Lingkungan di Myanmar

Lingkungan di Myanmar mencakup ekosistem alami dan lingkungan sehari-hari tempat orang tinggal. Hutan, pegunungan, sungai, pesisir, dan kawasan lindung mendukung pertanian, perikanan, pariwisata, dan satwa liar. Air, sanitasi, listrik, layanan persampahan, drainase, kualitas udara, dan perlindungan dari bahaya membentuk kondisi sehari-hari, tetapi akses dan keselamatan sangat berbeda menurut lokasi.

Saran

Perlakukan kondisi lingkungan di Myanmar sebagai hal yang bergantung pada lokasi ketika memilih tempat tinggal, bekerja, bepergian, atau mengembangkan proyek. Periksa layanan sehari-hari dan bahaya langsung secara terpisah dari kondisi serta aturan akses kawasan alami. Jangan mengandalkan asumsi tingkat nasional ketika kondisi di tingkat wilayah administratif dapat mengubah keputusan praktis.

Alam

Alam di Myanmar mencakup hutan, pegunungan, wilayah kering dan sublembap, hutan bakau, sungai dan danau, padang rumput, pesisir, serta pulau-pulau kecil. Negara ini melindungi sistem tersebut melalui taman nasional, suaka margasatwa, cagar alam, taman nasional laut, dan kawasan konservasi masyarakat berdasarkan Conservation of Biodiversity and Protected Areas Law 2018. Pertanian, perikanan, pemanfaatan hutan, dan pariwisata bergantung pada ekosistem ini, tetapi juga dapat menyebabkan hilangnya habitat, perdagangan satwa liar ilegal, kebakaran, dan konflik manusia-satwa liar. Akses, biaya, izin, keamanan, dan kondisi musiman berbeda menurut lokasi, sehingga Myanmar tidak memiliki satu aturan kunjungan nasional.

Lingkungan sekitar

Lingkungan sehari-hari di Myanmar dibentuk oleh akses terhadap air, sanitasi, listrik, layanan sampah, drainase, ruang hijau, kualitas udara, dan perlindungan dari bahaya. Layanan sangat berbeda antara kota, daerah pedesaan, Negara Bagian dan Wilayah, kotapraja, tempat pengungsian, serta wilayah terdampak konflik; tidak ada satu standar layanan atau mutu nasional yang langsung dapat digunakan penduduk. Komite Pembangunan Kota mengelola banyak layanan kota, sedangkan Departemen Konservasi Lingkungan dan Kementerian Sumber Daya Alam dan Konservasi Lingkungan menangani tata kelola lingkungan dan pengendalian proyek. Gempa bumi, banjir, siklon, tanah longsor, panas, bangunan tidak aman, kebakaran, air tercemar, dan bahan peledak sisa konflik dapat mengubah keselamatan dan akses sehari-hari.