Sistem pangan Nepal beragam dan mencakup usaha formal, pasar lokal, perdagangan informal, serta pertanian subsisten. Sekitar 66% penduduk terlibat dalam pertanian, yang menyumbang sekitar sepertiga produk domestik bruto. Terai adalah dataran selatan dan daerah penghasil biji-bijian utama Nepal. Transportasi di Perbukitan dan Pegunungan lebih sulit dan wilayah ini lebih rentan terhadap gangguan pasokan. Petani di Terai umumnya menghasilkan beras, gandum, jagung, lentil, biji minyak, dan sayuran. Pola makan dan pertanian di Perbukitan menggabungkan jagung, milet, beras, gandum, kacang-kacangan, dan biji minyak. Produksi pangan di Pegunungan lebih mengandalkan kentang, jelai, buckwheat, amaranth, milet, ternak, dan produk susu. Kentang dan sayuran dapat ditanam di banyak ketinggian, tetapi akses pasar tidak sama andalnya di semua tempat. Rumah tangga, kedai teh, restoran, dan hotel menyiapkan makanan dengan cara berbeda. Dal bhat, roti, dan dhedo adalah makanan pokok yang umum. Momo adalah pangsit isi yang dikukus atau digoreng. Masakan Newar dan Thakali memiliki banyak hidangan khas, sementara pengaruh India dan Tibet juga terlihat. Konsumsi daging berbeda menurut agama, etnis, dan praktik pribadi. Penyembelihan sapi dilarang di Nepal. Di banyak tempat, makan menggunakan tangan kanan masih menjadi kebiasaan tradisional. Panduan Diet Berbasis Pangan Nepal, yang direvisi pada 2012 dan disahkan oleh Kementerian Pertanian dan Pembangunan Peternakan, menganjurkan variasi makanan sehari-hari, lebih banyak biji-bijian utuh, sayuran dan buah terutama sayuran berdaun hijau, serta konsumsi rutin kacang-kacangan, ikan, unggas, dan telur dengan daging secukupnya. Panduan itu juga menganjurkan produk susu setiap hari, lemak secukupnya, lebih sedikit garam dengan garam beryodium yang memadai, lebih sedikit minuman manis dan kudapan manis, pangan dan air minum yang aman, serta membatasi makanan tidak sehat. Pangan tradisional lokal dapat berkontribusi pada pola makan yang beragam. Bayi sebaiknya hanya diberi ASI selama enam bulan, mulai menerima makanan pendamping sejak usia enam bulan, dan terus mendapat ASI hingga setidaknya usia dua tahun jika memungkinkan. Kehamilan dan menyusui memerlukan tambahan makanan bergizi. Gizi anak masih menjadi perhatian utama: UNICEF melaporkan bahwa pada 2022, 25% anak di bawah lima tahun mengalami stunting dan 8% mengalami wasting; 56% bayi berusia 0–5 bulan hanya mendapat ASI, 48% anak usia 6–23 bulan menerima makanan dengan keragaman yang cukup, dan 43% memenuhi ukuran minimum pola makan yang dapat diterima. Perawatan klinis merupakan ranah layanan kesehatan, bukan panduan pangan umum ini. Makanan tersedia luas di kota, pusat pariwisata, dan pusat pasar lokal, tetapi hidangan, porsi, dan harga sangat berbeda menurut tempat. Tidak ada satu menu restoran atau harga layanan nasional. Harga makanan atau keranjang belanja rumah tangga bergantung pada wilayah, musim, ketinggian, biaya transportasi, impor, panen, monsun, banjir, dan tanah longsor. Catat harga bersama tempat, tanggal, dan satuannya. Dewan Pengembangan Pasar Buah dan Sayuran Kalimati menerbitkan acuan harga grosir harian, tetapi harga eceran dan restoran dapat berbeda. Program Pangan Dunia memantau harga, ketersediaan pangan, dan kondisi pertanian. Pasokan sepanjang tahun di permukiman terpencil di Pegunungan tidak dapat dianggap sama dengan pasokan di kota besar. Departemen Teknologi Pangan dan Pengendalian Mutu, yang dikenal sebagai DFTQC, adalah badan publik pusat Nepal untuk pengendalian pangan. Tugasnya mencakup standar pangan, izin, inspeksi laboratorium dan laboratorium bergerak, pemeriksaan residu pestisida, pengendalian air kemasan, penarikan produk, dan pengaduan. Kerangka aturannya mencakup Undang-Undang Pangan 2023, Peraturan Pangan 2027, Kebijakan Keamanan Pangan Nasional 2076, serta Standar Mutu Wajib untuk Produk Pangan dan Pakan 2082. Provinsi, pemerintah kota, dan badan khusus lainnya juga bekerja sama, tetapi penegakan dapat berbeda menurut wilayah. Kios pasar, makanan rumah tangga, restoran, dan produk kemasan bersertifikat tidak memberikan tingkat pengawasan formal yang sama. Pilihan yang lebih aman mencakup makanan yang disajikan panas dan baru dimasak, air minum bersih, pemisahan bahan mentah dan matang, barang kemasan tersegel, label utuh dengan tanggal yang masih berlaku, serta pemeriksaan informasi penarikan jika tersedia. Undang-Undang Hak atas Pangan dan Kedaulatan Pangan Nepal 2075 mengakui akses terhadap pangan yang teratur, mencukupi, bergizi, bermutu, dan dapat diterima secara budaya. Pemerintah federal, provinsi, dan lokal berbagi tanggung jawab. Kerangka hukum menyediakan bantuan pangan, harga bersubsidi, stok, distribusi publik, dan toko terjangkau untuk rumah tangga rentan, tetapi akses praktis bergantung pada otoritas, program, lokasi, dan kondisi terkini yang bertanggung jawab. Produksi dan pasokan pangan menghadapi banjir, kekeringan, tanah longsor, hama, penyakit, serta keterbatasan air atau akses pasar. Rencana Strategis Transformasi Sistem Pangan Nepal 2081/82–2086/87 serta kerja sama pemerintah dan FAO terkait mendorong sistem pertanian dan pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Langkah-langkahnya mencakup bank benih komunitas, pertanian cerdas iklim, metode pengeringan dan pembasahan bergantian untuk padi, sistem silvopastoral, pengendalian hama terpadu, tanaman lokal dan asli, serta pengurangan kehilangan pascapanen. Pendekatan ini merupakan bagian dari perencanaan dan program; ketersediaan dan penerapannya tidak seragam di seluruh Nepal.
Makanan di Nepal
Makanan di Nepal memadukan pertanian rumah tangga, pasar lokal, pasokan impor, dan masakan daerah yang dibentuk oleh wilayah Terai, Perbukitan, dan Pegunungan. Hidangan umum dal bhat memadukan lentil, nasi, sayuran, dan acar, tetapi bahan, harga, dan ketersediaan berbeda menurut lokasi, musim, ketinggian, dan transportasi. Keamanan pangan bergantung pada air, cara memasak dan penyimpanan, serta jenis penyedia; panduan gizi nasional menganjurkan makanan yang beragam dan bergizi.
Saran
Rencanakan makanan di Nepal berdasarkan lokasi, musim, kondisi transportasi, dan air yang tersedia, bukan dengan menganggap harga atau pasokan kota berlaku di mana-mana. Utamakan keamanan pangan dan variasi gizi saat memilih antara makanan murah dengan kondisi yang tidak pasti dan pilihan yang lebih mudah ditelusuri. Jika pasokan atau keterjangkauan menjadi masalah, segera periksa opsi bantuan setempat dan simpan catatan harga serta ketersediaan yang bertanggal.

