Maladewa adalah negara yang sebagian besar wilayahnya berupa laut dan terbentuk dari 26 atol alami. Ekosistemnya mendukung perikanan, pariwisata, perlindungan pantai, dan keanekaragaman hayati, sementara permukiman bergantung pada infrastruktur dan layanan yang berbeda-beda antar-pulau. Alam mencakup ekosistem dan satwa liar; lingkungan sekitar mencakup ruang publik sehari-hari, utilitas, sampah, air, air limbah, udara, kebisingan, area hijau, dan keselamatan pesisir. Kedua bidang ini saling bersinggungan ketika pembangunan memengaruhi terumbu karang, pantai, laguna, atau lahan basah. Pengelolaan lingkungan melibatkan Dewan Pulau (Island Council) dan Dewan Kota (City Council) untuk banyak urusan lokal, bersama dengan otoritas nasional yang bertanggung jawab atas regulasi, kepatuhan lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana. Kawasan lindung, perikanan, penelitian, pembangunan, dan interaksi dengan satwa liar dapat tunduk pada aturan atau izin yang terpisah. Kenaikan permukaan laut, erosi, laut yang menghangat, pengasaman laut, pemutihan karang, dan badai menimbulkan risiko bagi ekosistem dan masyarakat pesisir. Kondisi di Malé dan kota-kota lain, pulau berpenghuni, kawasan ekonomi atau industri, serta lokasi resor dapat sangat berbeda karena keterpencilan pulau, sistem setempat, ketersediaan layanan, biaya, dan waktu tanggap.
Lingkungan di Maladewa
Lingkungan di Maladewa mencakup sistem alam serta lingkungan sekitar tempat orang tinggal, bekerja, dan bepergian. Alam dibentuk oleh terumbu karang, laguna, pantai, padang lamun, hutan bakau, dan lahan basah di lebih dari 1.100 pulau karang dataran rendah. Kondisi lingkungan, layanan, dan aturan yang berlaku berbeda-beda menurut pulau, zona, kegiatan, dan penyedia layanan.
Saran
Jadikan pulau, zona, kegiatan, dan penyedia layanan tertentu sebagai titik awal untuk setiap keputusan lingkungan di Maladewa. Gunakan dewan setempat untuk urusan lingkungan sekitar dan layanan lokal, serta pastikan persyaratan nasional apabila suatu kegiatan memengaruhi alam, kawasan lindung, pembangunan, penelitian, perikanan, satwa liar, atau kesiapsiagaan bencana.

