Direction Générale des Impôts (DGI) mengelola penetapan, administrasi, pemungutan, dan pemeriksaan pajak domestik di bawah Ministère des Finances. Direction Générale des Douanes (DGD) menangani bea cukai dan pajak impor. Receveur des Impôts menerima pembayaran, termasuk melalui pembayaran elektronik jika tersedia. Commission des Recours Fiscaux (CARFI) menangani sengketa pajak setelah tahap pengaduan administratif. UEMOA, yang juga disebut WAEMU, menyelaraskan sebagian aturan pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan badan, cukai, dan bea cukai dalam sistem regional. Nomor identifikasi utama wajib pajak adalah NIF. Orang dengan penghasilan kerja kena pajak membayar Impôt sur les Traitements et Salaires (ITS), yang berlaku bagi gaji sektor publik dan swasta, tunjangan, manfaat natura, dan pensiun. Tarif bulanan berkisar dari 1% untuk penghasilan kena pajak hingga CFAF 25.000 sampai 35% untuk penghasilan kena pajak di atas CFAF 1.000.000. Perhitungan dapat mencakup pengurangan untuk pensiun, biaya profesional, asuransi, status ekspatriat, dan tanggungan. Pemberi kerja biasanya memotong ITS serta melaporkan dan membayarnya paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Usaha dapat membayar Impôt sur les Bénéfices (ISB), yang umumnya ditetapkan sebesar 30% dari laba bersih kena pajak. Rezim laba riil normal berlaku bagi perusahaan, profesi liberal, dan usaha perseorangan dengan omzet di atas CFAF 100 juta sebelum TVA. Rezim laba riil sederhana umumnya berlaku untuk omzet dari CFAF 50 juta sampai CFAF 100 juta. Usaha perseorangan dengan omzet di bawah CFAF 50 juta dapat termasuk dalam Impôt Synthétique, termasuk pungutan yang berlaku, sesuai pilihan dan aturan Centres de Gestion Agréés. Usaha dalam rezim laba riil menggunakan akuntansi SYSCOHADA dan membayar cicilan ISB sebesar 20% dari pajak tahun sebelumnya sebelum 1 Juli, 1 September, dan 1 November, lalu melunasi sisanya bersama laporan tahunan. Laporan hasil tahunan jatuh tempo pada 30 April. Pajak pertambahan nilai atau TVA umumnya berlaku dengan tarif 19%. Kerangka pajak 2025 menetapkan tarif yang dikurangi untuk kegiatan dan barang tertentu, termasuk 10% untuk transportasi darat serta penginapan atau katering, dan 5% untuk barang seperti gula, minyak goreng, pakan ternak, produk susu olahan tertentu, jenis tepung tertentu, serta teknologi informasi yang digunakan untuk pendidikan teknis atau vokasi. Dasar pengenaan pajak impor umumnya menggabungkan nilai pabean, bea masuk, pungutan statistik, serta cukai atau pungutan tambahan yang berlaku. Usaha kena pajak dapat mengurangkan TVA masukan atas input kena pajak yang memenuhi syarat, dan ekspor umumnya berhak atas pengurangan. Reformasi 2026 berupaya menaikkan beberapa tarif yang dikurangi dan menghapus sejumlah pengecualian, sehingga tarif yang berlaku perlu diperiksa berdasarkan Code Général des Impôts dan Undang-Undang Keuangan terkini. Urutan kepatuhan yang lazim adalah memperoleh NIF dan mendaftar, memilih rezim pajak yang berlaku, menyimpan pembukuan dan faktur yang diwajibkan, menyampaikan laporan berkala, dan membayar jumlah yang harus dibayar. Laporan TVA dalam rezim laba riil normal umumnya disampaikan bulanan dan jatuh tempo tanggal 15 bulan berikutnya; rezim laba riil sederhana umumnya menyampaikan laporan triwulanan pada tanggal yang sama. Pemotongan pajak atas bukan penduduk, ITS, dan pemotongan TVA tertentu juga umumnya mengikuti tenggat tanggal 15 bulan berikutnya. Faktur elektronik tersertifikasi menggunakan e-SECeF, sementara SyGMEF mendukung faktur elektronik dan administrasi mesin, dan e-SISIC mendukung pelaporan serta pembayaran pajak elektronik. eLIASSE dan registrasi NIF daring sedang diluncurkan pada 2026, sehingga ketersediaannya bergantung pada prosedur terkait. Reformasi 2025 dan 2026 memperluas basis pajak, merasionalisasi pengecualian, memasukkan e-commerce ke dalam TVA, mengubah Impôt Minimum Forfaitaire untuk kegiatan tertentu dari 1,5% menjadi 1,75%, menghapus beberapa pengecualian pemotongan pajak, mewajibkan pendaftaran terkait pengadaan publik, serta memperkuat pertukaran data dan pemeriksaan silang antara DGI dan DGD. Perubahan ini membuat pendaftaran, pembuatan faktur, dan pencatatan yang konsisten semakin penting bagi usaha yang beroperasi di pasar formal maupun informal. DGI dapat membuka kembali atau memeriksa posisi pajak. Untuk pemeriksaan di tempat, wajib pajak seharusnya menerima avis de vérification dan Charte sebelum pemeriksaan dimulai. Wajib pajak berhak membela posisinya, memperoleh bantuan, menyampaikan tanggapan, dan menggugat hasilnya. Pengaduan administratif yang ditolak dapat diajukan ke CARFI dalam 15 hari sejak pemberitahuan penolakan, lalu dilanjutkan ke proses pengadilan jika berlaku. Sengketa kredit TVA juga dapat mengikuti proses ini. Pembayaran kepada orang atau perusahaan bukan penduduk tanpa tempat usaha tetap di Niger dapat dikenai pajak 20% atas jumlah sebelum TVA, tanpa pengurangan biaya, yang biasanya dipotong dan dibayarkan oleh pihak pembayar paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Perjanjian penghindaran pajak berganda yang telah diratifikasi berlaku lebih dahulu jika relevan. Laba dari usaha yang dijalankan di Niger umumnya dikenai pajak di Niger, dan piutang serta kewajiban dalam mata uang asing dikonversi ke franc CFA berdasarkan kurs pada tanggal transaksi atau tanggal pelaporan. Bea cukai tetap menjadi kewenangan DGD, dan minyak, pertambangan, impor, faktur digital, serta sektor informal memerlukan perhatian pada aturan spesifik terkini, bukan satu perlakuan pajak umum.
Pajak di Niger
Sistem pajak Niger terdiri atas pungutan wajib yang ditetapkan undang-undang atas penghasilan, laba usaha, konsumsi, impor, dan kegiatan kena pajak lainnya. Code Général des Impôts menyediakan kerangka utama, sedangkan Direction Générale des Impôts mengelola sebagian besar pajak domestik. Wajib pajak umumnya melaporkan sendiri kegiatan kena pajaknya, membayar melalui kantor pajak yang bertanggung jawab atau layanan elektronik yang disetujui, dan tetap dapat menjalani pemeriksaan kemudian.
Saran
Perlakukan kepatuhan pajak Niger sebagai rangkaian yang saling terkait: pendaftaran, klasifikasi, pencatatan, tenggat, dan bukti pembayaran. Tentukan rezim pajak serta perlakuan TVA berdasarkan kegiatan dan omzet aktual, lalu verifikasi aturan 2026 yang berlaku karena pengecualian dan tarif yang dikurangi sedang berubah. Simpan dokumentasi yang cukup untuk mendukung laporan, keputusan pemotongan, atau tanggapan terhadap pemeriksaan DGI.

