Sistem politik Komoro diatur sebagai republik demokratis kesatuan yang berdaulat berdasarkan Konstitusi 2001, yang direvisi pada 2009, 2013, dan 2018. Kewenangan publik dibagi antara Uni (Union), tiga pulau otonom, dan komune (commune). Uni mempertahankan tanggung jawab nasional seperti kebijakan luar negeri, pertahanan, dan kebijakan moneter. Gubernur mengelola pulau-pulau otonom, sedangkan wali kota dan dewan komune mengelola administrasi lokal. Lembaga nasional dan lokal meliputi Presiden, Pemerintah, Majelis Uni (Assembly of the Union), pengadilan, kementerian, gubernur pulau, dan wali kota. Franc Komoro (Comorian franc) tetap terikat pada euro melalui kerja sama moneter Prancis–Komoro, yang menjadi bagian dari kerangka moneter negara tersebut. Pemilu menghubungkan lembaga-lembaga ini dengan perwakilan politik. Pemilih memilih secara langsung Presiden Uni, gubernur pulau, anggota Majelis Uni, dan dewan komune. Setiap dewan pulau menunjuk tiga dari sembilan perwakilan tambahan di Majelis, dan dewan komune kemudian memilih wali kota dan wakil wali kota. Administrasi pemilihan independen pusat (CENI) bekerja sama dengan komisi pemilihan pulau dan komune. Mahkamah Agung (Cour Suprême) menyelesaikan sengketa pemilu dan mengumumkan hasil definitif. Pemilih umumnya harus memiliki kewarganegaraan Komoro, hak sipil dan politik, berusia setidaknya 18 tahun pada hari pemungutan suara, dan tercantum dalam daftar pemilih yang berlaku saat ini.
Politik di Komoro
Politik di Komoro menggabungkan lembaga nasional, otoritas pulau otonom, dan administrasi komune dengan pemilu berkala. Uni menangani kewenangan nasional seperti kebijakan luar negeri, pertahanan, dan kebijakan moneter, sementara pulau-pulau dan komune berbagi tanggung jawab publik lainnya. Pemilu memilih Presiden, gubernur pulau, perwakilan Majelis, dan dewan komune melalui prosedur langsung dan tidak langsung.
Saran
Anggap Uni, pulau-pulau otonom, dan komune sebagai tingkat kewenangan publik yang berbeda ketika menentukan ke mana harus mengarahkan persoalan politik atau administratif di Komoro. Untuk pemilu, verifikasi kelayakan dan pendaftaran terkini, lalu gunakan komisi pemilihan atau badan penyelesaian sengketa yang relevan, bukan mengandalkan informasi informal.

