Ministry of Works and Transport memimpin perencanaan transportasi nasional, standar, regulasi, pemantauan infrastruktur, dan kebijakan. Kerangkanya mencakup National Transport and Logistics Policy 2021 dan National Integrated Transport Master Plan 2021–2040. Transportasi diselenggarakan melalui jalan, kereta api, penerbangan, dan layanan air, dengan tanggung jawab juga berada pada otoritas perkotaan, distrik, dan pemerintah daerah. Uganda memiliki sekitar 159,623 kilometer jalan: sekitar 21,292 kilometer jalan nasional, 19,952 kilometer jalan perkotaan, 38,603 kilometer jalan distrik, dan 79,948 kilometer jalan akses komunitas. Kondisi jalan, drainase, konstruksi, dan hujan musiman dapat sangat mengubah waktu perjalanan. Perjalanan antarkota biasanya menggunakan bus, coaster, atau taksi komuter. Perjalanan regional mengikuti koridor melalui Kenya dan Tanzania, tetapi tarif, waktu keberangkatan, dan lama perjalanan bergantung pada penyedia layanan dan tujuan, bukan satu tarif nasional. Transportasi umum sebagian besar dikelola secara swasta dan terfragmentasi. Taksi komuter adalah minibus yang digunakan untuk layanan penumpang umum. Boda boda adalah taksi sepeda motor, sering digunakan untuk perjalanan singkat dan bagian terakhir perjalanan ketika jangkauan bus atau taksi terbatas. Kampala juga memiliki coaster, bus, dan kendaraan sewaan khusus. Terminal taksi atau halte adalah tempat kendaraan menunggu penumpang atau berganti layanan. Kampala Capital City Authority dan Ministry of Works and Transport mendaftarkan kendaraan layanan umum serta mengelola terminal, stasiun, dan dokumen layanan yang disetujui. Halte informal di pinggir jalan masih ada, dan penertiban terhadap halte yang tidak disetujui terus berlangsung. Rancangan Public Transport Management Bill Kampala tahun 2026 masih berupa rancangan, sehingga belum menetapkan sistem nasional atau kota yang telah selesai. Uganda Railways Corporation mengelola sistem kereta api. Jaringan sepur meter panjangnya sekitar 1,266 kilometer, tetapi layanan penumpang saat ini terkonsentrasi pada koridor Kampala–Mukono dan Namanve–Kampala, sementara angkutan barang tetap menjadi penggunaan utama kereta api. Layanan penumpang hari kerja yang tercantum saat ini oleh Uganda Railways Corporation mencakup keberangkatan dari Mukono pukul 06:40, Namanve pukul 07:45, Kampala ke Namanve pukul 17:30, dan Kampala ke Mukono pukul 18:50, dengan halte seperti Nakawa, Spedag, Kireka, dan Namboole. Sumber resmi berbeda mengenai panjang rel yang berfungsi: satu analisis situasi mencantumkan 325 kilometer, sedangkan tabel kinerja 2024/25 yang lebih baru mencantumkan 370 kilometer. Tarif historis UGX 1,000 dari Nakawa, Kireka, atau Namboole dan UGX 1,500 dari Kampala ke Namanve perlu diperiksa sebelum bepergian. Mobil pribadi menggunakan jaringan jalan nasional. Pendaftaran kendaraan ditangani Ministry of Works and Transport dan Motor Vehicle Registration Portal-nya, dengan Chief Licensing Officer bertanggung jawab atas fungsi pendaftaran saat ini, bukan Uganda Revenue Authority. Izin mengemudi dapat diterbitkan mulai usia 18 tahun; kelas A mencakup sepeda motor, kelas B mobil hingga tujuh tempat duduk, dan kelas H traktor. Kendaraan layanan umum dan barang memerlukan lisensi serta dokumen layanan tambahan, dan izin mengemudi profesional mungkin berlaku. Asuransi pihak ketiga kendaraan bermotor diwajibkan dan umumnya diperiksa dalam pemeriksaan lalu lintas. Berjalan kaki dan bersepeda diakui sebagai bentuk transportasi nonbermotor. Survei tahun 2019 memperkirakan berjalan kaki mencakup sekitar 51% perjalanan di Uganda, boda boda sekitar 24%, dan taksi minibus sekitar 12%, meskipun angkanya berbeda