Hukum pidana Uganda membedakan tindak pidana berdasarkan undang-undang yang berlaku dan perbuatan yang dilakukan. Berdasarkan Penal Code Act, Bab 128, tindak pidana adalah perbuatan, percobaan perbuatan, atau kelalaian yang dapat dihukum oleh hukum. Kejahatan berat umumnya merupakan tindak pidana yang dapat dihukum mati atau penjara selama tiga tahun atau lebih, sedangkan tindak pidana lainnya merupakan pelanggaran ringan. Penal Code dikonsolidasikan pada 23 Desember 2024, tetapi perbuatan tertentu juga dapat tercakup dalam undang-undang terpisah seperti Anti-Terrorism Act, Anti-Corruption Act, Prevention of Trafficking in Persons Act, Narcotic Drugs and Psychotropic Substances (Control) Act, Prevention and Prohibition of Torture Act, dan Domestic Violence Act. Uganda Police Force dan Criminal Investigations Directorate menerima pengaduan, melakukan penangkapan, menyelidiki perkara, dan menangani barang bukti. Laporan dapat disampaikan langsung atau melalui telepon ke kantor polisi setempat; nomor darurat polisi adalah 999 dan 112. Polisi dapat menyita barang jika terdapat alasan yang wajar, tetapi barang bukti harus dicatat dan salinan catatannya diberikan. Pengaduan tentang pelanggaran oleh polisi dapat diajukan dengan Police Form 105. Office of the Director of Public Prosecutions meninjau penyelidikan, mengarahkan penuntutan, dan dapat mengambil alih atau menghentikan penuntutan swasta. Pengaduan swasta juga dapat diajukan langsung kepada hakim yang berwenang jika terdapat alasan yang wajar atau cukup. Dakwaan dari polisi atau jaksa dapat berujung pada surat perintah atau pemanggilan. Orang yang ditangkap harus diberi tahu alasan penangkapan dan tindak pidana yang dituduhkan, mendapat akses yang wajar kepada pengacara, keluarga terdekat, dan dokter, serta dibawa ke pengadilan dalam 48 jam. Konstitusi melindungi praduga tak bersalah, waktu dan fasilitas yang memadai untuk menyiapkan pembelaan, penerjemahan jika diperlukan, pemeriksaan saksi, serta hak untuk tidak memberikan kesaksian yang dipaksakan guna memberatkan diri sendiri atau pasangan. Konstitusi juga melindungi dari pengadilan ulang untuk perkara yang sama dan menjamin sidang yang adil, cepat, dan terbuka di hadapan pengadilan independen. Perlindungan dari penyiksaan dan habeas corpus merupakan perlindungan yang tidak dapat dikurangi. Magistrates Courts menangani persidangan, jaminan, dan proses pelimpahan perkara dalam yurisdiksinya. Chief Magistrate umumnya menangani tindak pidana selain yang dapat dihukum mati, sedangkan Grade I Magistrate tidak dapat mengadili tindak pidana yang dapat dihukum mati atau penjara seumur hidup; perampokan berada di luar yurisdiksi magistrat. High Court memiliki yurisdiksi pidana awal tanpa batas dan menangani persidangan perkara serius berdasarkan dakwaan, jaminan, revisi, serta pengawasan. Perkara biasanya berjalan dari laporan dan penyelidikan ke peninjauan penuntutan, dakwaan, pengakuan, bukti penuntut, kemungkinan putusan bahwa tidak ada perkara yang perlu dijawab, bukti pembelaan, putusan, dan hukuman. Terdakwa dapat memberikan kesaksian bersumpah atau tanpa sumpah, atau tetap diam; penuntut tidak boleh mengomentari sikap diam tersebut. Pemanggilan saksi dapat mewajibkan kehadiran, dan ketidakpatuhan dapat berujung pada surat perintah. Sejak 24 Februari 2026, pengadilan keliling dapat menyelenggarakan proses pidana yang sah di luar gedung pengadilan biasa. Jaminan tersedia secara konstitusional melalui permohonan, tetapi pengadilan menggunakan diskresi berdasarkan Bail Guidelines 2022. Pengadilan mempertimbangkan faktor seperti keseriusan tindak pidana, risiko melarikan diri, bahaya, riwayat kehadiran, dan kemungkinan mengganggu saksi atau bukti. Pembebasan menjadi wajib setelah 60 hari ditahan sebelum persidangan untuk tindak pidana yang dapat diadili oleh High Court atau pengadilan bawahan, dan setelah 180 hari sebelum pelimpahan untuk tindak pidana yang hanya dapat diadili oleh High Court. Pelanggaran ringan dengan hukuman maksimum enam bulan atau dua belas unit mata uang umumnya harus didakwa dalam dua belas bulan, sementara pertanyaan mengenai penundaan lainnya bergantung pada perkara. Banding dari Grade II Magistrate diajukan ke Chief Magistrate lalu High Court. Banding dari Chief Magistrate atau Grade I Magistrate diajukan ke High Court atas fakta atau hukum. Putusan High Court dapat diajukan banding ke Court of Appeal lalu Supreme Court. High Court juga dapat menjalankan kewenangan revisi dan pengawasan. Plea bargaining diatur oleh Judicature (Plea Bargain) Rules 2016 dan didukung oleh Plea Bargain Unit pada ODPP; korban harus dikonsultasikan selama proses tersebut. Hukuman dapat berupa denda, penjara, penjara seumur hidup, masa percobaan, atau kerja sosial. Hukuman mati masih tersedia secara hukum, tetapi hanya untuk keadaan luar biasa yang disebut sebagai perkara paling langka dari yang langka. Kerja sosial berlaku untuk tindak pidana ringan dengan hukuman maksimum enam bulan