Sistem media Kamboja memiliki tiga lapisan yang saling terhubung. Lapisan formal mencakup pers berlisensi, penyiaran, telekomunikasi, dan layanan streaming. Lapisan nonformal mencakup pelatihan Literasi Media dan Informasi Digital, pendidikan kecakapan hidup di sekolah, dan peningkatan kapasitas jurnalis. Lapisan informal mencakup penerbitan di media sosial, kegiatan kreator, siaran langsung, perdagangan, dan berbagi berita. Lapisan-lapisan ini saling tumpang tindih, tetapi kekuatan hukumnya, lembaga yang bertanggung jawab, dan ketentuan aksesnya berbeda. Kementerian Informasi (Ministry of Information, MoI) mengawasi kegiatan pers, penyiaran, pendaftaran dan lisensi media, serta identitas jurnalis. Kementerian Pos dan Telekomunikasi (Ministry of Post and Telecommunications, MPTC) menangani telekomunikasi dan kebijakan digital, menerbitkan pemberitahuan publik mengenai misinformasi, dan mengoordinasikan sebagian kegiatan perlindungan anak daring. Regulator Telekomunikasi Kamboja (Telecommunication Regulator of Cambodia, TRC) menangani penyedia layanan internet, layanan seluler dan internet, lisensi frekuensi radio, pengaduan, dan data telekomunikasi. Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa (Ministry of Culture and Fine Arts, MoCFA) menyediakan layanan pendaftaran hak cipta. Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Ministry of Education, Youth and Sport, MoEYS) mendukung literasi digital dan media di sekolah. Pada April 2025, Kamboja mencatat 39 lisensi penyedia layanan internet, 4 perusahaan seluler, dan 69 lisensi telekomunikasi. Broadband seluler dan ponsel pintar menjadi gerbang utama untuk mengakses media. Angka April 2025 sebesar 20.697.933 langganan seluler dan 19.620.937 langganan internet merupakan jumlah langganan, bukan jumlah orang yang unik. Penetrasi internet tercatat 111,62%, penetrasi seluler 117,75%, dan penggunaan internet oleh individu 68,48%. Media tersedia dalam bahasa Khmer, Inggris, Prancis, Mandarin, dan Vietnam, bergantung pada layanan dan penerbitnya. Domain .KH dapat mendukung kehadiran digital Kamboja, tetapi domain itu sendiri tidak membuktikan mutu editorial, otorisasi hukum, atau izin hak cipta. Pers mencakup surat kabar serta media daring, radio, dan televisi. Undang-Undang Pers melindungi fungsi jurnalistik seperti kerahasiaan sumber dan memberi perlindungan dari penyensoran sebelum penerbitan, sedangkan kebebasan berekspresi tetap tunduk pada hak orang lain, tradisi yang baik, ketertiban umum, dan keamanan nasional berdasarkan Pasal 41 Konstitusi. Pendaftaran pers, persyaratan lisensi, biaya, dan waktu proses bergantung pada prosedur MoI yang berlaku; Kamboja tidak memiliki satu tarif atau tenggat akses media universal. Penyiaran melalui saluran terestrial, kabel, satelit, atau internet dapat memerlukan otorisasi MoI, lisensi frekuensi atau telekomunikasi TRC, serta izin untuk menyiarkan ulang atau mereproduksi materi yang dilindungi. Layanan streaming sudah berkembang tetapi terfragmentasi. Aplikasi resmi MoINFO dan layanan swasta seperti TV360, yang memegang lisensi MoI 041 tertanggal 28 Desember 2023, menunjukkan model platform yang berbeda. Biaya langganan, iklan, penggunaan data, dan persyaratan perangkat berbeda menurut penyedia. Bukti tentang hak universal atas media layanan publik atau satu skema akses media terpadu tidak tersedia di Kamboja; akses biasanya bergantung pada penyedia, perangkat, koneksi data, dan platform yang dipilih. Facebook, TikTok, YouTube, Telegram, dan Instagram merupakan saluran umum untuk penerbitan pribadi, berbagi berita, perdagangan, dan siaran langsung. Aturan platform berlaku berdampingan dengan hukum Kamboja. Tidak ada satu lembaga nasional yang mengatur semua layanan media sosial, meskipun MPTC, TRC, dan badan lain dapat bertindak dalam tanggung jawab masing-masing. Karena itu, unggahan publik dapat menimbulkan konsekuensi privasi, hak cipta, pencemaran nama baik, keselamatan, atau penegakan aturan akun meskipun tidak melibatkan ruang redaksi tradisional. Jurnalisme dapat dimulai melalui media, asosiasi profesional, universitas, atau program pelatihan. Bukti mengenai satu kualifikasi jurnalisme nasional yang wajib