Budaya di Fiji

Budaya di Fiji dibentuk oleh masyarakat iTaukei, Indo-Fiji, Rotuman, Banaban, dan komunitas lainnya, serta oleh institusi bersama dan kehidupan publik. Budaya ini mencakup bahasa, agama, tradisi, seni, sejarah, tahapan kehidupan, dan cara hidup bersama. Praktik dan akses berbeda-beda menurut pulau, provinsi, desa, agama, keluarga, dan institusi.

Saran

Pahami budaya di Fiji sebagai sesuatu yang bergantung pada konteks: pilih nasihat dan layanan berdasarkan komunitas, tempat, agama, atau institusi yang terlibat. Institusi nasional mungkin menyediakan jalur resmi untuk seni atau warisan, sedangkan masyarakat setempat atau lembaga agama mungkin menjadi kontak pertama yang lebih tepat untuk praktik, upacara, dan partisipasi. Jangan menyajikan adat atau pilihan bahasa dari satu komunitas sebagai aturan untuk seluruh Fiji.

Tahap kehidupan

Fiji tidak memiliki satu sistem pemerintahan yang mencakup setiap tahap kehidupan. Usia, peristiwa hidup, dan layanan yang dibutuhkan menentukan kementerian, kantor, sekolah, fasilitas kesehatan, kelompok masyarakat, atau program kesejahteraan mana yang relevan. Peralihan penting mencakup masa kanak-kanak awal, sekolah, pelatihan bagi kaum muda, masa dewasa, usia lanjut, kebutuhan perawatan, dan dukungan saat krisis.

Sejarah

Sejarah Fiji mencakup permukiman awal di Pasifik, perkembangan komunitas iTaukei, pemerintahan kolonial Inggris, migrasi dari India, dan terbentuknya negara modern yang beragam. Fiji merdeka pada 1970, tetapi ketegangan politik dan kudeta militer terus memengaruhi lembaga serta kehidupan publiknya. Penafsiran sejarah perlu mempertimbangkan tradisi lisan, arkeologi, catatan kolonial, dan pengalaman berbagai komunitas.

Seni

Art covers cultural venues, scenes, access and funding.

agama

Agama di Fiji mencakup komunitas Kristen, Hindu, Muslim, Sikh, dan komunitas lainnya. Ibadah, pengajaran, serta praktik terkait peristiwa penting dalam kehidupan terutama diatur oleh gereja setempat, mandir, masjid, gurdwara, dan lembaga keagamaan lainnya. Fiji adalah negara sekuler yang melindungi keyakinan, ibadah, perayaan keagamaan, praktik, dan pengajaran agama sekaligus memisahkan agama dari negara. Hari libur nasional, sekolah berbasis agama, dan perkawinan yang diakui secara hukum memadukan aturan nasional dengan pengaturan setempat.

Bahasa

Fiji memiliki lanskap bahasa multibahasa yang diakui secara kelembagaan, berpusat pada iTaukei, Fiji Hindi atau Hindustani, dan bahasa Inggris. Bahasa Inggris mendominasi administrasi formal, hukum, pendidikan menengah dan tinggi, serta komunikasi antar-komunitas bahasa. iTaukei dan Fiji Hindi tetap penting bagi kehidupan masyarakat, budaya, agama, pendidikan dasar, dan partisipasi publik. Rotuman, Banaban, Urdu, dan bahasa komunitas lainnya juga digunakan, tetapi perannya lebih terbatas atau bersifat lokal.

Tradisi

Tradisi di Fiji adalah praktik, simbol, dan ekspresi hidup yang diwariskan melalui keluarga, komunitas, dan lembaga. Tradisi mencakup perayaan tahunan, upacara daur hidup, tata cara penyambutan, musik, tari, pakaian, kerajinan, dan kebiasaan regional. Fiji tidak memiliki satu sistem tradisi nasional: komunitas iTaukei, Indo-Fiji, Rotuman, Banaban, dan lainnya mempertahankan praktik yang berbeda menurut pulau, provinsi, desa, agama, dan keluarga.

Koeksistensi

Kehidupan sehari-hari di Fiji dibentuk oleh hak konstitusional, aturan pemerintah kota, praktik adat dan komunitas, serta undang-undang yang mengatur ruang publik, keselamatan, dan komunikasi digital. Fiji tidak memiliki satu lembaga nasional yang menangani semua persoalan hidup bersama. Jalur yang tepat bergantung pada apakah masalahnya menyangkut aturan dewan kota, forum komunitas iTaukei, diskriminasi, sengketa perdata, keselamatan publik, atau dampak buruk di dunia daring.