Tata kelola transportasi di Libya secara formal terbagi antara Kementerian Transportasi, Otoritas Transportasi Darat, Otoritas Jalan dan Jembatan, Badan Pelaksanaan Proyek Transportasi, Otoritas Penerbangan Sipil (LYCAA), Otoritas Bandar Udara, Otoritas Pelabuhan dan Transportasi Maritim, Badan Pelaksanaan Proyek Kereta Api, Administrasi Lalu Lintas dan Perizinan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah kota, serta badan keamanan. Tanggung jawab mereka mencakup jalan, perizinan kendaraan, layanan penumpang, bandar udara, pelabuhan, dan infrastruktur kereta api yang direncanakan; namun layanan berbeda antara wilayah barat, timur, dan selatan serta antarkota dan koridor. Perjalanan dalam kota umumnya mengandalkan taksi, taksi bersama, minibus, dan layanan bus swasta. Perizinan formal tersedia, tetapi belum ditemukan jadwal atau daftar tarif nasional. Ketersediaan, harga, keselamatan, dan keandalan bergantung pada kota, kendaraan, penyedia, dan kondisi keamanan terkini. Di Tripoli, aplikasi pemesanan taksi Adex menyediakan pilihan pemesanan digital lokal. Konfirmasikan tarif, pengaturan penjemputan, dan metode pembayaran sebelum bepergian karena tidak ada satu daftar tarif nasional yang mengatur semua layanan. Transportasi jalan merupakan cara utama bepergian antarkota di Libya. Bus dan bus wisata swasta menghubungkan tempat seperti Tripoli, Benghazi, Misrata, Sabha, dan Zawiya, sedangkan layanan lintas negara dapat terbatas atau tidak teratur. Periksa waktu keberangkatan, kursi yang tersedia, tarif, kondisi jalan, dan situasi keamanan secara lokal sebelum mengandalkan layanan. Pemeriksaan yang sama berlaku untuk perjalanan menuju Ras Jedir dan perlintasan darat lain, tempat antrean, dokumen, biaya, status operasional, dan pemeriksaan keamanan dapat berubah. Perlintasan resmi mencakup Ras Jedir, Wazen, Amsaad, Ghadames, Ghat, dan Kufra. Mobil pribadi merupakan sarana mobilitas pribadi yang paling luas tersedia, tetapi kualitas jalan, pemeliharaan jembatan, kemacetan, keamanan, dan kelancaran perjalanan berbeda menurut pemerintah kota dan koridor. Jaringan jalan beraspal dilaporkan sepanjang 69.503 kilometer pada 2015. Gambaran Dewan Proyek Transportasi 2023 mencantumkan 150 proyek jalan utama: 18 selesai atau sedang dalam kewajiban, 59 berlangsung, 46 terhenti, 11 belum dimulai, dan 16 berada pada tahap studi. Gambaran itu juga mencantumkan 1.067 proyek jalan pertanian: 233 selesai atau sedang dalam kewajiban, 374 berlangsung, 402 terhenti, dan 58 belum dimulai. Angka tersebut menggambarkan portofolio proyek, bukan pengukuran kondisi jalan terkini. Mengemudi memerlukan SIM dan dokumen kendaraan yang berlaku. Pengemudi harus membawa dan menunjukkannya bila diminta; pihak berwenang dapat melakukan inspeksi teknis atau pemeriksaan polisi. Dasar hukum usia untuk memperoleh SIM adalah 18 tahun, beserta persyaratan medis, keterampilan praktik, dan catatan pidana; langkah dan biaya permohonan terkini perlu dikonfirmasi kepada otoritas lokal terkait. Asuransi tanggung jawab pihak ketiga diwajibkan oleh hukum. Layanan penumpang dan taksi juga memerlukan izin serta inspeksi dari badan transportasi dan lalu lintas. Batas kecepatan tercatat berbeda menurut jenis jalan dan kendaraan. Di dalam wilayah perkotaan, batasnya 50 km/jam untuk mobil pribadi dan sepeda motor, 40 km/jam untuk bus, serta 30 km/jam untuk kendaraan angkutan barang. Di luar kota, batas untuk kendaraan pribadi, bus, dan kendaraan angkutan barang masing-masing adalah 100, 80, dan 65 km/jam di jalan raya; 85, 70, dan 60 km/jam di jalan utama; 70, 60, dan 50 km/jam di jalan lokal; serta 50, 40, dan 30 km/jam di jalan pertanian. Sabuk pengaman berlaku untuk kursi depan dan belakang. Helm sepeda motor diwajibkan di semua jenis jalan dan untuk semua jenis mesin, meskipun informasi hukum yang tersedia tidak merinci cara mengencangkan atau standar teknisnya. Libya juga memiliki aturan tentang mengemudi sambil terdistraksi dan mengemudi di bawah pengaruh obat-obatan. Bukti tentang tes napas acak tidak ditemukan. Keselamatan jalan tetap menjadi perhatian besar. Data WHO melaporkan 2.218 kematian akibat kecelakaan jalan pada 2021; perkiraan WHO adalah 2.287 kematian, atau 34,0 kematian per 100.000 orang. Sumber yang sama mencatat 298.180 kendaraan terdaftar, termasuk 4.543 bus, 24.291 truk berat, serta 842 kendaraan bermotor roda dua dan tiga. Inspeksi kendaraan berkala diwajibkan. Penegakan menggabungkan metode manual dan otomatis, tetapi data nasional