Sejarah Liberia bermula sebelum berdirinya republik modern. Sebelum kontak pesisir dengan orang Eropa sejak abad ke-15, berbagai masyarakat berbahasa Kwa, Mande, dan Mel membentuk permukiman, hubungan politik, dan jaringan perdagangan di sepanjang Pesisir Guinea Hulu. Sejarah masyarakat Gola, Kissi, Bassa, Dei, Belle, Kru, Grebo, Krahn, Mano, Gio, Dan, Kpelle, Loma, Gbandi, Mende, Vai, dan Mandingo tidak membentuk satu urutan yang seragam; beberapa tradisi migrasi dan tanggal masih diperdebatkan. Perdagangan regional mencakup hasil kelapa sawit, karet, gading, lada, dan orang-orang yang diperbudak. Aksara Vai, yang dikembangkan pada abad ke-19, merupakan contoh penting tradisi tulis pribumi. Kategori Eropa seperti sejarah kuno dan Abad Pertengahan tidak sepenuhnya sesuai dengan periode sejarah setempat di Liberia.
Sejarah Liberia
Sejarah Liberia mengkaji perkembangan masyarakat, lembaga, dan sistem politik di negara ini dari waktu ke waktu. Bukti awal berasal dari arkeologi, sejarah lisan, perbandingan bahasa, dan perdagangan regional karena tidak ada kronik tertulis setempat yang berkesinambungan dan mencakup seluruh negeri. Liberia modern terbentuk melalui pemukiman abad ke-19, pembentukan negara, serta konflik antara otoritas Ameriko-Liberia dan masyarakat adat. Penelitian juga mengkaji perang saudara, pembangunan perdamaian, beragam penafsiran, dan cara masyarakat menjaga ingatan sejarah.
Saran
Pahami sejarah Liberia sebagai kajian regional yang menilai sumber secara kritis, bukan sebagai satu kisah pendirian. Tentukan periode, tempat, dan pertanyaan terlebih dahulu, lalu bandingkan bukti tertulis, arkeologis, lisan, dan kelembagaan serta tandai dengan jelas penafsiran yang diperdebatkan. Tangani ingatan konflik dengan kehati-hatian tambahan: mintalah persetujuan, lindungi narasumber, dan jangan menganggap dialog masyarakat sebagai pengganti pertanggungjawaban pidana.

