Keselamatan di Suriname

Keselamatan di Suriname mencakup persiapan menghadapi bahaya alam dan mengurangi paparan terhadap kejahatan. Banjir merupakan risiko bencana praktis yang paling signifikan, sedangkan pencurian, pembobolan rumah, perampokan, kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan manusia, dan penipuan daring merupakan persoalan kejahatan yang terdokumentasi. Tindakan pencegahan yang tepat bergantung pada lokasi, kondisi cuaca, akses transportasi, dan situasi yang dihadapi.

Saran

Perlakukan keselamatan di Suriname sebagai dua persiapan yang saling terkait: rencana bencana setempat dan respons yang jelas terhadap kejahatan. Prioritaskan banjir di lokasi yang dapat terdampak oleh kondisi pesisir rendah, hujan lebat, pasang tinggi, masalah drainase, atau pemadaman listrik yang dapat mengganggu akses; siapkan kontak polisi untuk insiden dan informasi.

Bencana

Risiko bencana utama di Suriname meliputi banjir, luapan sungai dan air hujan, kekeringan, kebakaran, badai angin lokal, erosi pantai, dan intrusi air asin. Banjir merupakan risiko praktis tertinggi: sekitar 87% penduduk tinggal di pesisir dataran rendah dan sekitar 67% berada di wilayah Paramaribo, tempat hujan lebat, pasang tinggi, kenaikan permukaan laut, saluran tersumbat, kegagalan pompa, dan pemadaman listrik dapat terjadi bersamaan. Sistem nasional menggunakan peringatan cuaca, koordinasi distrik, layanan darurat, evakuasi, dan bantuan berdasarkan kebutuhan, tetapi akses serta waktunya berbeda menurut distrik dan kondisi transportasi.

Kriminalitas

Kejahatan di Suriname mencakup pencurian, pembobolan, perampokan, kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan orang, dan penipuan daring. Catatan polisi untuk 2020–2024 menghitung 34,504 tindak pidana, termasuk 14,097 kasus pencurian berkualifikasi dan 13,863 pembobolan. Laporkan keadaan darurat kepada Korps Politie Suriname (KPS) di 115 dan gunakan 179 untuk memberikan informasi kepada polisi.