Politik di Nigeria

Politik di Nigeria mencakup cara kekuasaan publik diatur, dijalankan, dan diperebutkan melalui lembaga federal, pemerintah negara bagian, dan pemilu. Nigeria memiliki sistem federal: lembaga nasional beroperasi di seluruh negeri, sementara 36 negara bagian memiliki gubernur, kementerian, pengadilan, anggaran, dan Dewan Majelis Negara Bagian (State House of Assembly) yang dipilih sendiri; Wilayah Ibu Kota Federal (Federal Capital Territory) memiliki status khusus dan bukan merupakan negara bagian. Pemilu menghubungkan warga dengan kepemimpinan di tingkat federal dan negara bagian, sedangkan pemilu dewan lokal umumnya diselenggarakan di tingkat negara bagian.

Saran

Cocokkan setiap pertanyaan politik di Nigeria dengan tingkat pemerintahan yang tepat sebelum meminta keputusan atau layanan. Pertama, bedakan urusan federal, negara bagian, dan lokal, lalu periksa apakah lokasinya berada di salah satu dari 36 negara bagian atau di Wilayah Ibu Kota Federal. Dengan demikian, permintaan, pengaduan, dan pertanyaan tentang pemilu tidak diarahkan kepada lembaga yang keliru.

Negara

Negara bagian di Nigeria merupakan bagian utama dari sistem federal negara tersebut, dengan gubernur, kementerian, pengadilan, anggaran, dan Dewan Perwakilan Negara Bagian terpilihnya sendiri. Nigeria memiliki 36 negara bagian, sedangkan Wilayah Ibu Kota Federal berstatus khusus dan bukan merupakan negara bagian. Ikhtisar ini menjelaskan tugas pemerintah negara bagian di Nigeria serta cara masyarakat memahaminya atau berhubungan dengannya.

Pemilu

Pemilihan umum di Nigeria memungkinkan warga memilih pemimpin di tingkat federal dan negara bagian. Pemilih dapat memilih presiden, anggota Majelis Nasional, gubernur, dan anggota Dewan Majelis Negara Bagian, sedangkan pemilihan dewan lokal umumnya diselenggarakan di tingkat negara bagian. Ikhtisar ini menjelaskan sistem pemilihan utama, istilah umum, tahapan yang lazim, dan batasan praktis di Nigeria.