Transportasi penumpang umum di Djibouti sebagian besar diselenggarakan secara privat. Bus, minibus, bajaj, yaitu kendaraan roda tiga bermotor, dan taksi beroperasi di Kota Djibouti dan Balbala. Penumpang biasanya membayar tunai kepada pengemudi atau kondektur. Sistem tiket elektronik nasional dan jadwal yang diterbitkan secara andal belum terdokumentasi. Rute dan pemberhentian resmi sebagian ditandai dengan warna; perjalanan antarkota menggunakan titik keberangkatan yang ditentukan. Harga bergantung pada moda transportasi, zona, dan rute. Daftar tarif resmi yang lebih lama mencantumkan, untuk perjalanan kota tertentu pada malam hari, 30 atau 50 FDJ, serta 50 FDJ ke Balbala, 150 FDJ ke Doraleh, 250 FDJ ke Arta, 300 FDJ ke Loyada, dan 400 FDJ ke Dikhil, Ali-Sabieh, dan Holl-Holl. Panduan Kantor Pariwisata mencantumkan tarif bus atau minibus mulai dari 50 FDJ per zona, tarif taksi mulai dari 600 FDJ per zona, serta 1.000 hingga 1.500 FDJ untuk taksi dari bandara. Tarif acuan bus regional tercantum sebesar 500 FDJ ke Arta, 600 FDJ ke Ali-Sabieh, 700 FDJ ke Dikhil, 1.500 FDJ ke Tadjourah, dan 2.000 FDJ ke Obock. Jumlah dan waktu perjalanan ini tidak diterbitkan sebagai jaminan yang berlaku saat ini dan sebaiknya diperiksa secara lokal sebelum berangkat. Kereta Api Ethio-Djibouti menghubungkan Pelabuhan Djibouti dengan Ethiopia. Jalur sepur standar yang berlistrik ini panjangnya 656 kilometer dan beroperasi secara komersial sejak 2018. Fungsi utamanya adalah angkutan barang dan koridor pelabuhan ke Ethiopia; perjalanan kereta antara Djibouti dan Addis Ababa memakan waktu sekitar dua belas jam, dibandingkan sekitar tiga hari melalui jalan darat. Layanan penumpang dengan pemesanan melalui aplikasi EDR atau pemberitahuan EDR terkini telah terdokumentasi sejak 2025, tetapi jadwal dan tarif dapat berubah. Kereta api ini tidak menggantikan transportasi umum perkotaan. Bandara Internasional Djibouti-Ambouli adalah bandara internasional sipil utama di dekat ibu kota. Otoritas Penerbangan Sipil (Autorité de l’Aviation Civile) dan Otoritas Bandara Djibouti bertanggung jawab atas pengawasan formal; Air Djibouti dan Ethiopian Airlines termasuk maskapai yang terdokumentasi. Layanan domestik Air Djibouti ke Tadjourah dan Obock yang pernah terdokumentasi tidak boleh otomatis dianggap masih beroperasi sebagai layanan terjadwal saat ini. Pelabuhan Djibouti, Pelabuhan Tadjourah, dan Pelabuhan Ghoubet melengkapi transportasi darat dan udara. Feri, perahu motor, dan dhow menyediakan koneksi fungsional melintasi Teluk Tadjourah; feri Mohamed Ali Gadileh telah menghubungkan Djibouti dan Tadjourah dalam waktu sekitar 90 menit sejak Januari 2025. Jadwal dan harga tidak diterbitkan secara seragam, dan laut bergelora atau angin yang membawa debu (Khamsin) dapat mengganggu layanan. Kementerian Infrastruktur dan Peralatan/Transportasi (Ministère des Infrastructures et de l’Équipement/Transport) mengoordinasikan sektor transportasi. Dewan Nasional Transportasi Perkotaan dan Antarkota (Conseil national des transports urbains et interurbains), Badan Jalan Djibouti (Agence Djiboutienne des Routes), yang bertanggung jawab atas perencanaan, pembangunan, pemeliharaan, dan modernisasi jalan nasional, Direktorat Pertambangan dan Keselamatan Jalan (Direction des Mines et de la Sécurité Routière), kepolisian, dan gendarmerie berbagi tanggung jawab