Anjing dan kucing umumnya dipelihara di rumah tangga, diperoleh melalui pemindahan informal, peternak, toko hewan peliharaan, dan organisasi penyelamat. Adopt Cambodia mencantumkan anjing dan kucing dari penampungan serta organisasi penyelamat di seluruh Kamboja dan menyediakan pencarian berdasarkan spesies, usia, ukuran, lokasi, dan penampungan. Calon pemilik sebaiknya memeriksa asal-usul, usia, perilaku, catatan vaksinasi dan pemberian obat cacing, kondisi kesehatan hewan, serta—jika relevan—legalitas pembiakan atau perdagangan. Satwa liar yang tercantum dalam CITES bukan hewan peliharaan biasa dan mungkin memerlukan izin atau sertifikat tersendiri. Undang-Undang Kesehatan dan Produksi Hewan, yang disahkan sebagai NS/RKM/0116/003 pada 28 Januari 2016, mencakup kesehatan hewan, kesehatan manusia, kesejahteraan hewan, dan perlindungan lingkungan. Ketentuan tentang kesejahteraan hewan terdapat di Bab 11. Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries, MAFF) menyediakan kerangka nasional; Direktorat Jenderal Kesehatan dan Produksi Hewan (General Directorate of Animal Health and Production, GDAHP) menangani fungsi veteriner dan kesehatan hewan, sedangkan Departemen Pertanian, Kehutanan dan Perikanan tingkat kota atau provinsi menjalankan layanan secara lokal. Bukti yang tersedia tidak menunjukkan adanya undang-undang nasional tersendiri tentang kesejahteraan hewan peliharaan, daftar hewan peliharaan nasional yang wajib, izin umum bagi pemilik pribadi, atau jalur penyerahan hewan nasional yang lengkap. Jika terjadi sengketa atau diperlukan prosedur resmi, terjemahan bahasa Inggris atas undang-undang Kamboja perlu diperiksa berdasarkan naskah hukum bahasa Khmer. Perawatan yang bertanggung jawab mencakup tempat berlindung yang sesuai, air bersih, makanan yang tepat, pengawasan, perawatan medis, pengendalian parasit, vaksinasi, identifikasi, dan transportasi yang aman. Rabies endemik di Kamboja, dan anjing yang berkeliaran bebas turut meningkatkan risiko gigitan. Vaksinasi inti untuk anjing dan kucing umumnya memerlukan dua atau tiga kunjungan selama sekitar enam minggu, kemudian vaksin penguat setiap tahun sesuai arahan veteriner setempat. Sterilisasi, pemasangan mikrocip, dan vaksinasi komunitas dapat mengurangi risiko kesehatan dan penelantaran. Program tangkap-steril-vaksinasi-lepas (trap-neuter-vaccinate-return, TNVR) dan kampanye vaksinasi tersedia, tetapi cakupannya terbatas dan bukan layanan nasional yang terjamin. Akses veteriner tidak merata di luar wilayah perkotaan utama. Layanan swasta dan nirlaba paling banyak terkonsentrasi di Phnom Penh; layanan atau program yang terdokumentasi juga terdapat di tempat seperti Kampot, Takeo, Battambang, dan Kampong Cham. Harga PPAWS yang dipublikasikan menggambarkan biaya dari penyedia tertentu, bukan tarif nasional Kamboja: vaksinasi rabies tercantum seharga USD 10, vaksinasi inti USD 20 untuk anjing dan USD 25 untuk kucing, obat cacing USD 5, pengobatan kutu USD 12, dan pemasangan mikrocip USD 45. Sterilisasi tercantum seharga USD 40 untuk kucing jantan dan USD 70 untuk kucing betina; harga untuk anjing berkisar USD 70–110 untuk jantan dan USD 110–150 untuk betina, tergantung berat badan. Program penyelamatan, hewan terlantar, dan layanan berbiaya rendah mungkin memiliki harga atau aturan kelayakan berbeda. Tidak ada bukti tentang penggantian biaya oleh pemerintah secara nasional atau jaringan veteriner universal yang beroperasi 24 jam. Gigitan atau dugaan paparan rabies memerlukan saran medis segera bagi manusia. Pusat Pencegahan Rabies Institut Pasteur du Cambodge (IPC) beroperasi di Phnom Penh, Battambang, dan Kampong Cham. Hewan tersebut perlu ditangani