Budaya di Bolivia

Budaya di Bolivia adalah keseluruhan hidup dari bahasa, kepercayaan, pengetahuan, kesenian, adat istiadat, dan cara mengatur kehidupan sosial. Budaya mencakup tahapan kehidupan, sejarah, seni, agama, bahasa, tradisi, dan kehidupan bermasyarakat. Aspek-aspek ini berbeda di wilayah Andes, lembah, dataran rendah, dan kota, serta di antara masyarakat Pribumi, pedesaan, dan perkotaan. Praktik yang sama dapat memiliki makna berbeda bergantung pada keluarga, komunitas, bahasa, tradisi keagamaan, dan lembaga setempat.

Saran

Pahami partisipasi budaya di Bolivia sebagai sesuatu yang berada dalam konteks setempat, bukan berdasarkan satu gambaran nasional. Identifikasi komunitas, bahasa, lembaga, dan tradisi yang terlibat, lalu pastikan bagaimana kegiatan tertentu dipahami, diselenggarakan, dan dapat diikuti dalam konteks tersebut.

Tahap kehidupan

Tahapan kehidupan di Bolivia mencakup masa kanak-kanak, remaja, dewasa, tanggung jawab keluarga, usia lanjut, dan masa ketika perawatan dibutuhkan. Waktu dan pengalaman dalam menjalani peralihan ini bergantung pada pendidikan, pekerjaan, kesehatan, keadaan keluarga, lokasi, dan akses ke layanan publik. Masyarakat pedesaan dan perkotaan, departemen, serta komunitas Pribumi dapat menjalani jalur yang berbeda.

Sejarah

Sejarah Bolivia mencakup masyarakat adat, pemerintahan kolonial Spanyol, kemerdekaan, konflik wilayah, revolusi sosial, dan perubahan konstitusi besar. Tiwanaku, masa Inca, Audiencia de Charcas pada masa kolonial, republik yang didirikan pada 1825, dan Negara Plurinasional yang dibentuk melalui Konstitusi 2009 menandai titik balik penting. Perkembangan ini terus membentuk institusi, perbedaan regional, dan ingatan publik Bolivia.

Seni

Seni di Bolivia mencakup seni rupa, musik, sastra, film, seni pertunjukan, arsitektur, desain, fotografi, dan bentuk digital. Bolivia memiliki sistem kebudayaan nasional, tetapi aksesnya tersebar di antara badan negara, pemerintah otonom, museum, asosiasi, komunitas, dan skena independen. Pendaftaran, perlindungan hak cipta, pendanaan, pameran, dan pekerjaan warisan budaya mengikuti prosedur berbeda menurut bidang seni dan lokasi.

agama

Agama di Bolivia mencakup komunitas Katolik, Protestan evangelis, dan spiritual Pribumi, serta kelompok Muslim, Yahudi, Mennonit, Bahá’í, Sikh, Buddha, dan kelompok lainnya yang lebih kecil. Praktik keagamaan sering menggabungkan ibadah gereja dengan tradisi Pribumi yang terkait dengan Pachamama, wak'as, Apus, dan Achachilas. Bolivia melindungi kebebasan beragama, berkeyakinan, berspiritualitas, dan beribadah bagi individu maupun kelompok, sedangkan organisasi keagamaan formal mengikuti proses pengakuan dan pendaftaran nasional.

Bahasa

Selain Castellano, Bolivia mengakui 36 bahasa Pribumi sebagai bahasa resmi; tidak ada satu bahasa negara saja. Castellano mendominasi sebagai bahasa komunikasi bersama, sementara Quechua, Aymara, Guaraní, dan banyak bahasa lainnya digunakan secara regional dalam keluarga, pendidikan, administrasi, dan kebudayaan. Karena itu, hak bahasa bergantung pada wilayah, kebutuhan, dan situasi, serta mencakup akses kepada otoritas dan keadilan.

Tradisi

Tradisi Bolivia adalah praktik, simbol, pengetahuan, dan ekspresi artistik yang diwariskan melalui keluarga dan komunitas serta berubah seiring waktu. Tradisi mencakup festival tahunan, kebiasaan dalam siklus hidup, musik, tari, pakaian, tekstil, kerajinan, dan bentuk regional dari Andes, lembah, dataran rendah, serta wilayah perkotaan. Partisipasi biasanya berlangsung melalui kehidupan keluarga atau komunitas, sedangkan akses ke festival publik, ruang ritual, dan program budaya bergantung pada konteks setempat.

Koeksistensi

Kehidupan bermasyarakat di Bolivia memadukan aturan negara dengan prosedur lokal, berbasis komunitas, dan Indigenous. Lingkungan tempat tinggal, ruang publik, rumah tangga bersama, konflik, keberagaman, dan komunikasi digital diatur secara berbeda menurut kota dan organisasi. Konstitusi melindungi kebebasan berkumpul, berserikat, berekspresi, dan mengajukan petisi, tetapi kebebasan tersebut tunduk pada hak orang lain, keamanan, dan ketertiban umum.