Brasil tidak memiliki satu identitas agama. Banyak tradisi hidup berdampingan, dan seseorang dapat sangat taat, hanya terhubung secara longgar dengan suatu tradisi, menggabungkan berbagai pengaruh, atau tidak menganut agama apa pun. Agama Katolik telah memiliki kehadiran kelembagaan dan budaya yang panjang. Gereja, perayaan santo, ziarah, upacara keluarga, dan festival lokal tetap penting, meskipun tingkat partisipasinya sangat berbeda-beda. Komunitas Protestan dan evangelikal mencakup banyak gereja independen dan gereja berdasarkan denominasi. Mereka menyelenggarakan ibadah, musik, pembelajaran, dukungan sosial, media, dan kegiatan lingkungan dengan cara yang beragam. Agama Afro-Brasil yang khas (Candomblé) dan tradisi Afro-Brasil yang berbeda (Umbanda) merupakan dua agama dengan sejarah, komunitas, ritual, dan konsep sakral masing-masing. Keduanya tidak boleh diperlakukan sebagai hal yang sama atau direduksi menjadi cerita rakyat. Spiritisme, terutama tradisi yang dipengaruhi Allan Kardec, memiliki kehadiran yang cukup besar di Brasil. Pembelajaran, amal, pengembangan moral, praktik penyembuhan, dan keyakinan tentang roh dapat memainkan peran penting dalam komunitasnya. Tradisi spiritual masyarakat adat beragam dan merupakan bagian dari masyarakat tertentu. Komunitas lain mencakup penganut agama Yahudi, Islam, Buddha, Hindu, dan gerakan keagamaan baru, yang masing-masing memiliki lembaga dan praktik sendiri. Kebebasan beragama mencakup kebebasan untuk meyakini sesuatu, mengubah keyakinan, menjalankan agama, dan tidak beragama. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap menghormati berarti menghindari tekanan dan mengakomodasi kebutuhan yang wajar terkait ibadah, makanan, pakaian, simbol, dan hari-hari suci. Intoleransi beragama tetap menjadi masalah sosial yang serius, terutama ketika prasangka menyasar tradisi Afro-Brasil. Hidup berdampingan dengan aman membutuhkan bahasa yang akurat, persetujuan, perlakuan setara, dan perlindungan dari pelecehan.
Agama di Brasil
Agama di Brasil beragam dan terlihat dalam kehidupan keluarga, lingkungan tempat tinggal, perayaan, musik, dan perdebatan publik. Tradisi Katolik, Protestan, Afro-Brasil, Spiritisme, masyarakat adat, Yahudi, Muslim, Buddha, dan tradisi lainnya hidup berdampingan dengan orang-orang yang tidak beragama. Keyakinan dan praktik sangat beragam di dalam setiap kelompok.
Saran
Tanyakan kepada orang lain bagaimana mereka menyebut agama mereka sendiri, alih-alih menebak dari nama, pakaian, atau latar belakang keluarga. Sebelum mengunjungi tempat ibadah, periksa ketentuan tentang pakaian, fotografi, makanan, dan partisipasi. Anda dapat menolak ritual dengan hormat tanpa menghina komunitas tersebut.