dan dapat berlangsung hingga delapan jam sehari. Pengadilan seharusnya memperhitungkan waktu yang telah dijalani dalam tahanan sebelum putusan dan dapat memerintahkan kompensasi atau restitusi sambil mempertimbangkan dampak tindak pidana terhadap korban dan masyarakat. Tujuan pemidanaan mencakup kecaman, pencegahan, perlindungan publik, rehabilitasi, reintegrasi, dan pemulihan. Korban dapat menyampaikan pandangan mengenai perkara dan dampaknya berdasarkan ODPP Victims Rights and Empowerment Guidelines, termasuk selama plea bargaining dan penjatuhan hukuman. Saksi yang menerima pemanggilan wajib hadir dan memberikan kesaksian. Uganda tidak memiliki Witness Protection Act khusus yang tercantum dalam kerangka ini; ODPP dan polisi menggunakan langkah perlindungan administratif atau ad hoc, penilaian risiko, dan dukungan keselamatan, meskipun dana dan kapasitas dapat membatasi perlindungan. Justice Centres Uganda menyediakan nasihat dan perwakilan hukum gratis bagi orang yang rentan atau tidak mampu membayar. Poor Persons Defence Act 1998 menyediakan bantuan hukum dalam perkara High Court jika ketidakmampuan finansial dibuktikan dan disahkan. Biaya pengacara swasta berbeda-beda dan tidak ada biaya umum perkara pidana yang dapat disebutkan. Untuk anak, tanggung jawab pidana dimulai pada usia 12 tahun dan seseorang di bawah 18 tahun dianggap anak; usia pada saat tindak pidana dilakukan yang menentukan. Penahanan polisi tidak boleh melebihi 24 jam atau berlanjut setelah waktu lebih awal untuk hadir di pengadilan, dan orang tua atau wali serta petugas perlindungan anak setempat harus diberi tahu. Anak tidak boleh ditahan bersama orang dewasa; jaminan atau ikatan bagi anak umumnya lebih diutamakan, dan penolakan memerlukan alasan serta dapat diajukan banding. Family and Children Court menangani perkara anak secara tertutup dan informal, dengan perwakilan hukum. Batas penahanan sebelum putusan adalah tiga bulan untuk tindak pidana yang dapat dihukum mati dan 45 hari untuk tindak pidana lain, sedangkan masa perkara dan penahanan bergantung pada jenis perkara dan usia anak. Pelanggaran jalan mencakup mengemudi tanpa surat izin, registrasi, atau asuransi; mengemudi ceroboh atau berbahaya; muatan berbahaya; menggunakan telepon seluler saat mengemudi; tidak mengenakan sabuk pengaman atau helm; dan mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan. Polisi dapat melakukan tes darah atau napas dan menyita kendaraan. Mengemudi sembrono yang menyebabkan cedera merupakan tindak pidana, dan mengemudi di bawah pengaruh dapat dikenai hingga 300 unit mata uang, penjara hingga tiga tahun, atau keduanya. Express Penalty Scheme Regulations 2024 menyediakan proses bagi pelanggaran lalu lintas ringan tertentu. Catatan resmi polisi 2025 mencantumkan 76,069 tiket untuk kendaraan yang tidak layak jalan, 67,190 untuk mengemudi ceroboh atau tanpa pertimbangan, 31,804 untuk tidak memiliki asuransi, dan 30,629 untuk tidak memiliki surat izin yang sah; angka ini menunjukkan kegiatan penegakan hukum, bukan prevalensi kejahatan. Pelanggaran digital terutama diatur oleh Computer Misuse Act 2011, Bab 96, termasuk perbuatan tertentu terkait akses tanpa izin, penyadapan, dan gangguan data. Dalam perkara Alternative Digitalk Ltd v Attorney General [2026] UGCC 3, yang diputus pada 17 Maret 2026, Constitutional Court menyatakan Computer Misuse (Amendment) Act 2022 tidak berlaku karena Parlemen tidak memenuhi kuorum yang diwajibkan. Putusan tersebut juga membuat Pasal 11, 23, dan 26 hingga 29 Computer Misuse Act edisi 2023 tidak dapat diberlakukan serta menyatakan Pasal 162 dan 163 Penal Code tentang pencemaran nama baik pidana tidak berlaku. Karena itu, undang-undang dan putusan yang berlaku pada tanggal perbuatan yang dituduhkan harus diperiksa sebelum mengandalkan dakwaan digital. Mekanisme komunitas seperti mato put, rekonsiliasi, kompensasi, dan restitusi dapat melengkapi sistem formal, tetapi tidak menggantikan penuntutan atas kejahatan berat atau tindak pidana serius lainnya. Proses pidana menangani pelanggaran terhadap kepentingan publik; klaim hukum perdata dapat mencakup kompensasi atau pemulihan pribadi yang terpisah. Akses ke pengadilan, tempat penahanan sebelum putusan, bantuan hukum, dukungan saksi, dan ketersediaan pengadilan dapat berbeda menurut wilayah dan lembaga.
Hukum pidana di Uganda
Hukum pidana di Uganda menetapkan tindak pidana, tanggung jawab pribadi, serta aturan penyelidikan, penuntutan, persidangan, dan hukuman. Konstitusi melindungi hak atas sidang yang adil, cepat, dan terbuka untuk umum, praduga tak bersalah, akses terhadap perwakilan hukum, serta perlindungan dari pemaksaan untuk memberatkan diri sendiri dan penyiksaan. Penal Code Act merupakan undang-undang umum utama, dilengkapi undang-undang mengenai terorisme, korupsi, perdagangan orang, narkotika, penyiksaan, kekerasan dalam rumah tangga, keselamatan jalan, dan penyalahgunaan komputer.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