melalui dokter hewan, otoritas pertanian setempat, atau kontak GDAHP. Catatan hewan peliharaan sebaiknya memuat sertifikat vaksinasi, temuan medis, pengobatan parasit, rincian mikrocip, dan informasi kepemilikan. Membawa hewan peliharaan masuk ke Kamboja dapat memerlukan deklarasi pabean, sertifikat kesehatan, paspor hewan peliharaan, catatan vaksinasi, paspor atau dokumen identitas pemilik, dan dokumen transportasi. Panduan kepabeanan Kamboja juga mengaitkan perpindahan hewan hidup dengan pemeriksaan veteriner dan higiene di bawah MAFF dan GDAHP. Cambodia Airports mencantumkan sertifikat veteriner, sertifikat vaksinasi rabies, sertifikat pengirim untuk hewan hidup, dan Daftar Periksa Penerimaan Hewan Hidup IATA untuk kargo hewan peliharaan; maskapai dapat menetapkan ketentuan tambahan. Penerima barang atau agen sebaiknya mengatur prapemeriksaan sebelum kedatangan. Bukti yang ditinjau tidak memastikan durasi karantina ataupun pengecualian otomatis. Mengekspor hewan peliharaan memerlukan pemenuhan aturan impor negara tujuan serta dokumentasi Kamboja. PPAWS mencantumkan izin ekspor resmi seharga USD 60 dan meminta tanggal penerbangan, bandara tujuan, kota dan negara tujuan, buku vaksinasi, sertifikat rabies, serta paspor pemilik. Negara tujuan mungkin juga mensyaratkan mikrocip, izin impor, masa tunggu rabies, uji titer antibodi rabies, sertifikat kesehatan yang disahkan, atau karantina. PPAWS menetapkan mikrocip sebagai prasyarat pemrosesan ekspor dan menyatakan bahwa vaksinasi untuk izin ekspor atau impor dari Kamboja sebaiknya diberikan setelah pemasangan mikrocip. Laboratorium Virologi IPC diakui untuk pengujian FAVN, yaitu tes antibodi rabies, pada anjing, kucing, dan musang; kadar titer yang dilaporkan memadai adalah setidaknya 0,5 IU/ml. Waktu, biaya, dan masa berlaku dokumen bergantung pada negara tujuan dan penyedia layanan. Tidak ada bukti tentang otoritas penyerahan hewan peliharaan nasional yang dikelola pemerintah di Kamboja. Penampungan dan organisasi penyelamat mungkin menerima hewan hanya jika kapasitas tersedia. Pengasuhan sementara, pencarian pemilik baru secara langsung, dan pencantuman untuk adopsi dapat menjadi alternatif yang dapat dijalankan. Sebelum hewan dipindahkan, berikan catatan medis, status sterilisasi, informasi rabies, data mikrocip, catatan perilaku, dan catatan tertulis tentang pemilik baru. Penelantaran menimbulkan risiko kesejahteraan, gigitan, dan penyakit, terutama di wilayah tempat anjing berkeliaran bebas merupakan hal yang umum.
Memelihara Anjing dan Kucing di Kamboja
Memelihara anjing atau kucing di Kamboja berarti memilih sumber yang tepercaya, mengatur perawatan veteriner pencegahan, dan mengelola risiko rabies. Layanan dan aksesnya tersebar tidak merata; klinik swasta dan organisasi kesejahteraan hewan terkonsentrasi di Phnom Penh dan beberapa provinsi. Tidak ada bukti tentang sistem nasional untuk pendaftaran atau perizinan hewan peliharaan maupun penyerahan hewan, sehingga pemilik perlu mengatur sendiri identifikasi, catatan, perawatan yang aman, dan pencarian pemilik baru.
Saran
Rencanakan kepemilikan hewan peliharaan di Kamboja sebagai tanggung jawab yang harus diatur sendiri: periksa asal-usul dan catatan hewan, pastikan akses ke layanan veteriner yang andal, dan siapkan anggaran perawatan sebelum mengambil tanggung jawab. Prioritaskan pencegahan rabies, pengawasan yang aman, dan dokumentasi lengkap, khususnya karena layanan tidak merata dan anjing yang berkeliaran bebas meningkatkan risiko paparan. Perlakukan perjalanan dan pencarian pemilik baru sebagai urusan terpisah yang perlu dikoordinasikan sejak awal; jangan menganggap ada proses nasional yang baku.

