Kata yang umum dipakai dalam bahasa Indonesia untuk alam adalah alam. Indonèsia terbentang di sebuah kepulauan tropis yang luas, dan karakter alamnya berbeda-beda antara pulau-pulau bagian barat dan timur, pegunungan tinggi, dataran rendah yang kering, lahan basah, dan laut di sekitarnya. Ekosistem darat utama meliputi hutan dataran rendah dan pegunungan, hutan rawa gambut, sabana, lahan basah air tawar, sungai, dan bentang alam vulkanik. Ekosistem laut dan pesisir mencakup hutan bakau, dataran pasang surut, padang lamun, terumbu karang, dan laut dalam. Pulau-pulau Indonèsia memiliki keanekaragaman hayati yang kaya. Keterpisahan antarpulau membantu tumbuhan dan hewan yang berbeda berkembang, sehingga spesies yang umum di satu daerah mungkin tidak ada atau dilindungi di daerah lain. Alam mendukung kehidupan masyarakat melalui manfaat praktis yang disebut jasa ekosistem. Hutan dan lahan basah mengatur aliran air, hutan bakau mengurangi energi gelombang, serangga membantu penyerbukan tanaman pangan, terumbu karang mendukung perikanan, dan tanah yang sehat membantu menghasilkan pangan. Kawasan alam dapat dikelola sebagai taman nasional, cagar alam, hutan lindung, kawasan konservasi laut, wilayah adat (adat), atau zona lokal lainnya. Akses dan kegiatan yang diizinkan dapat berbeda, jadi pengunjung perlu mematuhi rambu dan arahan setempat. Banyak masyarakat memiliki hubungan budaya yang erat dengan tanah, hutan, sungai, dan laut. Adat secara umum mengacu pada tradisi dan lembaga kebiasaan, meskipun setiap masyarakat memiliki praktik dan kewenangannya sendiri. Tekanan terhadap alam dapat mencakup hilangnya habitat, kebakaran, pencemaran, perdagangan satwa liar ilegal, pemanenan yang merusak, spesies invasif, dan pariwisata yang dikelola dengan buruk. Perubahan iklim dapat menambah tekanan melalui pemanasan, perubahan pola hujan, kenaikan permukaan laut, dan perubahan kondisi laut. Konservasi dapat memadukan kawasan lindung, pemulihan habitat, pertanian dan perikanan berkelanjutan, perlindungan spesies, kegiatan ilmiah, serta pengelolaan oleh masyarakat. Perlindungan jangka panjang lebih mungkin berhasil ketika masyarakat setempat berperan aktif dan mata pencaharian turut dipertimbangkan. Siapa pun yang memasuki kawasan alam perlu bersiap menghadapi panas tropis, hujan deras, arus, medan terjal, satwa liar, dan komunikasi yang terbatas. Mematuhi batas kawasan, membawa kembali sampah, dan menggunakan panduan dari warga setempat yang berpengalaman membantu melindungi manusia maupun tempat tersebut.
Alam di Indonèsia
Alam di Indonèsia mencakup hutan hujan, gunung berapi, sungai, lahan gambut, hutan bakau, pantai, dan laut berterumbu karang. Bentuk negara kepulauan ini mendukung keanekaragaman hayati yang luar biasa; beberapa spesies dan ekosistem mungkin hanya terdapat di satu wilayah. Alam juga menyediakan pangan, air, mata pencaharian, makna budaya, dan perlindungan dari bahaya.
Tip
Menikmati alam di Indonèsia dimulai dengan memilih tempat yang sesuai dengan kemampuan dan mempelajari kondisi setempat. Amati satwa liar, tumbuhan, terumbu karang, dan situs adat tanpa mengambil atau mengganggunya. Persiapan sangat penting di tempat yang risikonya dapat berubah karena cuaca, arus, aktivitas vulkanik, atau jangkauan telepon.

