja, jam kerja dan waktu istirahat, upah dan jadwal pembayaran, kategori pekerjaan, tanggal kontrak dan mulai kerja, masa percobaan, serta perjanjian kerja bersama yang berlaku. Kontrak waktu tertentu memerlukan alasan sementara seperti penggantian pekerja, pekerjaan musiman, atau proyek. Durasi total termasuk perpanjangan tidak boleh melebihi tiga tahun. Masa percobaan umumnya dapat berlangsung hingga satu bulan, atau hingga tiga bulan untuk fungsi yang sangat kompleks atau berbasis kepercayaan. Masa percobaan maksimum delapan hari untuk kontrak waktu tertentu hingga enam bulan dan 15 hari untuk kontrak yang lebih lama. Jika kontrak tidak dibuat tertulis, kontrak umumnya dianggap tanpa batas waktu. Pemberi kerja harus membayar secara adil dan tepat waktu, menyediakan pelatihan terkait produktivitas, melindungi martabat dan privasi, mencegah pelecehan, serta mengizinkan kegiatan serikat pekerja atau perwakilan pekerja. Perlakuan setara berlaku untuk akses kerja, pelatihan, kondisi kerja, dan upah. Pemberi kerja tidak boleh merugikan pekerja karena kegiatan serikat, pengaduan, kehamilan, penyakit, usia, kewarganegaraan, jenis kelamin, disabilitas, atau keadaan terlindungi yang sebanding. Kerja paksa dilarang dan pekerja tidak boleh diwajibkan membeli barang atau jasa yang dipilih pemberi kerja. Jam kerja normal maksimal delapan jam per hari dan 44 jam per minggu. Setelah lima jam berturut-turut, pekerja seharusnya memperoleh istirahat setidaknya satu jam. Lembur dibayar dengan tambahan 50%, sedangkan kerja pada hari istirahat mingguan atau hari libur umum dibayar dengan tambahan 100%. Lembur dibatasi empat jam sehari dan 16 jam seminggu, dan pemberi kerja wajib menyimpan catatan lembur. Kerja malam pukul 21.00 sampai 06.00 mendapat tambahan 25%. Istirahat mingguan harus berlangsung setidaknya 24 jam. Cuti tahunan sekurang-kurangnya 12 hari kerja, dan pembayaran tahunan harus sekurang-kurangnya satu upah bulanan serta dibayarkan paling lambat 20 Desember. Rujukan upah minimum pemerintah resmi dalam penelitian yang tersedia adalah USD 115 per bulan; penyesuaian lokal yang lebih baru belum dikonfirmasi di sini. Pemberi kerja harus mendaftarkan pekerja sektor publik dan swasta ke INSS, baik kontraknya waktu tertentu maupun tanpa batas waktu. Pendaftaran harus selesai paling lambat pada tenggat pengajuan deklarasi upah bulanan pertama, dengan perlindungan berlaku sejak tanggal mulai kerja. Dasar iuran mencakup upah pokok, pembayaran bulan ketiga belas, serta tunjangan kinerja, kerja malam, sif, dan kerja jarak jauh. Dasar ini tidak mencakup lembur, tunjangan makan, transportasi, akomodasi, bonus, dan pembagian laba. Total iuran 10%: 6% dibayar pemberi kerja dan 4% pekerja. Mulai 1 Januari 2026, deklarasi upah, pendaftaran baru, pengakhiran kontrak, dan catatan pembayaran INSS harus diproses secara daring melalui portal INSS. Akses INSS juga tersedia melalui kantornya di Dili, munisipalitas, RAEOA, dan kanal surel. Kewajiban keselamatan dan kesehatan kerja meliputi identifikasi dan penilaian risiko, pencegahan bahaya dari sumbernya, penggunaan perlindungan kolektif sebelum alat pelindung diri, pengendalian paparan bahan kimia, fisik, dan biologis, penyediaan pertolongan pertama serta pengaturan kebakaran dan