Kewajiban pemberi kerja di Pantai Gading terutama didasarkan pada Undang-Undang No. 2015-532 tanggal 20 Juli 2015 yang menetapkan Kode Ketenagakerjaan dan perubahannya melalui Ordonansi No. 2021-902 tanggal 22 Desember 2021. Sebelas dekret pelaksana tertanggal 15 April 2026 merinci, antara lain, kontrak kerja, masa pemberitahuan, peraturan internal (règlement intérieur), daftar pemberi kerja, kerja paruh waktu, dewan perusahaan (comité d’entreprise), perselisihan kolektif, perjanjian kerja bersama, akomodasi bagi pekerja tertentu yang dipekerjakan secara permanen, layanan kesehatan kerja, dan higiene tempat kerja. Rincian tambahan dapat bergantung pada industri dan perjanjian kerja bersama (convention collective); aturan dasar pemberi kerja berlaku luas dan seragam di seluruh negeri. Pemberi kerja dapat berupa orang perseorangan (personne physique) atau badan hukum (personne morale), serta perusahaan swasta atau publik, jika mengarahkan dan membayar karyawan. Pengangkatan permanen dalam administrasi publik merupakan pengecualian menurut undang-undang dan tidak termasuk cakupan Kode Ketenagakerjaan yang sama. Usaha informal secara faktual dapat menjadi pemberi kerja, tetapi kegiatan informal umumnya tidak membebaskannya dari kewajiban hukum ketenagakerjaan.
Pemberi Kerja di Pantai Gading
Pemberi kerja di Pantai Gading, yang dalam bahasa Prancis disebut employeur, mengatur pekerjaan, merekrut karyawan, dan membayar upah mereka. Peran pemberi kerja mencakup perekrutan dan pengelolaan serta jam kerja, cuti, keselamatan, jaminan sosial, perwakilan, dan pemutusan hubungan kerja. Untuk usaha formal, pendaftaran dimulai di badan promosi investasi (CEPICI); sejak karyawan pertama, pendaftaran ke dana jaminan sosial Pantai Gading (CNPS) menyusul.
Saran
Anggap peran pemberi kerja di Pantai Gading sebagai tanggung jawab organisasi yang berkelanjutan, bukan sekadar langkah pendirian usaha. Setelah merekrut karyawan, prioritaskan pendaftaran CNPS, kontrak yang dapat ditelusuri, catatan penggajian, dan keselamatan kerja. Pendaftaran formal sangat berguna untuk transaksi perbankan, kontrak publik, atau tenaga kerja yang lebih besar; kegiatan informal tidak menghapus kewajiban terkait pekerjaan.