lainnya. Penyedia swasta memerlukan lisensi transportasi profesional, izin operasi untuk setiap kendaraan, dan inspeksi teknis. Otoritas Pelabuhan dan Zona Bebas Djibouti (DPFZA) terkait dengan pelabuhan, zona bebas, dan profesi tertentu yang berhubungan dengan transportasi. Peraturan lalu lintas yang berlaku mewajibkan SIM yang sah dan asuransi tanggung gugat pihak ketiga. Kendaraan diperiksa saat pendaftaran dan selanjutnya paling lama setiap dua belas bulan; kendaraan baru dikecualikan dari interval ini selama tiga tahun pertama. Di kawasan terbangun, batas kecepatan maksimum adalah 50 km/jam untuk kendaraan hingga 3,5 ton dan 40 km/jam untuk kendaraan yang lebih berat. Di luar kawasan terbangun, batasnya 80 km/jam untuk mobil dan kendaraan roda dua atau tiga, serta 60 km/jam untuk kendaraan berat dan kendaraan layanan publik. Penumpang umumnya memiliki akses nondiskriminatif ke transportasi umum formal, sementara penyedia wajib mematuhi persyaratan lisensi, izin operasi, inspeksi, rute, dan tarif. Berjalan kaki tetap menjadi cara utama untuk bepergian sehari-hari. Jika trotoar atau bahu jalan tersedia, gunakanlah; dalam jarak 50 meter, gunakan tempat penyeberangan yang ditentukan, dan kendaraan wajib mendahulukan pejalan kaki di sana. Mutu trotoar dan tempat penyeberangan tidak merata. Sepeda dan sepeda bermotor diakui dalam lalu lintas jalan, tetapi umumnya harus menggunakan badan jalan; setiap sepeda boleh membawa paling banyak satu penumpang. Jaringan bersepeda yang berkesinambungan atau sistem berbagi sepeda kelembagaan belum terdokumentasi. Di Kota Djibouti, jalan umumnya lebih berkembang dibandingkan di luar ibu kota. Di luar ibu kota, ruas jalan yang tidak beraspal atau rusak, banjir bandang, dan perubahan cuaca dapat menyulitkan perjalanan. Kecelakaan lalu lintas serius sering terjadi. Inspeksi keselamatan RN2 antara Nagad dan Loyada serta Proyek Koridor Ekonomi Regional Djibouti dimaksudkan untuk memperbaiki jalan, drainase, jalur pejalan kaki, tempat penyeberangan, dan informasi waktu nyata. Transportasi juga berkaitan dengan kualitas udara, konsumsi energi, dan keselamatan; kereta api listrik disebut sebagai koneksi rendah emisi, sedangkan data terkini yang andal tentang pangsa moda dan emisi transportasi di Djibouti belum tersedia.
Transportasi di Djibouti
Transportasi sehari-hari di Djibouti terutama mengandalkan bus, minibus, bajaj, taksi, dan berjalan kaki, terutama antara Kota Djibouti, Ambouli, dan Balbala. Untuk perjalanan lebih jauh, bus regional, kereta api listrik ke Ethiopia, penerbangan domestik dan internasional, serta layanan feri dan perahu melintasi Teluk Tadjourah menambah pilihan. Harga, jadwal, dan mutu layanan dalam praktik berbeda menurut moda dan rute; informasi terkini perlu diperiksa sebelum bepergian. Lalu lintas jalan dan kondisi cuaca sangat memengaruhi keselamatan dan waktu perjalanan.
Saran
Rencanakan perjalanan di Djibouti dengan memastikan harga dalam franc Djibouti (FDJ), menyediakan waktu cadangan yang realistis, dan menyiapkan pilihan alternatif. Untuk perjalanan pendek di Kota Djibouti, bus atau minibus biasanya lebih murah; taksi, kereta api, feri, atau penerbangan lebih sesuai jika rute, ketersediaan, dan waktu perjalanan mendukungnya. Di luar ibu kota, kondisi jalan, banjir, laut bergelora, dan perubahan jadwal mendadak lebih penting daripada tarif yang tercantum.

