Uni Emirat Arab memiliki iklim gersang dengan musim panas yang terik, curah hujan yang sedikit, dan air tawar alami yang terbatas. Lingkungannya mencakup gurun pasir dan kerikil, pegunungan, oasis, pulau-pulau, hutan bakau, dataran garam, serta perairan pesisir Teluk Arab dan Teluk Oman. Air merupakan salah satu isu lingkungan utama di negara ini. Air minum sebagian besar dipasok melalui desalinasi air laut, sementara air limbah yang telah diolah dapat digunakan kembali untuk penghijauan dan keperluan lain yang sesuai. Menghemat air mengurangi tekanan pada sistem pasokan dan energi yang diperlukan untuk mengoperasikannya. Penggunaan energi dan iklim saling berkaitan erat. Bangunan membutuhkan pendinginan yang cukup besar, dan transportasi umumnya bergantung pada kendaraan pribadi, sehingga pendingin udara yang efisien, isolasi, transportasi umum, energi yang lebih bersih, dan pilihan perjalanan yang bijak dapat mengurangi emisi serta penggunaan sumber daya. Limbah umumnya dikumpulkan melalui sistem yang diatur oleh masing-masing emirat dan pemerintah kota atau otoritas limbahnya. Jenis limbah yang umum mencakup sampah rumah tangga, bahan yang dapat didaur ulang, limbah makanan, limbah konstruksi, peralatan elektronik, dan barang berbahaya. Layanan pemilahan dan daur ulang yang tersedia berbeda-beda menurut gedung dan lokasi. Kualitas udara dapat dipengaruhi oleh debu alami, badai pasir, lalu lintas jalan, konstruksi, industri, dan pembangkit listrik. Debu merupakan bagian alami dari wilayah ini, tetapi asap dan polusi buatan manusia lainnya dapat menambah beban kesehatan dan lingkungan. Peringatan resmi dan kondisi setempat membantu orang menentukan kapan harus membatasi aktivitas di luar ruangan. Satwa liar asli beradaptasi dengan kondisi yang keras dan mencakup tumbuhan gurun, reptil, burung, hewan laut, serta mamalia seperti oriks Arab. Hutan bakau, padang lamun, komunitas terumbu karang, wadi, dan habitat pegunungan menyediakan makanan, tempat berlindung, dan area berkembang biak. Kawasan lindung dan program spesies membantu melestarikan ekosistem ini. Pembangunan pesisir, sampah, tekanan penangkapan ikan, aktivitas kapal, dan laut yang menghangat dapat membahayakan kehidupan laut. Penyu, dugong, lumba-lumba, ikan, dan burung laut bergantung pada perairan yang sehat serta habitat yang saling terhubung. Oleh karena itu, penting untuk mencegah plastik, bahan kimia, dan peralatan penangkapan ikan masuk ke laut. Tanggung jawab lingkungan dibagi di antara lembaga federal, otoritas tingkat emirat, pemerintah kota, pelaku usaha, pengelola gedung, dan penduduk. Peraturan dan layanan dapat berbeda antara Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, dan emirat lainnya, sehingga pertanyaan praktis sering kali dijawab secara lokal, bukan melalui satu sistem nasional yang sama. Uni Emirat Arab memiliki peluang untuk meningkatkan keberlanjutan melalui energi surya, bangunan yang efisien, penggunaan kembali air, mobilitas yang lebih bersih, pemulihan habitat, dan penggunaan material yang lebih sirkular. Teknologi dapat membantu, tetapi tidak dapat menggantikan pengurangan konsumsi, pemeliharaan yang baik, tata kota yang sesuai, dan kepedulian sehari-hari terhadap tempat-tempat alami.
Lingkungan di Uni Emirat Arab
Lingkungan Uni Emirat Arab dibentuk oleh panas gurun, kelangkaan air tawar, perairan pesisir, dan kota-kota yang berkembang pesat. Oleh karena itu, perlindungan lingkungan di Uni Emirat Arab berfokus pada penghematan air dan energi, pengurangan limbah dan polusi, serta perlindungan habitat asli. Penduduk, pelaku usaha, dan otoritas publik semuanya memengaruhi seberapa baik sistem-sistem ini berjalan.
Saran
Mulailah dari sumber daya yang dapat Anda kendalikan secara langsung: pendinginan, air, transportasi, pembelian, dan limbah rumah tangga. Pelajari aturan pengumpulan limbah untuk gedung dan emirat Anda, lalu pilih beberapa perubahan yang hasilnya dapat Anda ukur. Saat berada di luar ruangan, lindungi diri dari panas dan debu sambil membiarkan tumbuhan, hewan, dan habitat tetap tidak terganggu.

