Norwegia telah dihuni selama ribuan tahun oleh orang-orang yang menyesuaikan diri dengan pesisir, lembah, hutan, pegunungan, dan wilayah utara jauh. Orang Sámi adalah masyarakat adat Norwegia dan memiliki sejarah panjang, bahasa, mata pencaharian, serta tradisi budaya sendiri. Pada Zaman Viking, orang-orang dari Norwegia bepergian jauh sebagai pedagang, pemukim, pelaut, dan penyerang. Periode ini memengaruhi kisah-kisah tentang Norwegia, tetapi sebagian besar orang pada masa itu menjalani kehidupan biasa sebagai petani, nelayan, perajin, dan keluarga. Kekristenan semakin penting selama periode abad pertengahan. Raja, gereja, kota, hukum, dan perdagangan membantu menghubungkan berbagai wilayah, meskipun identitas setempat dan perbedaan sosial tetap kuat. Norwegia kemudian bergabung dalam persatuan politik dengan Denmark dan Swedia. Persatuan tersebut memengaruhi pemerintahan, bahasa, perdagangan, dan kehidupan budaya, sementara masyarakat Norwegia terus mengembangkan adat regional dan rasa identitas nasional. Konstitusi 1814 merupakan lambang penting sejarah Norwegia modern. Norwegia kemudian berada dalam persatuan dengan Swedia sebelum menjadi kerajaan merdeka pada 1905. Abad ke-19 dan ke-20 membawa pertumbuhan industri, urbanisasi, emigrasi, transportasi baru, dan gerakan politik. Perikanan, pelayaran, pertanian, tenaga air, dan kemudian minyak bumi memengaruhi ekonomi serta bentuk masyarakat. Jerman menduduki Norwegia selama Perang Dunia Kedua. Perang tersebut memengaruhi warga sipil, gerakan perlawanan, politik, penduduk Yahudi, para tahanan, dan banyak aspek kehidupan sehari-hari. Setelah perang, Norwegia membangun lembaga publik yang kuat dan memperluas layanan kesejahteraan. Perdebatan sejarah masa kini juga mencakup hak Sámi, pengalaman kelompok minoritas, kesetaraan gender, migrasi, kekuasaan kolonial, serta keseimbangan antara kisah nasional dan ingatan setempat.
Sejarah di Norwegia
Sejarah Norwegia mencakup warisan Sámi, masyarakat pelaut, kerajaan Kristen, persatuan dengan negara tetangga, dan berkembangnya negara kesejahteraan modern. Masa lalu negara ini juga dibentuk oleh pegunungan, laut, perdagangan, migrasi, dan perbedaan regional. Gambaran ini menyajikan lapisan-lapisan utama sejarah Norwegia.
Saran
Cara yang berguna untuk mempelajari sejarah Norwegia adalah menghubungkan masyarakat, tempat, dan kekuasaan: tanyakan siapa yang tinggal di suatu wilayah, bagaimana mereka mencari nafkah, dan siapa yang memerintah. Ingat bahwa sejarah Viking, 1814, 1905, masa pendudukan, dan perkembangan negara kesejahteraan merupakan tonggak penting, tetapi bukan keseluruhan kisahnya.