mengenai penggunaan sabuk pengaman, helm, ponsel, dan perjalanan menurut moda masih belum lengkap. Tidak ditemukan strategi keselamatan jalan nasional atau nomor akses layanan darurat nasional; periksa pengaturan darurat setempat sebelum perjalanan jauh. Ketersediaan bahan bakar juga memengaruhi akses ke mobil, taksi, dan bus. Berdasarkan Keputusan 32/2025, Perusahaan Minyak Nasional mengizinkan stasiun bahan bakar, sementara pemerintah kota dan badan keamanan mengidentifikasi stasiun yang beroperasi; informasi operasional diperbarui setiap tiga bulan. Karena itu, distribusi bahan bakar dapat memengaruhi ketersediaan layanan kendaraan meskipun jalan tetap terbuka. Transportasi udara merupakan pilihan jarak jauh formal. LYCAA mengawasi keselamatan penerbangan, navigasi, dan transportasi udara; platformnya menyediakan informasi status operasional untuk lebih dari 13 bandar udara. Otoritas Bandar Udara mencantumkan 20 bandar udara: empat utama dan 16 sekunder. Ketersediaan penerbangan domestik bergantung pada maskapai, status bandar udara, situasi keamanan, dan jadwal terkini. Wisatawan sebaiknya memeriksa langsung kepada maskapai atau bandar udara dan membawa identitas atau paspor yang diperlukan. Transportasi penumpang laut terbatas dan sesekali tersedia. Terminal penumpang Al-Shaab di Tripoli dibuka pada 2023 dengan layanan perdana Tripoli–Zarzis, tetapi ketersediaan reguler saat ini belum diverifikasi. Sebagian besar pelabuhan Libya terutama melayani kegiatan komersial dan maritim; keberadaan pelabuhan yang beroperasi tidak berarti kapal penumpang pasti berlayar. Berjalan kaki merupakan pilihan praktis untuk perjalanan perkotaan jarak pendek, tetapi trotoar, penyeberangan, marka, dan prioritas pejalan kaki tidak merata. Laporan UN-Habitat menemukan standar desain pejalan kaki dan pesepeda yang hanya sebagian tersedia, serta tidak adanya kebijakan berjalan kaki atau bersepeda nasional. Kajian di Tripoli menggambarkan trotoar dan penyeberangan yang tidak ada atau buruk. Belum ditemukan jaringan nasional terlindung atau layanan bersepeda formal; bersepeda masih terutama untuk rekreasi atau kebutuhan praktis lokal. Keselamatan sangat bergantung pada lalu lintas, desain jalan, dan kondisi setempat. Saat ini belum ditemukan layanan kereta api penumpang yang beroperasi di Libya. Badan Pelaksanaan Proyek Kereta Api melaporkan jaringan yang direncanakan sepanjang sekitar 3.170 kilometer, termasuk jalur Ras Jedir–Amsaad sepanjang 2.178 kilometer dan bagian selatan sepanjang 992 kilometer. Kontrak untuk tahap pertama telah ditandatangani, Benghazi–Tobruk sedang dirancang, dan rancangan Tobruk–Amsaad telah selesai. Ini adalah capaian perencanaan dan pembangunan, bukan akses penumpang saat ini. Dominasi jalan dan kendaraan pribadi berkontribusi pada kemacetan, polusi udara, kebisingan, dan emisi. SLOCAT melaporkan transportasi sebagai sektor penghasil CO2 terbesar kedua di Libya, dengan sekitar 28% CO2 seluruh perekonomian dan emisi CO2 transportasi sebesar 15,2 juta ton pada 2021. Bersepeda, berjalan kaki, kereta api, dan transportasi umum masih kurang berkembang atau baru direncanakan, bukan pengganti nasional yang matang. Kementerian Lingkungan Hidup mengumumkan adopsi NDC, NAP, dan INC pada 2025, tetapi langkah transportasi spesifik yang sedang berjalan belum diverifikasi.
Transportasi di Libya
Transportasi di Libya mencakup mobil pribadi, taksi, taksi bersama, minibus, bus antarkota, perjalanan udara, dan layanan penumpang laut yang terbatas; tidak ditemukan satu jaringan transportasi umum nasional dengan jadwal dan sistem tarif terpadu. Jalan dan mobil mendominasi mobilitas sehari-hari, sementara berjalan kaki lazim untuk perjalanan perkotaan jarak pendek dan bersepeda masih terutama bersifat informal. Kereta api belum memiliki layanan penumpang yang beroperasi, meskipun jaringan yang direncanakan sedang dikembangkan.
Saran
Pilih transportasi di Libya berdasarkan kota, koridor, situasi keamanan terkini, dan tingkat keandalan yang dibutuhkan; jangan menganggap satu sistem nasional berlaku di semua tempat. Konfirmasikan setiap keberangkatan, tarif, kondisi jalan, atau status bandar udara secara lokal, dan anggap dokumen yang berlaku, asuransi, akses bahan bakar, serta perlengkapan pelindung sebagai syarat perjalanan mobil. Untuk jarak jauh, bandingkan perjalanan darat dengan ketersediaan penerbangan terkini; jangan merencanakan perjalanan dengan mengandalkan kereta penumpang atau layanan laut yang belum terverifikasi.

