Mesir terletak di antara Afrika dan Asia serta memiliki beberapa wilayah alam utama. Lembah dan Delta Nil membentuk koridor hijau melalui daratan kering, sedangkan Gurun Barat, Gurun Timur, Semenanjung Sinai, pesisir Mediterania, dan pesisir Laut Merah masing-masing memiliki lanskap yang berbeda. Sungai Nil adalah sumber kehidupan alami utama Mesir. Tepian sungai, pulau, kanal, danau, serta lahan basahnya menyediakan habitat bagi ikan, serangga, tumbuhan, dan burung. Pertanian dan permukiman telah mengubah sebagian besar lingkungan sungai yang asli, sehingga kawasan alami dan semi-alami yang tersisa sangat berharga. Gurun Barat memiliki dataran luas, cekungan, bukit pasir, dataran tinggi berbatu, dan oasis. Kehidupan di sana jarang tetapi terspesialisasi, dengan tumbuhan dan hewan yang memanfaatkan keteduhan, liang, air yang tersimpan, atau aktivitas malam untuk bertahan hidup. Oasis memusatkan air, vegetasi, pertanian, dan permukiman manusia. Gurun Timur dan Sinai memiliki pegunungan terjal, lembah atau saluran sungai yang biasanya kering (wadi), dataran berkerikil, dan habitat pesisir. Lembah tersebut dapat tampak kosong, tetapi tetap memiliki tumbuhan rapuh, reptil, mamalia, dan jalur migrasi. Laut Merah dikenal karena terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove, ikan, penyu, dan kehidupan laut lainnya. Terumbu karang adalah struktur hidup yang dapat rusak akibat berdiri di atasnya, menyentuhnya, membuang jangkar, polusi, atau menyelam secara ceroboh. Lamun dan mangrove juga menyediakan makanan, tempat berlindung, dan perlindungan pesisir. Mesir bagian utara memiliki pantai Mediterania, bukit pasir, danau pesisir, rawa asin, dan bagian dari Delta Nil. Kawasan ini merupakan tempat penting untuk beristirahat dan mencari makan bagi burung yang bermigrasi. Pembangunan pesisir, polusi, gangguan, dan perubahan kondisi air dapat mengurangi nilai alaminya. Mesir memiliki kawasan lindung yang dibuat untuk melestarikan lanskap, satwa liar, geologi, dan hubungan budaya dengan alam. Perlindungan tidak selalu berarti setiap kegiatan dilarang, tetapi pengunjung harus mematuhi aturan di lokasi tertentu. Masyarakat setempat juga dapat bergantung pada lanskap ini untuk penggembalaan, penangkapan ikan, pertanian, pemanduan, atau pengetahuan tradisional. Alam di Mesir menyediakan rekreasi, pendidikan, pariwisata, pangan, mata pencaharian, dan perlindungan dari beberapa bahaya alam. Batasnya jelas: habitat gurun pulih dengan lambat, air tawar terbatas, dan terumbu serta lahan basah dapat rusak lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan untuk pulih. Karena itu, akses yang bertanggung jawab sama pentingnya dengan perlindungan formal.
Alam di Mesir
Alam di Mesir jauh lebih beragam daripada gambaran gurunnya. Negara ini memiliki Sungai Nil dan lahan basahnya, gurun yang luas, pegunungan, oasis, pesisir Mediterania, serta terumbu karang Laut Merah. Lanskap-lanskap ini mendukung satwa liar yang beradaptasi dengan panas, kekeringan, garam, migrasi, dan kehidupan di dekat air.
Saran
Pilih tempat alami yang sesuai dengan pengalaman, perlengkapan, dan kemampuan perjalanan Anda. Perlakukan habitat gurun, sungai, pesisir, dan terumbu sebagai sistem hidup, bukan ruang kosong atau cendera mata. Kunjungan yang hati-hati membuat satwa tetap tidak terganggu, tumbuhan tetap berakar, dan setiap benda tetap berada di tempatnya.

