Lingkungan di Samoa

Lingkungan di Samoa mencakup sistem alam dan kondisi tempat manusia hidup. Pegunungan vulkanik, hutan hujan, daerah aliran sungai, terumbu, dan laut lepas berhubungan dengan pasokan air, sanitasi, pengelolaan sampah, listrik, sistem keselamatan, dan ruang hijau. Konservasi dan pembangunan perlu mempertimbangkan kepemilikan adat, kewenangan desa, mata pencaharian masyarakat, serta bahaya seperti siklon, banjir, tsunami, tanah longsor, kekeringan, dan perubahan curah hujan.

Saran

Perlakukan lingkungan di Samoa sebagai keputusan yang mencakup lokasi, layanan, dan konservasi. Pilih suatu opsi hanya setelah memeriksa aturan adat, ketersediaan utilitas, paparan bahaya, dan kemungkinan dampaknya terhadap air tawar, garis pantai, terumbu, serta mata pencaharian masyarakat.

Alam

Lingkungan alam Samoa mencakup pegunungan vulkanik, hutan hujan dan daerah aliran sungai, sungai dan air terjun, lahan basah, mangrove, padang lamun, terumbu karang tepi, dan laut lepas. Perlindungan menggabungkan taman nasional dan cagar alam dengan kawasan konservasi masyarakat (CCA), cagar perikanan, dan kawasan perlindungan laut; CCA adalah kawasan adat yang dikelola melalui aturan desa dan rencana konservasi. Alam juga mendukung ketahanan pangan, perikanan, air tawar, kehutanan, pariwisata, dan mata pencaharian masyarakat, sehingga akses dan pemanfaatan sering bergantung pada kewenangan lokal dan kepemilikan adat.

Lingkungan sekitar

Lingkungan di Samoa mencakup layanan permukiman, air, sanitasi, pengelolaan sampah, ruang hijau, sistem keselamatan, dan pengendalian pembangunan. Pada 2021, listrik telah menjangkau 98,3% rumah tangga, sementara Samoa Water Authority melayani sekitar 89% penduduk dan skema desa melayani sebagian besar penduduk lainnya. Banjir pesisir, siklon, tsunami, tanah longsor, kekeringan, dan perubahan curah hujan membuat layanan umum yang andal, drainase, dan peringatan dini sangat penting.