evakuasi, pemberian instruksi yang mudah dipahami, pemantauan kesehatan, dan pemeliharaan kontak darurat. Alat pelindung diri harus sesuai, berfungsi, dan diberikan gratis. Pekerja tidak boleh menanggung biaya langkah keselamatan. Pemberi kerja harus menyesuaikan pekerjaan atau jam kerja jika disabilitas atau penyakit kronis mengharuskannya, menjaga kerahasiaan data kesehatan, dan menerapkan pembatasan khusus untuk kehamilan, menyusui, dan anak di bawah umur. Jika beberapa perusahaan menggunakan tempat kerja yang sama, kerja sama dan tanggung jawab mereka bergantung pada hubungan antara pemilik tempat, pengguna, kontraktor, dan pihak lainnya. Kecelakaan kerja yang fatal atau serius harus diselidiki oleh otoritas inspeksi ketenagakerjaan. Komite bersama keselamatan dan kesehatan kerja wajib dibentuk di tempat kerja dengan lebih dari 20 pekerja dan mungkin juga diwajibkan tanpa memandang jumlah pekerja jika terdapat risiko khusus. Di tempat kerja hingga 20 pekerja, komite memiliki dua anggota: satu mewakili pekerja dan satu mewakili pemberi kerja. Di tempat kerja yang lebih besar, komite memiliki empat anggota dengan pembagian sama antara pekerja dan pemberi kerja, serta wajib menjaga keseimbangan gender. Perwakilan pekerja dipilih dalam rapat yang khusus diselenggarakan. Komite biasanya bertemu empat kali setahun dan dapat bertemu setelah kecelakaan atau peningkatan risiko. Komite harus menyimpan notula dan anggotanya tidak boleh dirugikan karena perannya. Pelatihan keselamatan kerja seharusnya berjumlah setidaknya 40 jam setahun, atau 60 jam di sektor yang kompleks atau menuntut; pelaksanaan rinci masih berkembang secara kelembagaan di sejumlah bidang. Pemberi kerja harus mengizinkan kebebasan berserikat tanpa otorisasi sebelumnya dan dapat merundingkan perjanjian kerja bersama dengan serikat pekerja atau organisasi pemberi kerja yang terdaftar. Perwakilan pekerja harus dibebaskan dari pekerjaan biasa tanpa kehilangan upah saat menjalankan tugas perwakilan. Perjanjian kerja bersama tertulis harus didaftarkan, dapat menetapkan kondisi pekerja yang lebih menguntungkan, dan hanya mengikat para pihaknya. Negosiasi seharusnya dimulai dalam 15 hari. Jika negosiasi gagal atau tidak diselenggarakan, mediasi harus dijadwalkan dalam 48 jam dan diselesaikan dalam sepuluh hari. Iuran serikat tidak boleh melebihi 2% upah dan memerlukan otorisasi tertulis pekerja; pemberi kerja kemudian mentransfer jumlahnya beserta daftar nama terkait. Keputusan manajemen harus mematuhi hukum, kontrak kerja, dan perjanjian kerja bersama. Sanksi disiplin harus proporsional. Peringatan tertulis yang diikuti tiga peringatan tertulis dapat berujung pada skorsing hingga tiga hari tanpa upah, lalu pemutusan karena alasan serius. Sebelum pemutusan, pemberi kerja harus mendengarkan pekerja dan mengikuti prosedur yang diwajibkan. Perselisihan kerja perorangan umumnya memerlukan konsiliasi atau mediasi sebelum proses pengadilan, kecuali perselisihan tentang tidak sahnya pemutusan karena alasan serius atau alasan pasar, teknologi, atau struktural. Arbitrase perorangan bersifat sukarela. Perselisihan kolektif dapat diajukan ke konsiliasi atau Dewan Arbitrase Ketenagakerjaan. Hak mogok dilindungi, penutupan tempat kerja oleh pemberi kerja