Utang publik adalah uang yang menjadi kewajiban pemerintah, termasuk pinjaman yang dijamin pemerintah. Pada akhir FY2025, utang publik dan utang yang dijamin pemerintah sekitar US$3,5 miliar atau kurang lebih 100% PDB. Utang luar negeri mencakup sekitar tiga perlima dari total tersebut. Utang komersial sebesar sekitar 45,3% PDB dan seluruhnya dijamin dengan minyak. Utang multilateral sebesar 12,2% PDB, termasuk pembiayaan Bank Dunia US$71,7 juta, Bank Pembangunan Afrika US$18,5 juta, dan IMF US$332,3 juta. Utang bilateral sekitar 3,8% PDB. Utang domestik mencakup sekitar US$558,5 juta kewajiban bank sentral dan dua pinjaman bank domestik yang baru diungkapkan, total US$772,1 juta. Angka-angka ini tidak dapat dibandingkan langsung dengan penilaian keberlanjutan utang Juni 2024 yang melaporkan utang publik US$3,7229 miliar atau 51,2% PDB, karena tanggal acuan, cakupan, dan definisinya berbeda. Penilaian terbaru menempatkan keseluruhan utang publik dan utang publik eksternal dalam kondisi tertekan atau tidak berkelanjutan akibat tunggakan, kesenjangan pembiayaan yang belum didanai, dan transparansi utang yang lemah. Pembayaran utang mencakup pokok, bunga, dan biaya terkait. Pembayaran utang publik sekitar 6,7% PDB pada FY2023/24. Ketergantungan pada pendapatan dan ekspor minyak membuat pembayaran dan akses valuta asing peka terhadap produksi minyak, harga, dan persyaratan pembayaran. Pinjaman komersial sering berjangka pendek dan berbiaya tinggi. Penilaian yang tersedia merekomendasikan untuk menghindari pinjaman baru non-konsesional atau yang dijamin minyak. Tunggakan gaji melebihi sepuluh bulan dan diperkirakan sekitar 6% PDB pada Januari 2025. Rencana pembayaran belum selalu jelas; rencana FY2024/25 bertujuan mempertahankan pembayaran gaji berjalan dan, setelah pendapatan minyak pulih, menambahkan pembayaran tunggakan satu bulan setiap kali. Kementerian Keuangan dan Perencanaan mengelola keuangan publik melalui Departemen Pengelolaan Utang yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Publik 2024. Strategi utangnya mencakup pencatatan lengkap, pelaporan melalui Sistem Pencatatan dan Pengelolaan Utang, rekonsiliasi kreditur, pembiayaan kembali atau restrukturisasi, penyelesaian tunggakan, serta preferensi pada pembiayaan konsesional atau hibah. Departemen itu masih menghadapi kesenjangan informasi karena perjanjian pinjaman mungkin tersimpan di Kementerian Perminyakan atau Kantor Presiden, sedangkan Direktorat Perbendaharaan dan Akuntansi menyimpan informasi pembayaran layanan utang aktual. Bukti yang tersedia belum memastikan adanya basis data utang publik terkonsolidasi terkini yang andal. Kredit formal swasta disediakan oleh bank dan lembaga keuangan mikro yang diatur Bank Sudan Selatan. Kredit nonpemerintah masih kecil, sekitar 3,4% PDB pada Juni 2024, meskipun dilaporkan meningkat 109,8%. Biro Referensi Kredit (CRB) yang beroperasi berdasarkan aturan Bank Sudan Selatan mencatat rekening kredit, pinjaman, kebangkrutan, keterlambatan pembayaran, dan permintaan informasi kredit. Peminjam atau penjamin dapat memperoleh informasi kredit tanpa biaya setelah keputusan kredit yang merugikan, sekali dalam dua belas bulan, atau ketika mengajukan fasilitas kredit baru, tambahan, restrukturisasi, atau pembaruan. Permintaan lain dapat dikenai biaya yang ditetapkan Bank Sudan Selatan. Data kredit harus akurat, lengkap, terkini, dan bebas kesalahan. Peminjam wajib membayar sesuai kontrak dan memberikan informasi identitas serta keuangan yang akurat. Gagal bayar dapat menghasilkan status kredit negatif, sementara bank dan lembaga keuangan mikro harus mengklasifikasikan pinjaman bermasalah, menyediakan pencadangan yang diwajibkan, dan melapor berdasarkan