Hukum ketenagakerjaan di Guinea mengatur pekerjaan dalam hubungan kerja subordinatif, termasuk kontrak kerja, jam kerja, upah, keselamatan, cuti, perwakilan pekerja, sengketa, dan pemutusan hubungan kerja. Kode Ketenagakerjaan (Code du travail L/2014/072/CNT) terutama berlaku bagi pekerjaan di sektor swasta dan sektor campuran, pekerjaan rumah tangga, profesi bebas, peserta pelatihan kerja, dan peserta magang. Pegawai negeri, pekerjaan administratif tetap, angkatan bersenjata, dan agen kontrak negara mengikuti aturan yang terpisah. Hukum imigrasi mengatur masuknya seseorang, tempat tinggal, pekerjaan, studi, tempat tinggal keluarga, perlindungan internasional, dan akses terhadap kewarganegaraan. Kunjungan singkat umumnya memerlukan visa atau pengecualian yang berlaku. Masa tinggal yang lebih lama memerlukan dokumen izin tinggal, dan pekerjaan biasanya memerlukan izin kerja terpisah. Warga Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) memperoleh perlakuan yang dipermudah, tetapi masa tinggal lebih dari 90 hari tetap memerlukan regularisasi praktis. Hukum pidana menetapkan tindak pidana dan sanksi serta mengatur penyelidikan dan persidangan. Guinea membedakan pelanggaran (contraventions), delik (délits), dan kejahatan (crimes). Sistem ini juga menangani korban, anak-anak, perilaku di jalan raya, kejahatan siber, tindak pidana ekonomi, dan kerja sama internasional, sekaligus mengakui perlindungan seperti pemberitahuan penangkapan, bantuan pengacara, praduga tidak bersalah, dan peninjauan yudisial atas penahanan. Perlindungan konsumen menyangkut keamanan, kebersihan, mutu, dan penyajian barang serta jasa secara adil. Undang-Undang perlindungan konsumen (Law L/94/003/CTRN) melindungi konsumen dari informasi yang menyesatkan mengenai jumlah, asal, komposisi, risiko, dan penggunaan. Pengaduan dapat dimulai kepada pemasok atau layanan pelanggan dan kemudian dapat melibatkan badan UCG dan ALVOC (UCG, ALVOC), regulator sektor, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Ministry of Industry and Commerce), atau pengadilan. Hukum perdata mengatur kontrak privat, properti, masalah keluarga, warisan, tanggung jawab, dan proses perdata. Sumber utamanya meliputi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Civil Code), Kitab Undang-Undang Hukum Acara Perdata, Ekonomi, dan Administratif (Civil, Economic and Administrative Procedure Code), serta Kitab Undang-Undang Pertanahan dan Properti (Land and Property Code). Sengketa perdata umumnya dimulai di Pengadilan tingkat pertama (Tribunal de première instance) dan dapat berlanjut di Pengadilan banding (Cour d'appel) serta, untuk persoalan hukum, di Mahkamah Agung (Cour suprême). Karena itu, masalah hukum harus diklasifikasikan berdasarkan hubungan yang terlibat dan upaya hukum yang diminta, bukan hanya berdasarkan label umum sengketanya.
Hukum di Guinea
Hukum di Guinea mencakup hubungan antara individu, organisasi, pemberi kerja, pekerja, otoritas publik, konsumen, dan negara. Bidang utamanya meliputi hukum ketenagakerjaan, hukum imigrasi, hukum pidana, perlindungan konsumen, dan hukum perdata. Aturan yang berlaku bergantung pada status seseorang, jenis sengketa, serta otoritas atau pengadilan yang menangani perkara tersebut.
Saran
Kelompokkan masalah berdasarkan hubungan dan konsekuensi sebenarnya sebelum memilih prosedur: ketenagakerjaan, imigrasi, dugaan tindak pidana, transaksi konsumen, atau sengketa perdata privat. Klasifikasi menentukan aturan, otoritas, atau pengadilan mana yang dapat berlaku, dan satu situasi dapat memerlukan lebih dari satu bidang hukum. Catat fakta dan status yang relevan sebelum bertindak.

