Singapura menyelenggarakan pemilihan berdasarkan Konstitusi dan undang-undang pemilihan. Dua pemilihan nasional utama adalah pemilihan anggota parlemen dan pemilihan Presiden, yang memiliki tujuan berbeda. Pemilihan parlemen menentukan Anggota Parlemen. Parlemen memiliki daerah pemilihan yang dipilih melalui pemungutan suara, yang disusun sebagai Daerah Pemilihan Anggota Tunggal, dikenal sebagai SMC, dan Daerah Pemilihan Perwakilan Kelompok, dikenal sebagai GRC. Di SMC, pemilih memilih di antara kandidat perseorangan. Di GRC, pemilih memilih sebuah tim, dan tim tersebut mewakili daerah pemilihan jika menang; sistem ini dirancang untuk mendukung keterwakilan kelompok minoritas di Parlemen. Kandidat atau tim dengan suara terbanyak di suatu daerah pemilihan menang menurut pendekatan umum sistem pemenang suara terbanyak. Warga biasanya memilih seseorang atau sebuah tim pada surat suara, bukan membagi kursi berdasarkan persentase suara nasional yang diperoleh setiap partai. Partai politik dapat mengikuti pemilihan di daerah pemilihan, dan kandidat independen juga dapat mencalonkan diri jika memenuhi persyaratan hukum. Partai menerbitkan pernyataan dan kebijakan, kandidat bertemu pemilih, dan masa kampanye memungkinkan berbagai pilihan disampaikan. Elections Department Singapore mengelola bagian-bagian penting proses pemilihan. Petugas pemilihan mengelola pengaturan pendaftaran pemilih, pelaksanaan pemungutan suara, penghitungan, dan pengumuman resmi hasil. Presiden dipilih secara terpisah oleh warga negara Singapura. Jabatan ini adalah kepala negara dan memiliki tanggung jawab konstitusional yang berbeda dari kepemimpinan politik Kabinet, sehingga pemilihan Presiden tidak sama dengan memilih pemerintahan. Setelah pemilihan parlemen, orang yang dapat memperoleh kepercayaan mayoritas anggota Parlemen diangkat sebagai Perdana Menteri, dan pemerintahan dibentuk. Karena itu, pemilihan memengaruhi keterwakilan, pembuatan undang-undang, perdebatan publik, dan arah penyelenggaraan pemerintahan nasional.
Pemilihan umum di Singapura
Pemilihan umum di Singapura memilih Anggota Parlemen dan, melalui proses terpisah, Presiden. Singapura menggunakan daerah pemilihan, termasuk Daerah Pemilihan Perwakilan Kelompok dan Daerah Pemilihan Anggota Tunggal, dan kursi parlemen umumnya dimenangkan oleh kandidat atau tim dengan suara terbanyak. Memilih adalah kewajiban kewargaan bagi warga negara Singapura yang memenuhi syarat, dan hasil pemilihan menentukan siapa yang dapat membentuk pemerintahan.
Saran
Jika Anda memenuhi syarat untuk memilih di Singapura, pastikan terlebih dahulu apakah pemilihan itu untuk Parlemen atau Presiden. Dalam pemilihan parlemen, bandingkan kandidat atau tim daerah pemilihan yang ingin mewakili wilayah Anda, karena hasil setempat menentukan keterwakilan dan turut menentukan siapa yang dapat membentuk pemerintahan.

