Budaya di Laos

Budaya di Laos mencakup bahasa yang digunakan bersama, kepercayaan, ingatan sejarah, seni, tradisi, dan cara masyarakat mengatur kehidupan sehari-hari. Lao adalah bahasa resmi, tetapi lebih dari 50 bahasa digunakan oleh 49 kelompok etnis yang diakui secara resmi. Praktik Buddhisme Theravada, kepercayaan animisme dan leluhur, kehidupan keluarga, organisasi desa, serta lembaga publik semuanya berkontribusi pada kehidupan budaya.

Saran

Pahami budaya di Laos sebagai sesuatu yang beragam secara lokal, bukan sebagai satu rangkaian aturan nasional. Untuk setiap interaksi dengan desa, sekolah, pusat kesehatan, kantor pemerintah, komunitas keagamaan, atau acara budaya, tentukan terlebih dahulu bahasa, lembaga, dan harapan setempat yang relevan.

Tahap kehidupan

Laos tidak memiliki satu sistem nasional yang mengoordinasikan dukungan pada setiap tahap kehidupan. Dukungan terbagi di antara keluarga, desa, sekolah, pusat kesehatan, kantor pemerintah, skema perlindungan sosial, serta organisasi komunitas atau kemanusiaan. Akses berubah menurut usia, dokumen, lokasi, bahasa, gender, disabilitas, pendapatan rumah tangga, dan status migrasi.

Sejarah

Sejarah Laos mencerminkan perkembangan masyarakat awal, kerajaan regional, pemerintahan kolonial Prancis, perang, dan berdirinya Republik Demokratik Rakyat Laos pada 1975. Kerajaan Lan Xang menghubungkan sebagian besar wilayah Laos masa kini secara politik dan budaya selama beberapa abad. Laos modern sangat dibentuk oleh konflik Perang Indochina Pertama, Perang Vietnam, dan periode revolusioner sesudahnya.

Seni

Seni di Laos mencakup seni rupa, musik, sastra, film, pertunjukan, arsitektur, desain, fotografi, dan seni digital. Ekosistemnya tersebar di antara lembaga kebudayaan negara, institusi khusus, asosiasi, ruang swasta dan masyarakat sipil, serta praktik keluarga atau komunitas. Tekstil dan kerajinan tradisional, musik Khaen, Lamvonglao, dan arsitektur Luang Prabang memiliki relevansi lokal yang kuat.

agama

Agama di Laos didominasi Buddhisme Theravada, sementara banyak komunitas juga memadukan praktik Buddha dengan kepercayaan animisme dan leluhur. Sensus 2015 mencatat 64.7% beragama Buddha, 1.7% Kristen, dan 31.4% menyatakan tidak beragama, termasuk kepercayaan animisme. Praktik agama dilindungi hukum, tetapi tetap tunduk pada pendaftaran, persetujuan, dan kendali administrasi setempat. Wat, istilah Lao untuk kuil Buddha, merupakan tempat utama untuk mencari pahala, ritus, dan kehidupan monastik.

Bahasa

Bahasa Lao adalah bahasa resmi di seluruh Laos, dan aksara Lao digunakan dalam administrasi nasional, perundang-undangan, serta pendidikan publik. Lebih dari 50 bahasa dituturkan oleh 49 kelompok etnis yang diakui secara resmi, termasuk komunitas Lao-Tai, Mon-Khmer, Hmong-Mien, dan Sino-Tibet. Sekitar 40% penduduk memiliki bahasa ibu selain Lao. Karena itu, bahasa Lao sering menghubungkan bahasa yang digunakan di rumah dan komunitas dengan pendidikan, layanan publik, dan partisipasi masyarakat.

Tradisi

Tradisi di Laos adalah praktik, simbol, dan bentuk ekspresi yang diwariskan dan menghubungkan keluarga, masyarakat, kehidupan beragama, serta identitas daerah. Festival umum, yang sering disebut Boun, mengikuti kalender Buddha dan siklus pertanian padi, sementara upacara keluarga dan masyarakat menandai kelahiran, pernikahan, penyakit, pemulihan, dan kematian. Musik, tari, tekstil, persembahan makanan, dan tradisi lisan tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari maupun upacara.

Koeksistensi

Kehidupan bermasyarakat di Laos dibentuk oleh hak konstitusional, pemerintahan setempat, kebiasaan desa, dan organisasi masyarakat. Desa, yang biasa disebut ban, menjadi ruang sosial dan tempat penetapan aturan setempat, sedangkan administrasi subdistrik mengoordinasikan layanan publik, pembangunan, dan tanggung jawab lokal. Masyarakat diharapkan menghormati Konstitusi, undang-undang, aturan kerja, norma sosial, dan ketertiban umum sambil menggunakan hak atas kesetaraan, agama, kebebasan berekspresi, berserikat, berkumpul secara damai, dan mengajukan pengaduan sesuai hukum.