Islam Syiah Dua Belas (Twelver Shia Islam) adalah tradisi keagamaan mayoritas di Iran. Ajarannya menghormati Nabi Muhammad, keluarga beliau, dan garis dua belas Imam yang dianggap sebagai pemimpin spiritual dan pemimpin yang sah. Para ulama, masjid, tempat ziarah, seminari, badan amal, dan lembaga negara semuanya memengaruhi kehidupan keagamaan publik. Agama dan pemerintahan berkaitan erat, tetapi warga Iran memiliki pandangan yang beragam mengenai hubungan tersebut. Praktik Muslim sehari-hari dapat mencakup salat, puasa, amal, ibadah haji, dan perhatian terhadap makanan halal. Tingkat dan bentuk ketaatan berbeda-beda antara individu dan keluarga. Ramadan adalah bulan puasa Islam, sedangkan Idulfitri menandai berakhirnya bulan tersebut. Muharam, terutama Asyura, memperingati kesyahidan Imam Husain dan mencakup perkumpulan berkabung, khotbah, arak-arakan, serta kegiatan amal. Ziarah ke tempat-tempat suci penting bagi banyak Muslim Syiah. Pengunjung dapat berdoa, mengenang tokoh suci, mencari ketenangan, memberikan donasi, atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Komunitas Sunni terutama tinggal di beberapa wilayah perbatasan dan mencakup berbagai kelompok etnis. Keyakinan Islam dasar mereka memiliki banyak kesamaan dengan keyakinan Syiah, sedangkan otoritas keagamaan dan beberapa ritualnya berbeda. Iran memiliki komunitas Zoroaster, Yahudi, dan Kristen yang telah lama ada. Gereja Armenia dan Asiria, sinagoge, kuil api, perayaan, dan lembaga komunitas merupakan bagian dari warisan keagamaan negara tersebut. Kaum Baháʼí berasal dari Iran pada abad kesembilan belas dan membentuk sebuah komunitas keagamaan, tetapi mereka menghadapi pembatasan resmi dan sosial yang berat. Kepekaan dan rasa hormat sangat penting ketika membahas afiliasi pribadi. Sebagian warga Iran mengikuti jalan Sufi, praktik spiritual lain, tradisi keluarga campuran, atau tidak menganut agama apa pun. Perilaku di ruang publik tidak selalu menunjukkan keyakinan pribadi. Agama di Iran memberikan komunitas, pedoman moral, amal, identitas, dan tradisi seni bagi banyak orang. Agama juga dapat melibatkan perselisihan, perlakuan yang tidak setara, atau tekanan ketika keyakinan, hukum, dan pilihan pribadi bertentangan.
Agama di Iran
Agama di Iran terutama dibentuk oleh Islam Syiah Dua Belas, yang berkaitan erat dengan lembaga negara dan kalender publik. Muslim Sunni, umat Kristen, Yahudi, Zoroaster, Baháʼí, penganut kepercayaan lain, dan orang yang tidak beragama juga merupakan bagian dari masyarakat Iran. Praktik pribadi berkisar dari ketaatan yang mendalam hingga sikap privat, selektif, atau sekuler.
Saran
Jangan pernah menebak agama seseorang dari pakaian, nama, atau perilaku publiknya. Tanyakan secara pribadi dan hanya jika informasi tersebut benar-benar relevan. Di tempat-tempat suci dan selama acara keagamaan, ikuti petunjuk tuan rumah dan perlakukan para jemaat sebagai peserta, bukan tontonan.

