Alam (natur) di Denmark dibentuk oleh dataran rendah negara ini dan banyak pulaunya, yang menciptakan hubungan erat antara daratan, laut, pantai, bukit pasir, lahan basah, danau, dan perairan pesisir yang terlindung. Lahan pertanian mencakup sebagian besar bentang alam, sementara hutan (skove), padang rumput, padang semak, rawa, dan habitat lainnya membentuk kawasan yang lebih kecil tetapi penting. Banyak tempat alami dikelola, bukan sepenuhnya liar. Orang biasa berjalan kaki, bersepeda, mengamati burung, berenang, memancing jika diizinkan, dan menghabiskan waktu di hutan publik serta kawasan pesisir. Rekreasi luar ruang (friluftsliv) sering digunakan untuk menggambarkan kegiatan ini. Akses bergantung pada jenis lahan dan kegiatannya. Pantai dan banyak kawasan alam publik umumnya dapat diakses, sedangkan lahan pribadi, ladang yang dibudidayakan, area berpagar, zona satwa liar, dan habitat sensitif dapat memiliki pembatasan. Kawasan lindung dapat menjaga bentang alam, tumbuhan, hewan, fitur geologis, atau jejak budaya. Rambu dan petunjuk setempat dapat membatasi akses, anjing, api, berkemah, mengambil benda alam, bersepeda, atau pergerakan selama periode sensitif. Tumbuhan dan hewan Denmark dipengaruhi oleh hilangnya habitat, polusi, pengeringan lahan, penggunaan lahan intensif, spesies invasif, dan perubahan iklim. Pemulihan lahan basah, pembuatan habitat yang saling terhubung, serta pengelolaan hutan dan padang rumput dapat mendukung keanekaragaman hayati. Alam pesisir menarik tetapi dapat berubah-ubah. Angin, gelombang, erosi, arus, air dingin, dan pasir yang berpindah dapat menimbulkan risiko meskipun bentang alamnya tampak landai. Pengunjung yang bertanggung jawab tetap berada di rute yang sesuai, mengendalikan anjing, membawa pulang sampah, menghindari gangguan terhadap hewan, serta membiarkan tumbuhan dan habitat tetap utuh. Kebiasaan ini memungkinkan alam dan rekreasi berbagi ruang yang terbatas.
Alam di Denmark
Alam di Denmark dibentuk oleh garis pantai yang panjang, bentang alam rendah, lahan pertanian, hutan, lahan basah, danau, serta kota-kota. Sebagian besar daratan telah lama digunakan atau dikelola manusia, sehingga alam yang bernilai sering berada berdampingan dengan pertanian dan permukiman. Akses publik umum tersedia di banyak tempat, tetapi mengikuti aturan untuk melindungi satwa liar, pemilik lahan, dan pengunjung lain.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

