Di Tanzania Daratan, struktur yang direncanakan mengikuti satu tahun pendidikan prasekolah mulai sekitar usia lima tahun, enam tahun pendidikan dasar yang dimulai dengan Standard I sekitar usia enam tahun, empat tahun pendidikan menengah pertama di Form I–IV, dan dua tahun pendidikan menengah atas di Form V–VI. Sistem ini beralih dari struktur lama 1-7-4-2 ke 1-6-4-2. Selama masa transisi, ujian lama Standard VII Primary School Leaving Examination, atau PSLE, tetap berjalan. Kebijakan Daratan menetapkan pendidikan prasekolah, dasar, dan menengah pertama sebagai sepuluh tahun sekolah wajib. Zanzibar memiliki administrasi pendidikan dan struktur berbeda: tiga tahun prasekolah, tujuh tahun pendidikan dasar, tiga tahun menengah pertama, dua tahun pendidikan menengah biasa, dan dua tahun pendidikan menengah atas. Pendidikan dasar dan menengah pertama wajib di Zanzibar. Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vokasional, MoEVT, serta Institut Pendidikan Zanzibar, ZIE, mengelola kebijakan dan kurikulum lokal. Sekolah dapat berupa lembaga pemerintah, nonpemerintah, atau komunitas. Sekolah dapat menyelenggarakan kelas harian atau asrama dan dapat menerima siswa campuran atau ditujukan bagi anak perempuan atau laki-laki. Sekolah menengah dapat memiliki jalur umum, sains, teknik, atau vokasional. Pendidikan inklusif dan khusus dapat disediakan melalui sekolah biasa, unit khusus, kelas khusus, atau sekolah terpisah. Sekolah swasta dan internasional memerlukan registrasi atau pengakuan lokal; aturan penerimaan ditetapkan lembaga sesuai persyaratan yang berlaku. Di Daratan, keluarga biasanya mencari tempat prasekolah dan Standard I melalui sekolah atau dewan lokal. TAMISEMI, Kantor Presiden bidang Administrasi Regional dan Pemerintah Lokal, mengelola penempatan Form I. Daftar penempatan dapat membedakan sekolah harian, sekolah asrama nasional, sekolah khusus perempuan atau laki-laki, serta jalur teknik. Tanzania tidak memiliki satu aturan zonasi nasional seragam yang berlaku bagi semua sekolah; prosedur dewan dan sekolah menentukan banyak persoalan akses lokal. Di Zanzibar, keluarga mengikuti prosedur kementerian, badan regional atau distrik, dan sekolah yang dipilih. Kurikulum Daratan ditetapkan melalui Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi serta Institut Pendidikan Tanzania, TIE. Kurikulum revisi yang diperkenalkan pada 2023 dan 2024 menggunakan pendekatan berbasis kompetensi. Kiswahili biasanya menjadi bahasa pengantar prasekolah dan pendidikan dasar, sedangkan bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar mulai pendidikan menengah pertama. Sekolah dasar berbahasa Inggris yang disetujui merupakan pengecualian. Kiswahili tetap menjadi mata pelajaran dan memuat konten budaya. Zanzibar menggunakan kurikulum dan silabus sendiri, dengan Kiswahili dan bahasa Inggris bersama mata pelajaran lokal, agama, seni, dan olahraga. Penilaian menggabungkan penilaian berkelanjutan berbasis kelas dengan ujian akhir. Di Daratan, Standard Four National Assessment, SFNA, memberi informasi formatif di sekolah dasar. PSLE mendukung penyelesaian pendidikan dasar dan seleksi. Form Two National Assessment, FTNA, bersifat formatif untuk pendidikan menengah pertama. Certificate of Secondary Education Examination, CSEE, ditempuh pada akhir Form IV dan Advanced Certificate of Secondary Education Examination, ACSEE, menyusul setelah Form VI. Zanzibar juga menyelenggarakan ujian nasional untuk Standard VII dan Form II melalui Zanzibar Examination Council, ZEC, sedangkan ujian NECTA pada jenjang menengah biasa dan lanjutan juga dapat menjadi bagian jalur pendidikan. Pendidikan prasekolah, dasar, dan menengah pertama pemerintah di Daratan bebas biaya menurut kebijakan yang dinyatakan. Seragam, buku dan perlengkapan lain, transportasi, makanan, asrama, serta beberapa biaya sekolah lokal tetap dapat menimbulkan pengeluaran. Aturan bebas biaya Daratan yang dikutip tidak mencakup pendidikan menengah atas. Pendidikan negeri di Zanzibar disebut bebas biaya, tetapi biaya tambahan tetap bergantung pada sekolah dan daerah. Makanan sekolah, gizi, transportasi, asrama, keselamatan anak perempuan, serta dukungan menstruasi mengikuti pedoman nasional atau lokal dan mungkin tidak tersedia dalam bentuk yang sama di setiap sekolah. Pendidikan inklusif merupakan bagian dari pendekatan sekolah nasional. Identifikasi dan penilaian dini dapat mengarah pada dukungan pendidikan, rencana dukungan individual, serta bantuan melalui Pusat Sumber Daya dan Penilaian, ESRAC, di tingkat pemerintah lokal. Dukungan dapat mencakup Braille, bahasa isyarat, teknologi bantu, kelas khusus, atau sekolah khusus. Unit Pendidikan Khusus kementerian Daratan, dewan, sekolah, dan pimpinan sekolah berbagi tanggung jawab pelaksanaan. Komisaris Pendidikan dan MoEST menetapkan kebijakan, standar, dan persyaratan mutu; TIE mengembangkan kurikulum dan bahan belajar; NECTA menyelenggarakan ujian nasional Daratan; sementara dewan, kepala sekolah, dan dewan sekolah mengelola banyak urusan sekolah sehari-hari. Pemerintah Revolusioner Zanzibar, MoEVT, ZIE, ZEC, serta badan regional, distrik, dan sekolah menjalankan fungsi sepadan dalam sistem terpisahnya.
Sekolah di Tanzania
Tanzania memiliki sistem sekolah terpisah di Daratan dan Zanzibar. Keduanya mencakup prasekolah, pendidikan dasar, dan menengah, tetapi tahap, kurikulum, ujian, serta otoritas yang bertanggung jawab berbeda. Sekolah pemerintah menyediakan pendidikan bebas biaya untuk tahap tertentu, sementara keluarga mungkin tetap membayar seragam, perlengkapan, transportasi, makanan, atau asrama.
Saran
Perlakukan pemilihan sekolah di Tanzania sebagai keputusan perencanaan yang khusus lokasi. Pastikan dahulu apakah anak akan masuk sistem Daratan atau Zanzibar, lalu bandingkan pengakuan sekolah, bahasa pengantar, jalur penempatan, biaya total, dan dukungan yang tersedia. Tahap bebas biaya mengurangi beban uang sekolah, tetapi tidak menghapus pengeluaran sekolah sehari-hari atau membuat semua jenis sekolah sama-sama sesuai.

