Mesir sebagian besar berupa gurun kering, sementara sebagian besar penduduk, pertanian, dan usaha bergantung pada Lembah Nil dan Delta Nil yang sempit. Konsentrasi ini membuat air bersih, tanah yang sehat, sanitasi yang andal, dan penggunaan lahan yang cermat menjadi sangat penting. Air merupakan sumber daya lingkungan yang utama. Sungai Nil memasok sebagian besar air tawar yang dapat digunakan di negara ini, sementara air tanah, curah hujan di wilayah terbatas, dan desalinasi juga berperan. Polusi, kebocoran, penggunaan yang boros, dan meningkatnya permintaan dapat mengurangi jumlah air aman yang tersedia. Kualitas udara berbeda-beda menurut tempat dan musim. Lalu lintas jalan, debu konstruksi, industri, pembakaran terbuka, dan debu gurun yang terjadi secara alami semuanya dapat memengaruhi udara. Kota-kota besar dan kawasan industri sering menghadapi kondisi yang berbeda dari permukiman kecil atau lokasi pesisir. Sampah biasanya dikumpulkan melalui gabungan layanan publik, kontraktor swasta, pengumpul informal, dan pengaturan masyarakat. Komunitas daur ulang informal (zabbaleen) telah lama memulihkan bahan-bahan berharga dari sampah rumah tangga. Kualitas pengumpulan dan praktik pembuangan dapat sangat berbeda antarlingkungan. Mesir menghadapi tekanan terhadap lahan, termasuk penggurunan, kerusakan tanah, pembangunan yang tidak terencana, dan hilangnya lahan pertanian produktif. Irigasi harus dikelola dengan cermat karena drainase yang buruk dan penumpukan garam dapat melemahkan tanah pertanian. Melindungi lahan pertanian sangat penting ketika lahan subur terbatas. Pesisir Mediterania, Laut Merah, lahan basah, gurun, dan kawasan yang dilindungi mendukung banyak spesies dan habitat. Sampah plastik, pembangunan, tekanan penangkapan ikan, pariwisata, dan polusi dapat merusak tempat-tempat ini. Terumbu karang sangat sensitif terhadap sentuhan, pelemparan jangkar, sampah, dan air yang tercemar. Tanggung jawab lingkungan dibagi antara otoritas nasional, kegubernuran, pemerintah kota, penyedia layanan, usaha, dan penduduk. Badan Urusan Lingkungan Mesir (Egyptian Environmental Affairs Agency), yang umum dikenal sebagai EEAA, memiliki peran lingkungan nasional. Dalam praktiknya, kontak yang tepat untuk masalah lokal dapat bergantung pada apakah masalah tersebut berkaitan dengan sampah, air, air limbah, industri, pertanian, atau kawasan yang dilindungi. Mesir juga memiliki peluang besar untuk melakukan perbaikan melalui energi surya dan angin, irigasi yang efisien, transportasi yang lebih bersih, pemulihan material, bangunan yang lebih baik, dan pendidikan lingkungan. Langkah-langkah ini bekerja paling baik ketika infrastruktur, penegakan aturan, pilihan yang terjangkau, dan partisipasi publik berkembang bersama.
Lingkungan di Mesir
Lingkungan Mesir dibentuk oleh Sungai Nil, gurun luas, kota-kota padat penduduk, lahan pertanian, serta pesisir Mediterania dan Laut Merah. Kelangkaan air, sampah, polusi udara, dan tekanan terhadap lahan merupakan tantangan lingkungan yang penting. Pilihan sehari-hari rumah tangga, usaha, petani, dan pengunjung dapat membantu melindungi sumber daya bersama.
Saran
Mulailah dari sumber daya yang dapat Anda kendalikan: air, listrik, transportasi, dan sampah rumah tangga. Pelajari cara kerja pengumpulan sampah dan pengaduan di wilayah Anda karena layanan lingkungan berbeda-beda di seluruh Mesir. Kebiasaan kecil paling berarti ketika dilakukan berulang kali dan didukung oleh infrastruktur lokal yang sesuai.

