Pendidikan prasekolah, yang dalam bahasa Lao disebut ຊັ້ນອະນຸບານ, biasanya melayani anak usia tiga hingga lima tahun selama tiga tahun. Daerah terpencil mungkin menyediakan kelas prasekolah satu tahun bagi anak usia lima tahun. Hampir separuh anak yang memulai Kelas 1 belum pernah mengikuti pendidikan prasekolah, dan akses pendidikan dini berbeda tajam antara komunitas perkotaan, perdesaan, terpencil, dan etnis. Tahun ajaran biasanya berlangsung dari September hingga Juni. Sekolah dasar mencakup Kelas 1 hingga 5. Sekolah menengah pertama, ມັດທະຍົມຕອນຕົ້ນ, mencakup Kelas 6 hingga 9, sedangkan sekolah menengah atas, ມັດທະຍົມຕອນປາຍ, mencakup Kelas 10 hingga 12. Sekolah gabungan dasar dan menengah lazim ditemukan. Berdasarkan Undang-Undang Pendidikan 2025 yang telah diubah, pendidikan dasar terdiri dari sekolah dasar dan menengah pertama, dan wajib belajar berakhir setelah menuntaskan sekolah menengah pertama. Anak biasanya memasuki sekolah menengah pertama sekitar usia sebelas tahun dan menengah atas sekitar usia lima belas tahun. Kementerian Pendidikan dan Olahraga, Department of General Education, layanan pendidikan tingkat provinsi atau ibu kota, kantor pendidikan distrik atau munisipalitas, dan sekolah berbagi tanggung jawab atas sistem tersebut. Sekolah setempat dan kantor pendidikan distrik memastikan prosedur pendaftaran karena dokumen dan tenggat yang seragam secara nasional belum terverifikasi. Bahasa pengajaran formal utama adalah Lao. Anak yang tidak berbicara bahasa Lao mungkin memerlukan pengajaran bahasa Lao intensif atau pengaturan asrama agar dapat berpartisipasi penuh di sekolah. Akses berbeda menurut jarak, transportasi, kemiskinan rumah tangga, kemampuan berbahasa Lao, etnis, disabilitas, ketersediaan guru, dan infrastruktur sekolah. LSIS III 2023 melaporkan kehadiran bersih tersesuaikan sebesar 86.0% bagi anak usia sekolah dasar, 61.8% bagi usia sekolah menengah pertama, dan 37.1% bagi usia sekolah menengah atas. Angka anak tidak bersekolah yang bersesuaian adalah 13.8%, 29.1%, dan 58.0%. Tingkat penyelesaian adalah 87.6% untuk sekolah dasar, 56.2% untuk menengah pertama, dan 37.4% untuk menengah atas; transisi efektif dari sekolah dasar ke menengah pertama sebesar 89.6%. Pendidikan negeri yang tercakup dalam wajib belajar tidak dipungut biaya berdasarkan Pasal 75 Undang-Undang Pendidikan. Keluarga tetap mungkin membayar transportasi, seragam, makanan, bahan belajar, dan sumbangan komunitas. Sekolah swasta menetapkan biaya kuliah dan layanan sendiri serta harus memberi tahu orang tua atau wali sebelum semester dimulai. Negara menyediakan buku pelajaran dan bahan belajar, tetapi ketersediaannya berbeda menurut wilayah. School Block Grants, National School Lunch Programme, dan dukungan publik atau komunitas lainnya menyasar wilayah perdesaan, terpencil, etnis, terdampak kemiskinan, dan kekurangan gizi. Dukungan WFP pada 2024 menjangkau 98,600 peserta didik prasekolah dan sekolah dasar di 1,057 sekolah; angka ini tidak mewakili cakupan nasional. Peserta didik berhak atas perlakuan setara, sertifikat atau diploma setelah lulus, informasi, akses ke perpustakaan dan museum, kesempatan memberi masukan tentang pengajaran dan pembelajaran, serta partisipasi dalam pengembangan sekolah. Peraturan juga mengatur dukungan bagi peserta didik yang kurang beruntung, termasuk mereka yang miskin, memiliki disabilitas, berbakat, perempuan, atau berasal dari kelompok etnis. Peserta didik dan keluarga harus mematuhi hukum, aturan sekolah, dan guru, serta memenuhi kewajiban menuntaskan pendidikan wajib. Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang dinyatakan bagi peserta didik penyandang disabilitas, dengan dukungan melalui Inclusive Education Centre dan pelatihan terkait. Penyediaan praktis masih tersebar. Gedung dan toilet mungkin tidak dapat diakses, sementara jarak, kemiskinan, stigma, dan terbatasnya sumber daya khusus dapat menghalangi keikutsertaan. Tidak ada jaringan sekolah atau kelas khusus terpisah secara nasional yang seragam dan telah terverifikasi. Bahan Lao Education and Sports Teaching and Learning Platform untuk mata pelajaran sekolah dasar dan menengah dapat mendukung pembelajaran luring atau campuran saat kehadiran rutin terganggu. Setelah menyelesaikan sekolah menengah pertama, peserta didik dapat melanjutkan ke sekolah menengah atas atau beralih ke jalur kejuruan atau pendidikan tinggi, yang merupakan bidang pendidikan terpisah.
Sekolah di Laos
Pendidikan sekolah di Laos mencakup pendidikan prasekolah, sekolah dasar, serta sekolah menengah pertama dan atas. Anak-anak biasanya masuk Kelas 1 pada usia enam tahun, bersekolah dasar dari Kelas 1 hingga 5, menengah pertama dari Kelas 6 hingga 9, dan menengah atas dari Kelas 10 hingga 12. Pendidikan dasar negeri yang termasuk wajib belajar tidak dipungut biaya, tetapi transportasi, seragam, makanan, bahan belajar, dan sumbangan komunitas tetap dapat menimbulkan biaya.
Saran
Perlakukan akses sekolah di Laos sebagai keputusan perencanaan setempat, bukan sekadar soal biaya pendidikan. Periksa jarak, dukungan bahasa, akses fisik, jenjang yang tersedia, bahan belajar, dan seluruh biaya rumah tangga bersama sekolah dan kantor pendidikan setempat. Beri perhatian tambahan pada perpindahan ke sekolah menengah pertama, karena banyak peserta didik tidak menuntaskan jenjang tersebut.

