Sebelum pemerintahan kolonial, masyarakat di wilayah yang kini menjadi Mozambik mengembangkan pertanian, perikanan, pengolahan besi, dan perdagangan regional. Kota-kota pesisir terhubung dengan jaringan Samudra Hindia yang menghubungkan Afrika Timur dengan Arabia, Persia, dan Asia Selatan. Masyarakat pedalaman menempuh jalur politik dan ekonomi yang berbeda-beda, sehingga Mozambik tidak memiliki satu sejarah prakolonial yang seragam. Para pelaut Portugis mencapai pesisir pada akhir abad kelima belas. Pengaruh Portugis berkembang tidak merata melalui benteng, pos perdagangan, permukiman, dan kemudian pemerintahan kolonial. Pada akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh, perusahaan konsesi mengelola sebagian wilayah dan menerapkan sistem perpajakan serta kerja paksa. Kebijakan kolonial mengubah akses terhadap tanah, pendidikan, transportasi, migrasi tenaga kerja, dan perdagangan, dengan dampak yang berbeda-beda antarwilayah. FRELIMO memulai perjuangan bersenjata melawan pemerintahan Portugis pada 1964. Mozambik meraih kemerdekaan pada 1975, dan FRELIMO membentuk pemerintahan nasional. Negara baru itu pada awalnya menganut model sosialis dan memperluas kendali publik atas tanah, pendidikan, dan layanan utama. Konflik bersenjata antara pemerintah dan RENAMO berlangsung dari 1977 hingga Perjanjian Perdamaian Umum 1992. Pemilu multipartai menyusul pada 1994, meskipun persaingan politik, ketimpangan regional, dan ingatan tentang perang terus memengaruhi kehidupan publik. Sejarah Mozambik dipelajari melalui situs arkeologi, tradisi lisan, budaya material, bahasa setempat, catatan tertulis dalam bahasa Portugis dan bahasa lain, arsip kolonial, dokumen gerakan pembebasan, serta kesaksian tentang perang saudara dan proses perdamaian. Sumber-sumber ini tidak selalu sejalan. Karena itu, penafsiran sejarah perlu memperhatikan siapa yang membuat suatu sumber, kapan sumber itu dibuat, pengalaman siapa yang dicatat, dan kelompok mana yang mungkin tidak tercakup. Peringatan nasional juga dapat menggambarkan perjuangan kemerdekaan dan perang saudara secara berbeda dari ingatan setempat.
Sejarah di Mozambik
Sejarah Mozambik mencakup masyarakat Afrika yang telah lama menetap, perdagangan Samudra Hindia, pemerintahan kolonial Portugis, perjuangan kemerdekaan, dan negara pascakemerdekaan. Negara ini merdeka pada 25 Juni 1975 dan kemudian mengalami perang saudara yang berakhir dengan Perjanjian Perdamaian Umum 1992. Arkeologi, sejarah lisan, catatan tertulis, dan arsip politik mengungkap bagian-bagian berbeda dari sejarah ini.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

