Lingkungan Malaysia menghubungkan kawasan alam dengan lingkungan sekitar yang dibentuk manusia. Hutan hujan, sungai, hutan bakau, pantai, pulau, atau terumbu karang merupakan bagian dari alam. Rumah, jalan, sekolah, tempat kerja, parit, taman, kota kecil, atau kota besar merupakan bagian dari lingkungan sekitar masyarakat. Beberapa tempat saling tumpang tindih: perkebunan dan taman yang dikelola dibentuk oleh manusia, tetapi tetap memengaruhi tanah, air, tumbuhan, dan hewan. Pembedaan ini membantu menjelaskan berbagai persoalan lingkungan. Alam berfokus pada habitat, spesies, bentang alam, dan proses alami. Lingkungan sekitar berfokus pada keadaan di sekitar rumah dan masyarakat, termasuk kebersihan, drainase, tempat teduh, lalu lintas, sampah, kebisingan, akses ke ruang hijau, serta paparan terhadap banjir atau pencemaran. Karena itu, sungai dapat sekaligus menjadi habitat alami dan bagian dari persoalan air serta pengelolaan banjir bagi masyarakat. Keputusan tentang penggunaan lahan dapat memengaruhi kedua bidang sekaligus. Pembukaan atau pemecahan habitat dapat mengurangi ruang bagi satwa liar dan mengubah aliran air. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat merusak aliran air, pantai, dan kehidupan laut, sekaligus menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan di dekat rumah. Pembangunan pesisir dapat memengaruhi hutan bakau, pantai, dan terumbu karang, sedangkan drainase yang rusak dapat meningkatkan banjir setempat setelah hujan lebat. Otoritas yang bertanggung jawab, status lahan, kegiatan, dan lokasi menentukan aturan, izin, perlindungan, serta langkah praktis yang berlaku.
Lingkungan di Malaysia
Lingkungan Malaysia mencakup sistem alam dan tempat-tempat di mana manusia tinggal, bekerja, bepergian, dan membangun. Alam meliputi hutan, gunông, sungai, lahan basah, hutan bakau, pesisir, pulau, dan terumbu karang, sedangkan lingkungan sekitar mencakup gampông (kampung), kota kecil, kota besar, perkebunan, parit, taman, dan tempat-tempat lain yang dikelola. Perubahan pada salah satunya dapat memengaruhi air, tanah, satwa liar, keselamatan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari pada yang lain.
Tip
Perlakukan pilihan lingkungan di Malaysia sebagai keputusan yang menyangkut kawasan alam sekaligus masyarakat. Jika pilihan itu memengaruhi hutan, sungai, hutan bakau, pesisir, terumbu karang, parit, taman, atau permukiman, nilai dampaknya terhadap habitat, aliran air, sampah, banjir, kesehatan, dan keselamatan secara bersamaan. Hindari atau ubah rancangan kegiatan apabila dampak tersebut tidak dapat dikendalikan dengan jelas.