antarlokasi. Kampala memiliki banyak jalan tanpa trotoar, penyeberangan, atau jembatan penyeberangan yang aman, meskipun berjalan kaki mencakup lebih dari setengah perjalanan di kota itu. Kampala, Jinja, Entebbe, Masaka, Mbarara, Fort Portal, Gulu, dan Mbale telah menerapkan atau merencanakan langkah seperti koridor pejalan kaki, jalur sepeda, penunjuk arah, uji coba berbagi sepeda, dan hari bebas mobil. Entebbe International Airport menangani penerbangan internasional, sedangkan Uganda memiliki 13 lapangan terbang regional. Uganda Airlines dan maskapai swasta menyediakan layanan domestik, regional, dan internasional. Transportasi air melayani Lake Victoria, Lake Kyoga, Lake Albert, Lake Edward, Lake George, Lake Bunyonyi, dan sungai. Port Bell memiliki koneksi feri kendaraan dan penumpang yang terhubung dengan kereta menuju Mwanza dan Kisumu, selain kapal pribadi. Ministry of Works and Transport memeriksa, mendaftarkan, dan melisensikan kapal serta memeriksa kelayakan laut; penumpang harus menggunakan jaket pelampung yang diwajibkan selama perjalanan air. Aturan lalu lintas berasal dari Traffic and Road Safety Act 1998, Amendment Act 2020, serta peraturan terbaru mengenai batas kecepatan, sabuk pengaman, alkohol dan obat-obatan, sepeda motor, kendaraan layanan umum, kendaraan barang, dan poin pelanggaran. Setiap penumpang harus menggunakan sabuk pengaman jika tersedia. Pengendara dan penumpang sepeda motor harus memakai helm keselamatan, pengendara boda boda harus memakai jaket reflektif yang diwajibkan, pengemudi tidak boleh menggunakan telepon genggam saat mengemudi atau berkendara setelah minum alkohol, dan kendaraan harus laik jalan. Uganda berkendara di sisi kiri; pada jalan dengan beberapa lajur, pengemudi umumnya tetap di kiri kecuali saat menyalip atau mengikuti rambu. Trotoar dan pulau lalu lintas tidak boleh digunakan untuk berkendara. Transportasi memengaruhi kualitas udara Kampala melalui partikel halus, nitrogen oksida, dan debu jalan. National Environment Management Authority menangani polusi kendaraan melalui langkah seperti standar mutu bahan bakar dan pembatasan mesin, sedangkan Ministry of Works and Transport bertanggung jawab atas inspeksi emisi kendaraan. Jalan beraspal dapat mengurangi debu, dan program Kampala mencakup pengelolaan lalu lintas, pemantauan kualitas udara, transportasi nonbermotor, serta bus yang lebih bersih atau listrik. Strategi mobilitas listrik Uganda tahun 2023 juga mencakup kendaraan listrik, sepeda motor listrik, dan infrastruktur pengisian daya. Proyek transportasi mungkin memerlukan perencanaan ketahanan iklim, penilaian lingkungan, dan perlindungan lainnya.
Transportasi di Uganda
Sistem transportasi Uganda mencakup jalan, layanan umum, kereta api, perjalanan udara, transportasi air, berjalan kaki, dan bersepeda. Jalan mengangkut sebagian besar penumpang dan barang, sedangkan taksi komuter, boda boda, bus, dan coaster menyediakan layanan lokal yang banyak digunakan. Ketersediaan, keselamatan, tarif, dan waktu perjalanan sangat berbeda menurut kota, koridor, musim, dan penyedia layanan.
Saran
Pilih transportasi di Uganda berdasarkan jarak, keselamatan, waktu, barang bawaan, dan keandalan layanan yang tersedia, bukan jarak saja. Berjalan kaki atau bersepeda dapat sesuai untuk perjalanan singkat jika jalurnya aman; boda boda dapat membantu akses jarak terakhir, tetapi memerlukan pemeriksaan keselamatan yang cermat; taksi atau bus biasanya menyediakan layanan yang lebih terstruktur untuk perjalanan perkotaan atau antarkota yang lebih jauh. Anggap jadwal dan tarif kereta, halte, serta usulan reformasi transportasi umum sebagai rincian yang perlu dikonfirmasi secara lokal sebelum diandalkan.

