Kondisi lingkungan di Niger merupakan hasil interaksi antara ekosistem, permukiman, infrastruktur, lembaga, dan pemanfaatan sumber daya setempat. Kawasan alam mendukung penggembalaan, pertanian, perikanan, hasil hutan, dan jasa ekosistem lainnya, tetapi kekeringan, erosi, perambahan pasir, mengeringnya lahan basah, kebakaran, penggembalaan berlebihan, perburuan ilegal, dan ekstraksi sumber daya memberikan tekanan terhadap kawasan tersebut. Kawasan lindung melestarikan spesies, habitat, dan proses ekologis, meskipun aksesnya dapat dibatasi oleh kondisi keamanan dan aturan pengelolaan setempat. Lingkungan sekitar sehari-hari bergantung pada mutu dan ketersediaan air, sanitasi, drainase, udara, pengendalian kebisingan, ruang hijau, dan keselamatan. Tanggung jawab terbagi antara komune, Kementerian Lingkungan Hidup, Hidraulika, dan Sanitasi (Ministère de l'environnement, de l'hydraulique et de l'assainissement (MEHA)), lembaga tata ruang perkotaan, penyedia layanan air dan listrik, serta otoritas tanggap darurat. Otoritas, komune, penyedia layanan, atau proyek yang terkait menentukan akses praktis, biaya, dan waktu tanggap.
Lingkungan di Niger
Lingkungan di Niger mencakup sistem alam dan kondisi kehidupan sehari-hari. Alam meliputi gurun, pegunungan, sabana, lahan basah, dataran banjir, dan sistem wanatani, sedangkan lingkungan sekitar mencakup air, sanitasi, drainase, udara, kebisingan, ruang hijau, dan keselamatan setempat. Kondisinya sangat berbeda antara wilayah perkotaan, perdesaan, pinggiran, dan wilayah yang terdampak gangguan keamanan.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