dilarang, dan pemberi kerja harus menjawab tuntutan tertulis dalam lima hari sebelum negosiasi berlanjut hingga 20 hari. Otoritas inspeksi ketenagakerjaan memeriksa legalitas, sementara perkara hak anak atau kerja paksa dapat dirujuk kepada Ministério Público. Perubahan organisasi memiliki batas dan prosedurnya sendiri. Penangguhan sementara dapat berlangsung hingga dua bulan dan pengurangan jam kerja dapat mencapai 40% selama hingga tiga bulan. Pemberi kerja harus memberi informasi tertulis kepada pekerja terdampak dan perwakilannya serta melibatkan mediasi setidaknya 15 hari sebelumnya. Pemutusan karena alasan pasar, teknologi, atau struktural mensyaratkan bahwa tindakan itu penting bagi kelangsungan atau reorganisasi dan langkah yang diwajibkan Pasal 15 telah diikuti. Pemberi kerja harus memberikan alasan tertulis, menyebut jumlah dan kategori yang terdampak, kriteria dan periode seleksi, serta membuka negosiasi dalam lima hari. Pengalihan usaha atau kepemilikan tidak mengakhiri kontrak kerja; hak dan kewajiban beralih kepada pemilik baru, yang bertanggung jawab bersama atas kewajiban dari dua bulan sebelum pengalihan. Pemutusan yang tidak sah dapat mengakibatkan pemulihan kerja dan pembayaran upah tertunggak atau kompensasi menurut undang-undang; gugatan pemutusan umumnya harus diajukan dalam 60 hari. SEFOPE dan Inspeção Geral do Trabalho, atau IGT, mengawasi kepatuhan terhadap hukum ketenagakerjaan, keselamatan, jaminan sosial, pekerja asing, dan pekerja anak. DNRT mendukung dialog sosial, mediasi, dan perjanjian kerja bersama. INSS menangani pendaftaran, urusan NISS, deklarasi bulanan, dan iuran. Kantor IGT yang bertanggung jawab bergantung pada lokasi kerja, sedangkan munisipalitas dan RAEOA menyediakan akses ke beberapa layanan INSS. Pekerja asing memiliki hak dan kewajiban kerja yang sama seperti pekerja lain tetapi memerlukan kontrak tertulis, otorisasi pemerintah, dan izin kerja. Biaya pemberi kerja dapat mencakup iuran INSS pemberi kerja sebesar 6%, upah, pembayaran tahunan, lembur, pembayaran kerja malam dan cuti, alat pelindung, pelatihan keselamatan, serta pengaturan darurat.
Pemberi Kerja di Timor-Leste
Pemberi kerja di Timor-Leste, yang disebut empregador atau entidade empregadora, mempekerjakan dan mengelola pekerja sekaligus memenuhi kewajiban terkait kontrak, upah, keselamatan, kesetaraan, jaminan sosial, dan perwakilan pekerja. Kerangka nasional berlaku bagi organisasi publik, swasta, koperasi, dan sosial, termasuk pemberi kerja nasional dan internasional. Pemberi kerja harus menyimpan catatan kerja, mendaftarkan pekerja ke INSS, menyediakan kondisi kerja yang aman, dan mengikuti prosedur disiplin, perselisihan, serta perubahan organisasi.
Saran
Kelola peran pemberi kerja di Timor-Leste sebagai sistem terdokumentasi: siapkan kontrak, penggajian, INSS, keselamatan, dan proses perwakilan pekerja sebelum masalah muncul. Jalan pintas berisiko tinggi mencakup pengaturan waktu tertentu yang informal, catatan personalia yang hilang, biaya keselamatan yang dibebankan kepada pekerja, perhitungan iuran yang salah, serta pemutusan tanpa pemeriksaan dan prosedur perselisihan yang diwajibkan. Simpan bukti setiap pembayaran, peringatan, langkah keselamatan, negosiasi, dan perubahan organisasi.

