Konstitusi Lesotho mengakui Sesotho, bahasa Inggris, isiXhosa, isiPhuthi, dan bahasa isyarat sebagai bahasa resmi. Pemerintah harus mendukung pengembangan dan pemajuan bahasa-bahasa tersebut, dan dokumen pemerintah sebaiknya menggunakan setidaknya dua bahasa resmi. Komunikasi juga dapat menggunakan bahasa isyarat dan braille jika praktis serta didukung sumber daya dan kebutuhan yang tersedia. Pengakuan hukum ini lebih luas daripada uraian kurikulum lama yang hanya menyebut Sesotho dan bahasa Inggris; penerapan praktis untuk isiXhosa, isiPhuthi, dan bahasa isyarat belum sepenuhnya terbukti di seluruh sistem pendidikan. Sesotho memiliki peran terkuat dalam kehidupan sehari-hari dan identitas nasional. Bahasa Inggris sangat berguna untuk pendidikan formal, administrasi publik, ujian, pendidikan tinggi, dan banyak tempat kerja. Pada pendidikan awal, literasi Reception menggunakan bahasa rumah, termasuk Sesotho, isiPhuthi, isiNdebele, isiXhosa, dan bahasa isyarat, bersama bahasa Inggris. Dari Kelas 1 sampai 3, sekolah menggunakan Sesotho sebagai bahasa pertama, bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, dan bahasa tambahan seperti isiPhuthi, isiNdebele, isiXhosa, atau bahasa isyarat. Pengelompokan bahasa yang sama berlanjut di Kelas 4 sampai 7, sementara kebijakan pendidikan menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar mulai Kelas 4 dan Sesotho tetap sebagai mata pelajaran. Jalur sekolah formal menghubungkan pembelajaran bahasa dengan ujian nasional. Dewan Ujian Lesotho, yang dikenal sebagai ECoL, menyelenggarakan ujian seperti Kelas 7, Junior Certificate atau Form C, serta Lesotho General Certificate of Secondary Education (LGCSE) atau Form E. Bahasa Inggris dan Sesotho termasuk dalam kombinasi mata pelajaran inti ujian. Bahasa Prancis dan Afrikaans merupakan pilihan bahasa asing yang terverifikasi dalam Junior Certificate, dan jadwal LGCSE 2025 mencakup French DELF Scolaire A1. Peserta ujian dari luar negeri dapat mengambil bahasa modern sebagai pengganti Sesotho. Siswa sekolah dan peserta privat mengikuti proses pendaftaran terpisah; peserta privat memerlukan bukti, biaya, dan kepatuhan terhadap tenggat yang disyaratkan. Sebagai contoh, tenggat LGCSE 2026 yang tercantum adalah 28 Maret untuk peserta privat dan 30 April untuk siswa sekolah. Orang dewasa dapat mengembangkan kemampuan bahasa melalui pendidikan nonformal yang menggabungkan literasi, numerasi, pembelajaran remedial, dan pembelajaran komunitas. Program ini sering bersinggungan dengan pembelajaran bahasa, tetapi tujuan utamanya biasanya literasi praktis, bukan kursus bahasa asing umum. Pusat dan pos pembelajaran dapat menyediakan akses bagi orang dewasa dan kaum muda di luar sekolah reguler. Lesotho Distance Teaching Centre (LDTC) menawarkan bahan belajar mandiri, dukungan peserta didik, dan portal pembelajaran daring. Pendaftaran biasanya berlangsung dari Februari hingga April dan umumnya memerlukan kartu identitas nasional, catatan pendidikan terverifikasi, serta dua foto paspor. Biaya masuk yang tercantum mencakup M60 untuk pendaftaran dan M50 untuk tutorial; biaya mata pelajaran dan buku kerja berbeda-beda dan perlu dikonfirmasi sebelum mendaftar. Institut Studi Ekstramural Universitas Nasional Lesotho menawarkan pendidikan paruh waktu bagi orang dewasa. Diploma Pendidikan Orang Dewasa berlangsung selama tiga tahun dan biasanya mensyaratkan nilai LGCSE minimal E dalam empat mata pelajaran termasuk Bahasa Inggris, atau kualifikasi COSC atau GCE yang setara. Kegiatan komunikasinya mencakup pelafalan, menyimak, berbicara, membaca, menulis, tata bahasa, serta penulisan laporan atau bisnis, sehingga relevan untuk kebutuhan kerja dan komunitas. Sistem belajar LDTC, platform NUL THUTO, sumber pendidikan terbuka, serta materi audio-visual mendukung pembelajaran digital, tetapi tidak ditemukan kurikulum digital nasional terverifikasi yang khusus hanya untuk Sesotho, isiPhuthi, isiXhosa, atau bahasa isyarat. Kursus daring swasta dan internasional merupakan pilihan eksternal, bukan satu sistem nasional tunggal. ECoL juga menawarkan layanan English Proficiency seharga M420, dengan hasil yang biasanya diterbitkan dalam dua hari kerja jika dokumen LGCSE atau COSC asli yang disyaratkan diserahkan. Tidak ada sertifikat bahasa Inggris umum yang terverifikasi secara hukum sebagai syarat untuk setiap pekerjaan. Karena itu, pilihan belajar yang paling sesuai bergantung pada tujuan: kemajuan sekolah, ujian, literasi orang dewasa, komunikasi di tempat kerja, interaksi sehari-hari, atau bahasa asing tertentu. Sesotho dan bahasa Inggris memiliki relevansi praktis terluas, sedangkan kesempatan belajar bahasa lain yang diakui secara resmi masih lebih terpisah-pisah dan perlu diperiksa secara lokal.
Pembelajaran Bahasa di Lesotho
Pembelajaran bahasa di Lesotho berpusat pada Sesotho dan bahasa Inggris, dengan pengakuan resmi tambahan untuk isiXhosa, isiPhuthi, dan bahasa isyarat berdasarkan amandemen konstitusi 2025. Sesotho penting untuk komunikasi sehari-hari dan identitas nasional, sementara bahasa Inggris banyak digunakan dalam pendidikan formal, komunikasi publik, ujian, dan pekerjaan. Pembelajaran berlangsung melalui sekolah, pusat belajar orang dewasa, pendidikan jarak jauh, program pendidikan tinggi, praktik komunitas, dan sumber digital.
Saran
Pilih jalur belajar berdasarkan hasil yang Anda butuhkan: kemajuan sekolah, ujian, literasi praktis, bahasa Inggris untuk pekerjaan, komunikasi sehari-hari, atau bahasa tambahan tertentu. Sesotho dan bahasa Inggris biasanya menawarkan manfaat praktis terluas, sementara pengakuan konstitusional saja tidak menjamin tersedianya kursus di sekitar Anda atau pengajaran konsisten dalam isiXhosa, isiPhuthi, atau bahasa isyarat. Konfirmasikan penyedia, dokumen masuk, biaya terkini, tenggat pendaftaran, dan bukti yang diterima sebelum menginvestasikan waktu atau uang.

