Politik di Malaysia

Malaysia adalah monarki konstitusional federal dengan Parlemen terpilih dan pemerintahan negara bagian. Tingkat federal menangani urusan nasional, sedangkan 13 negara bagian menangani banyak urusan melalui lembaganya sendiri; tiga wilayah federal mengikuti pengaturan federal. Pemilihan umum daerah pemilihan memilih perwakilan untuk Parlemen dan majelis negara bagian, dan mayoritas parlemen menentukan siapa yang dapat membentuk pemerintahan federal.

Saran

Gunakan pembagian kewenangan federal–negara bagian Malaysia sebagai penyaring pertama untuk setiap pertanyaan politik: tentukan apakah pertanyaan itu menyangkut kewenangan nasional, tanggung jawab negara bagian, atau wilayah federal. Saat menilai pemilihan umum, nilai penguasaan secara terpisah di tingkat Parlemen dan majelis negara bagian, lalu pastikan mayoritas yang relevan sebelum menyimpulkan siapa yang memerintah. Dengan demikian, hasil federal tidak dianggap sebagai pilihan langsung atas perdana menteri, dan hasil negara bagian tidak dianggap sebagai penguasaan pemerintahan nasional.

Negara

Negara bagian di Malaysia disebut negeri dan memiliki pemerintah sendiri untuk banyak urusan daerah. Malaysia memiliki 13 negara bagian dan tiga wilayah federal, dengan pembagian peran yang berbeda antara pemerintah federal dan pemerintah negara bagian. Uraian ini menjelaskan bagaimana negara bagian Malaysia diatur, dipimpin, dan terhubung dengan federasi.

Pemilu

Pemilihan umum di Malaysia memungkinkan warga memilih wakil untuk Parlemen federal dan majelis negara bagian. Malaysia menggunakan pemungutan suara berbasis daerah pemilihan, sehingga setiap pemilih biasanya memilih kandidat untuk satu kursi daerah, bukan memilih perdana menteri secara langsung. Ringkasan ini menjelaskan badan penyelenggara pemilu, surat suara, kampanye, pemungutan suara, dan pembentukan pemerintahan.