Islam adalah agama mayoritas di Maroko dan bagian penting dari identitas nasional. Pengaruhnya terlihat dalam sapaan sehari-hari, ibadah, kebiasaan makan, perayaan, arsitektur, acara keluarga, dan kegiatan amal. Lima salat harian mengatur waktu keagamaan, meskipun praktik setiap orang berbeda. Salat Jumat pada tengah hari memiliki arti khusus bagi masyarakat, dan azan merupakan bagian yang akrab dalam kehidupan kota kecil maupun kota besar. Sebagian besar Muslim Maroko secara umum menganut Sunni, dan mazhab Maliki merupakan kerangka tradisional utama bagi hukum dan praktik keagamaan. Orang tidak perlu menggunakan istilah ini dalam percakapan sehari-hari agar istilah tersebut tetap membentuk kebiasaan bersama. Tradisi Sufi juga telah memengaruhi spiritualitas, keilmuan, musik, dan kehidupan masyarakat Maroko. Sebuah zawiya dapat berupa pondok keagamaan, pusat pengajaran, atau tempat yang terkait dengan guru spiritual maupun tokoh yang dihormati. Ramadan adalah bulan puasa dan mengubah ritme kehidupan sehari-hari. Banyak Muslim tidak makan dan minum dari fajar hingga matahari terbenam, lalu berbuka bersama keluarga atau teman, sementara anak-anak, pelancong, orang sakit, dan lainnya mungkin memiliki kewajiban yang berbeda. Dua hari raya Islam utama adalah Idulfitri setelah Ramadan dan Iduladha, yang berkaitan dengan kurban, berbagi, dan pertemuan keluarga. Perayaan setempat, ziarah, dan festival moussem dapat menambah bentuk pengabdian dan kegiatan masyarakat di tiap wilayah. Maroko memiliki sejarah panjang komunitas Yahudi yang terlihat pada sinagoge, pemakaman, mellah, musik, makanan, kerajinan, dan ingatan keluarga. Walaupun jumlah penduduk Yahudi kini jauh lebih kecil dibandingkan masa lalu, warisan Yahudi tetap menjadi bagian dari budaya Maroko. Pengamalan agama berbeda-beda antarindividu dan keluarga. Pakaian, salat, puasa, atau bahasa di ruang publik tidak dapat secara andal mengungkap keyakinan atau praktik pribadi seseorang. Masjid dan tempat suci dapat memiliki aturan yang berbeda menurut lokasi dan status pengunjung. Bersikap sopan, meminta izin, berbicara dengan tenang, dan menghormati orang yang beribadah merupakan langkah awal yang baik.
Agama di Maroko
Agama di Maroko terutama berpusat pada Islam, yang membentuk kalender, kebiasaan publik, kehidupan keluarga, serta banyak pandangan tentang amal dan perilaku. Sebagian besar Muslim Maroko secara umum menganut Islam Sunni, dengan tradisi hukum Maliki dan tradisi spiritual setempat memiliki arti khusus. Warisan Yahudi, kelompok minoritas agama yang kecil, dan tingkat pengamalan pribadi yang beragam juga menjadi bagian dari Maroko.
Saran
Ikuti petunjuk setempat terkait salat, puasa, pakaian, makanan, dan tempat suci tanpa membuat asumsi tentang keyakinan seseorang. Selama Ramadan, buat rencana dengan sabar dan hindari makan atau minum secara mencolok di dekat orang yang sedang berpuasa. Mintalah izin sebelum memasuki atau memotret tempat keagamaan.

