Kondisi lingkungan Monako memadukan habitat Mediterania dengan salah satu kawasan perkotaan yang paling padat pembangunannya di dunia. Alam di sana mencakup ekosistem laut, tebing berbatu, lembah-lembah kecil, kawasan botani, dan habitat yang terfragmentasi di sekitar Le Rocher, pelataran istana, serta ruang curam atau terbangun lainnya. Kawasan perlindungan laut Larvotto dan Spélugues (Larvotto and Spélugues marine protected areas) melindungi padang lamun, habitat koraligen, dan spesies laut, sekaligus mengizinkan penggunaan yang diatur. Lingkungan perkotaan di sekitarnya mencakup jalan, rute pejalan kaki, ruang publik, kualitas udara, kebisingan, ruang hijau, akses ke pantai, dan keselamatan sehari-hari. Medan yang curam dan keterbatasan lahan membuat pembangunan, pembangunan kembali, dan perubahan penggunaan lahan sangat terlihat dampaknya. Karena itu, kondisi lingkungan bergantung pada cara Monako melindungi habitat sambil mengelola bangunan, transportasi, akses publik, dan aktivitas sehari-hari yang intensif.
Lingkungan di Monako
Lingkungan di Monako mencakup sistem alam serta kondisi yang terbentuk oleh kehidupan perkotaan yang padat. Kawasan laut yang dilindungi, tebing, lembah, ruang hijau, dan spesies asli hidup berdampingan dengan jalan, bangunan, ruang publik, udara, kebisingan, akses ke air, dan persoalan keselamatan. Pembangunan dan perubahan penggunaan lahan dapat memengaruhi unsur-unsur tersebut di wilayah yang sangat kecil.
Saran
Pertimbangkan pilihan lingkungan di Monako sebagai persoalan habitat sekaligus persoalan penggunaan perkotaan. Rencana yang memengaruhi pantai, kawasan laut, tebing, ruang hijau, jalan, atau ruang publik harus diperiksa dampaknya terhadap alam yang dilindungi, akses, udara, kebisingan, dan keselamatan sebelum diselesaikan.

