Di Polandia, layanan kepolisian nasional disebut Policja. Petugas polisi menyelidiki dugaan tindak pidana, melindungi orang dalam keadaan darurat, menanggapi panggilan, serta bekerja sama dengan jaksa dan pengadilan. Kantor polisi setempat umumnya disebut komisariat, dan dzielnicowy adalah petugas polisi yang bertanggung jawab menjalin kontak dengan lingkungan setempat. Pemerintah daerah dapat mengoperasikan Straż Miejska atau Straż Gminna, yang dikenal sebagai penjaga kota atau penjaga perdesaan. Mereka biasanya menangani ketertiban setempat, urusan lalu lintas dan parkir, masalah ruang publik, serta pelanggaran ringan tertentu. Mereka bukan pengganti kepolisian nasional dalam situasi serius atau berbahaya. Bentuk kejahatan yang umum di Polandia mencakup pencopetan, pencurian, pembobolan, perampokan, perusakan barang, penipuan, penyalahgunaan identitas, penipuan daring, penguntitan, penyerangan, dan kekerasan dalam rumah tangga. Pelanggaran aturan yang lebih ringan dapat diperlakukan sebagai wykroczenie, sedangkan perbuatan yang lebih serius dapat diperlakukan sebagai przestępstwo. Penipuan sering disebut oszustwo. Bentuknya dapat berupa pesan palsu, permintaan pembayaran palsu, penyamaran identitas, penjualan yang tidak jujur, janji investasi, atau tekanan agar seseorang mengungkapkan kata sandi dan informasi perbankan. Pesan yang menimbulkan kepanikan atau menuntut kerahasiaan segera merupakan tanda peringatan. Dalam proses resmi, orang yang dirugikan dapat disebut pokrzywdzony, yang berarti pihak yang dirugikan atau terdampak. Orang yang melihat suatu kejadian dapat disebut świadek, atau saksi. Laporan dapat disebut zawiadomienie o popełnieniu przestępstwa, yang berarti pemberitahuan bahwa suatu tindak pidana mungkin telah terjadi. Pelaporan biasanya dimulai dengan menghubungi polisi atau mendatangi komisariat yang sesuai. Laporan sebaiknya menjelaskan apa yang terjadi, kapan dan di mana, siapa yang terlibat, apa yang hilang atau rusak, dan bukti apa yang tersedia. Polisi kemudian dapat mencatat informasi, mengamankan bukti, mengidentifikasi orang, dan berkoordinasi dengan jaksa. Jika berada dalam bahaya langsung di Polandia, carilah tempat aman dan hubungi layanan darurat. Jangan menghadapi pelaku kekerasan, mengejar tersangka pencuri hingga membahayakan diri, atau menghapus pesan, rekaman, kuitansi, detail akun, maupun bukti lainnya. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan masalah keselamatan tersendiri dan dapat mencakup bahaya fisik, seksual, emosional, atau finansial. Layanan dan organisasi dukungan di Polandia dapat membantu memberi perlindungan dan menentukan langkah selanjutnya, dan prosedur Niebieska Karta, atau Prosedur Kartu Biru, dapat digunakan dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga. Pencegahan kejahatan ada batasnya karena tidak ada kunci, kata sandi, atau kebiasaan berhati-hati yang dapat menghilangkan semua risiko. Namun, mengamankan perangkat, berhati-hati saat membayar, menggunakan penerangan yang baik, menghubungi orang tepercaya, dan melapor sejak dini dapat mengurangi bahaya serta meningkatkan peluang terjaganya bukti yang berguna.
Kejahatan di Polandia
Kejahatan di Polandia mencakup pencopetan, pembobolan, perampokan, penipuan, penyalahgunaan daring, kekerasan, dan kekerasan dalam rumah tangga; risikonya berbeda menurut tempat dan situasi. Penanganan di Polandia melibatkan Policja, penjaga kota setempat, jaksa, pengadilan, layanan korban, dan petugas tanggap darurat. Mengetahui cara melaporkan kejadian, melindungi bukti, dan segera mencari tempat aman membantu penduduk maupun pengunjung Polandia.
Saran
Di Polandia, utamakan keselamatan saat ada bahaya langsung; urusan dokumen dapat ditangani kemudian. Menjauhlah, hubungi layanan darurat, dan simpan bukti tanpa menghadapi tersangka. Untuk kejadian yang tidak mendesak, segera catat fakta, amankan akun dan dokumen, lalu tanyakan langkah berikutnya kepada Policja atau layanan dukungan korban.