tidak tersedia. UNESCO dan Departemen Media dan Komunikasi mendukung peningkatan kapasitas, dan 3.300 kartu pers dibagikan kepada jurnalis terdaftar pada 2025. Pemetaan UNESCO yang dikutip menemukan bahwa perempuan mencakup 9,4% tenaga kerja jurnalis. Jurnalis dan kreator dapat menghadapi risiko pelecehan daring atau luring, diskriminasi, intimidasi, dan impunitas; peringkat Reporters Without Borders tahun 2025 menempatkan Kamboja di urutan 161 dari 180 negara, dalam kategori sangat serius. Pelatihan DMIL mengembangkan kemampuan untuk mengakses, menilai, membuat, dan menggunakan konten secara aman, bertanggung jawab, dan etis. Kerangka DMIL Kamboja diluncurkan MPTC dan UNESCO pada 2024, didukung dialog universitas dan pemuda, forum media, serta kegiatan formal dan nonformal lainnya. Dalam kerangka hukum yang dikaji, tidak ditemukan undang-undang akses informasi mandiri yang telah disahkan; karena itu, proposal yang masih berupa rancangan tidak boleh diperlakukan sebagai hak yang berlaku. Pemuda menghadapi risiko daring tertentu. Lebih dari 80% anak usia 12–17 tahun menggunakan internet, dan sekitar tiga perempat penduduk aktif di media sosial pada 2025. Sekitar 11% remaja pengguna internet usia 12–17 tahun mengalami eksploitasi dan pelecehan seksual anak daring (online child sexual exploitation and abuse, OCSEA), diperkirakan sekitar 160.000 orang muda. Risikonya mencakup pemerasan seksual, komentar atau gambar seksual yang tidak diinginkan, penipuan, peretasan, hilangnya privasi, dan perundungan siber. Pedoman Perlindungan Anak Daring Kamboja, panduan keselamatan daring MoEYS dan UNICEF, serta dukungan Dewan Nasional untuk Anak dan organisasi mitra menyediakan kerangka pencegahan dan respons. UNICEF menyebut APLE sebagai pilihan pelaporan dan dukungan anonim gratis. Pengaturan privasi, pemblokiran, pelaporan ke platform, dan bantuan dari orang dewasa tepercaya merupakan langkah perlindungan praktis. Perlindungan hak cipta timbul secara otomatis untuk karya yang dilindungi. Deposit atau pendaftaran sukarela melalui MoCFA dapat membantu mendokumentasikan kepengarangan. Penulis, pelaku pertunjukan, produser video, dan penyiar dapat mengendalikan reproduksi, siaran ulang, dan komunikasi publik. Cuplikan berita pendek, kutipan, penelitian, dan pendidikan dapat termasuk pengecualian, tetapi pengecualian bergantung pada penggunaannya dan tidak memberikan hak umum untuk menyalin keseluruhan karya. Penyiaran atau reproduksi tanpa izin dapat menimbulkan upaya hukum perdata atau pidana, termasuk hukuman yang dikutip berupa penjara satu sampai tiga bulan dan denda 1.000.000 sampai 10.000.000 riel untuk pelanggaran tertentu. Sebelum menggunakan foto, rekaman, video, artikel, atau siaran milik orang lain, penerbit perlu memeriksa kepemilikan, izin, atribusi, dan pengecualian yang berlaku.
Media di Kamboja
Media di Kamboja mencakup surat kabar berlisensi, radio, televisi, telekomunikasi, dan layanan streaming, serta aktivitas media sosial dan kreator. Broadband seluler dan ponsel pintar merupakan saluran akses utama: pada April 2025, Kamboja mencatat 20.697.933 langganan seluler, 19.620.937 langganan internet, dan penggunaan internet oleh 68,48% penduduk. Kementerian Informasi, Kementerian Pos dan Telekomunikasi, Regulator Telekomunikasi Kamboja, Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa, serta Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga memiliki tanggung jawab yang berbeda. Literasi Media dan Informasi Digital (Digital Media and Information Literacy, DMIL) berarti menemukan, menilai, membuat, dan menggunakan media secara aman, bertanggung jawab, dan etis.
Saran
Pilih saluran media di Kamboja sesuai tujuan: bandingkan penyedia, perangkat, dan biaya data untuk akses; pastikan persyaratan MoI atau TRC untuk penerbitan dan penyiaran yang diatur; dan perlakukan media sosial sebagai saluran dengan aturan serta risikonya sendiri. Simpan catatan hak untuk setiap karya dari pihak lain dan verifikasi informasi sebelum menerbitkan klaim yang dapat memengaruhi hak atau keselamatan orang lain. Untuk pengguna muda, atur perlindungan privasi serta rencana pelaporan dan dukungan sebelum penggunaan media sosial rutin.

