Sistem politik Laos menggabungkan lembaga-lembaga konstitusional dengan pemilu di tingkat nasional dan provinsi. Majelis Nasional bersifat unikameral, menyetujui anggaran negara, dan mengawasi badan-badan negara. Pemerintah menjalankan administrasi publik yang terpadu, sehingga pembuatan undang-undang dan administrasi eksekutif memiliki peran yang berbeda dalam sistem negara. Partai Revolusioner Rakyat Laos (Lao People's Revolutionary Party) memiliki peran konstitusional sebagai pemimpin dalam kehidupan politik. Pemilu diselenggarakan dan diverifikasi oleh Komite Pemilihan Nasional. Pemilu Majelis Nasional menggunakan pemungutan suara langsung, setara, dan rahasia di 18 daerah pemilihan, dengan 175 kursi diberikan kepada kandidat yang memperoleh jumlah suara tertinggi di setiap daerah pemilihan. Surat suara paralel memilih anggota Dewan Rakyat Provinsi. Pengaturan ini menghubungkan perwakilan nasional dengan badan-badan provinsi yang dipilih, sekaligus tetap berjalan dalam kerangka konstitusional Laos.
Politik di Laos
Politik di Laos berjalan melalui kerangka negara konstitusional dan sistem pemilu. Konstitusi mendefinisikan Laos sebagai negara demokratis rakyat dan menetapkan Partai Revolusioner Rakyat Laos sebagai inti kepemimpinannya. Majelis Nasional membuat undang-undang dan mengawasi badan-badan negara, sedangkan Pemerintah mengarahkan administrasi publik. Pemilu memilih wakil untuk Majelis Nasional dan Dewan Rakyat Provinsi.
Saran
Gunakan pembagian kelembagaan untuk menentukan tempat suatu persoalan politik di Laos. Bedakan pembuatan undang-undang, persetujuan anggaran, dan pengawasan oleh Majelis Nasional dari administrasi publik yang diarahkan oleh Pemerintah, serta bedakan pemilu Majelis Nasional dari pemilu Dewan Rakyat Provinsi. Pertimbangkan peran konstitusional Partai Revolusioner Rakyat Laos ketika menilai cara kerja lembaga negara dan pemilu.