aturan pengawasan. Bukti yang tersedia belum menunjukkan program nasional keringanan utang konsumen atau konseling utang, ombudsman utang swasta, maupun statistik nasional yang andal tentang utang rumah tangga, gagal bayar, penagihan, atau beban utang. Undang-Undang Perlindungan Konsumen 2011 mengecualikan perbankan, pinjam-meminjam, dan layanan keuangan, sehingga banyak perselisihan utang terutama diatur oleh kontrak, aturan perbankan, Undang-Undang Kepailitan, dan pengadilan. Kreditur dapat menyetujui perpanjangan, penghapusan sebagian, atau pemenuhan alternatif dalam kerangka kontrak, tetapi tidak ada penangguhan pembayaran atau penghapusan utang otomatis. Keuangan informal dan berbasis komunitas tetap penting ketika akses formal terbatas. Organisasi Koperasi Simpan Pinjam dan Kredit, yang umum disebut SACCO, dikelola dan dikoordinasikan secara nasional serta pada tingkat negara bagian dan kabupaten melalui Direktorat Pengembangan Koperasi Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan serta otoritas koperasi terkait. Otoritas ini dapat menangani pendaftaran, audit, inspeksi, persetujuan tanggung jawab, penyelesaian sengketa, pembatalan, dan likuidasi. Kelompok Simpanan, Asosiasi Simpan Pinjam Desa (VSLA), dan asosiasi simpan pinjam bergilir (ROSCA) biasanya menyediakan pinjaman kecil, musiman, atau berdasarkan aturan komunitas. Pendaftaran, biaya, jangka waktu pembayaran, status pelaporan kredit, dan praktik penegakannya tidak diatur satu standar nasional yang terdokumentasi secara konsisten. Layanan itu tidak boleh dianggap setara dengan kepailitan berdasarkan undang-undang atau sistem penghapusan utang. Undang-Undang Kepailitan 13/2011 berlaku secara nasional bagi kepailitan individu dan badan usaha, tetapi mengecualikan pembubaran badan usaha milik negara, koperasi, dan kemitraan. Proses individu yang umum dapat dimulai ketika seseorang tidak mampu membayar, diikuti tuntutan resmi berdasarkan undang-undang, klaim kreditur, dan perintah pailit dari pengadilan. Klaim dengan jaminan, tanpa jaminan, dan preferen diperlakukan berbeda. Kurator Resmi atau wali mengurus kepailitan individu, sedangkan likuidator menangani penutupan badan usaha. Pembebasan utang memerlukan perintah pengadilan setelah laporan Kurator Resmi dan peninjauan perilaku debitur. Pengadilan dapat melanjutkan klaim atas penghasilan atau properti di masa depan, dan waktu serta biaya pengadilan bergantung pada kasus. Bukti yang tersedia belum menunjukkan prosedur penyesuaian utang di luar pengadilan yang terstandardisasi. Karena itu, penagihan berdasarkan kontrak, proses pengadilan domestik, serta risiko litigasi atau penegakan internasional untuk sebagian klaim pembayaran di muka minyak atau komersial mungkin tetap relevan.
Utang di Sudan Selatan
Utang di Sudan Selatan mencakup pinjaman pemerintah, pinjaman swasta, kewajiban yang belum dibayar, serta kredit formal dan informal. Utang publik dan utang yang dijamin pemerintah sekitar US$3,5 miliar, setara kurang lebih 100% PDB pada akhir FY2025, sedangkan data utang rumah tangga masih terbatas. Masalah pembayaran dapat menimbulkan tunggakan, upaya penagihan, konsekuensi pelaporan kredit, atau proses kepailitan melalui pengadilan.
Saran
Perlakukan utang di Sudan Selatan sebagai kasus yang memerlukan saldo terverifikasi, pengaturan pembayaran realistis, dan rencana eskalasi yang jelas. Pisahkan utang bank atau lembaga keuangan mikro formal dari kewajiban SACCO, VSLA, ROSCA, dan komunitas lain karena pelaporan, penegakan, dan proses sengketanya berbeda. Jangan menunggu keringanan utang otomatis: bernegosiasilah secara tertulis, periksa informasi kredit jika tersedia, dan segera tanggapi tuntutan resmi atau dokumen pengadilan.

