Selama waktu yang lama, Jerman bukanlah satu negara bangsa yang bersatu. Di Kekaisaran Romawi Suci terdapat banyak kepangeranan, kota, dan wilayah gerejawi dengan penguasa masing-masing. Reformasi pada abad ke-16 mengubah agama, politik, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari. Perpecahan antara wilayah Katolik dan Protestan meninggalkan perbedaan regional dalam jangka panjang. Pada abad ke-19, gerakan nasional, industri, dan kota-kota berkembang. Dengan berdirinya Kekaisaran Jerman pada 1871, terbentuk negara bangsa Jerman di bawah kepemimpinan Prusia. Perang Dunia Pertama membawa kekerasan, kesengsaraan, dan berakhirnya monarki. Republik Weimar yang menyusul merupakan demokrasi parlementer pertama untuk seluruh Jerman, tetapi mengalami krisis politik dan ekonomi yang parah. Pada 1933, kaum Nazi mendirikan kediktatoran. Mereka menganiaya dan membunuh jutaan orang, terutama dalam Holocaust, memulai perang yang penuh kejahatan, serta menghancurkan struktur demokrasi dan negara hukum. Setelah Perang Dunia Kedua, Jerman diduduki dan dibagi pada 1949. Di barat berdiri Republik Federal Jerman sebagai demokrasi parlementer, sedangkan di timur berdiri Republik Demokratik Jerman sebagai negara sosialis di bawah kepemimpinan satu partai. Revolusi damai di Jerman Timur dan runtuhnya Tembok Berlin membuka jalan menuju penyatuan kembali. Sejak 1990, Jerman kembali menjadi satu negara, tetapi pengalaman dan dampak pembagian masih terasa sampai batas tertentu. Kini Jerman memandang dirinya sebagai demokrasi federal dan bagian dari Eropa. Ingatan tentang kediktatoran, perang, dan persekusi membentuk pendidikan politik, budaya peringatan, serta perlindungan martabat manusia. Sejarah tidak hanya tampak dalam peristiwa politik besar. Bangunan, monumen, kisah keluarga, tradisi regional, dan museum menunjukkan bagaimana orang hidup pada masa yang berbeda.
Sejarah Jerman
Sejarah Jerman mencakup banyak wilayah kekuasaan, pergolakan besar, dan berbagai bentuk negara. Peristiwa penting di antaranya Reformasi, penyatuan menjadi negara bangsa, kediktatoran Nazi, pembagian Jerman, dan penyatuan kembali.
Saran
Awali dengan linimasa sederhana yang dikaitkan dengan suatu tempat di sekitar Anda. Bedakan peristiwa yang didukung bukti, penafsiran yang muncul kemudian, dan kenangan pribadi.

