Botswana beriklim semi-arid dan menggabungkan peternakan dengan produksi tanaman pangan. Pertanian menyumbang kurang dari 2% terhadap produk domestik bruto, sementara tagihan impor pangan mencapai 14,7 miliar pula pada 2024. Menurut analisis Neraca Pangan untuk 2021 hingga 2023, rata-rata tersedia 2.690 kilokalori per orang per hari. Tepung jagung menyediakan 21% dari energi yang tersedia ini, tepung gandum dan campuran gandum 10%, minyak bunga matahari 8%, gula rafinasi 7%, dan susu sapi mentah 6%. Ada perbedaan besar antara produksi dalam negeri dan ketergantungan impor biji-bijian. Pada 2023, tingkat swasembada mencapai 78% untuk sorgum, 101% untuk millet, 11% untuk jagung, 1% untuk gandum, dan 0% untuk beras. Angka ini menunjukkan ketergantungan tinggi pada impor jagung, gandum, dan beras, sedangkan millet mungkin menunjukkan surplus dalam negeri. Dewan pemasaran pertanian Botswana (Botswana Agricultural Marketing Board) mendukung pasar untuk biji-bijian tertentu, kacang-kacangan, dan tanaman minyak. Kementerian pertanian Botswana (Ministry of Lands and Agriculture) berupaya meningkatkan produksi lokal, mengurangi ketergantungan impor, melakukan diversifikasi, dan menambah nilai. Hidangan khas menggabungkan biji-bijian, daging, kacang-kacangan, dan sayuran. Hidangan daging yang dimasak perlahan lalu ditumbuk (seswaa) dibuat dari daging sapi atau kambing yang dimasak perlahan dan ditumbuk. Hidangan sorgum yang memadukan lerotse dan madila (bogobe jwa lerotse) menggunakan tepung sorgum, lerotse, dan madila; bogobe, phaleche, atau mabele sering disantap dengan daging, kacang-kacangan, atau sayuran berdaun (morogo). Makanan lain yang tercatat mencakup dikgobe, lebelebele atau zengwe, madombi, mokoto, mokwetjep, pap, ikan atau tlhapi, serta phane atau mophane. Cara menyiapkan dan menyantapnya berbeda menurut rumah tangga, wilayah, dan acara. Hidangan ini antara lain disajikan pada acara khusus, di restoran, pusat jajanan, dan oleh pedagang kaki lima. Pasokan protein yang tersedia pada 2023 adalah 70,6 gram per orang per hari. Tepung jagung, tepung gandum dan campuran gandum, daging sapi tanpa tulang, susu sapi mentah, serta daging bertulang merupakan sumber protein yang penting. Namun, jumlah pangan yang tersedia tidak otomatis menggambarkan konsumsi perorangan atau kecukupan gizi. Pada 2023/24, sebanyak 28,1% penduduk mengalami kerawanan pangan sedang dan 19,1% mengalami kerawanan pangan berat. Jumlahnya 47,2%. Di wilayah perdesaan, proporsi penduduk yang mengalami kerawanan pangan sedang atau berat adalah 59,1%, dibandingkan dengan 45,7% di desa perkotaan (Urban Villages) dan 32,6% di kota. Restoran dan tempat makan bawa pulang di Gaborone, Mogoditshane, Francistown, Molepolole, Selebi-Phikwe, dan Maun menawarkan hidangan lokal dan internasional. Tidak ada tolok ukur harga makanan atau eceran nasional yang seragam. Pada Juli 2026, inflasi tahunan mencapai 9,4%; makanan dan minuman nonalkohol menyumbang 1,0 poin persentase. Pada Juni 2026, impor makanan dan minuman berjumlah 1.091,2 juta pula. Keamanan pangan antara lain diatur oleh undang-undang pengawasan pangan tahun 1993 (Food Control Act), peraturan pengawasan pangan (Food Control Regulations), serta prosedur peringatan dan penarikan pangan (Food Safety Alerts & Recall Procedures). Operator usaha pangan (Food Business Operator), disingkat FBO, mencakup usaha dalam produksi, pengolahan, pengemasan, penyimpanan, pengangkutan, distribusi, impor, katering, dan penjualan. Kementerian kesehatan Botswana (Ministry of Health & Wellness) menetapkan standar, menilai risiko, melakukan inspeksi, dan menerbitkan peringatan. Dewan distrik (District Councils) dan dewan kota (Town Councils) bertanggung jawab, antara lain, atas lisensi perdagangan dan pengawasan kesehatan lingkungan. Jika terjadi kontaminasi bakteri atau kimia, risiko kesehatan, benda asing, atau penarikan resmi, usaha terdampak harus menghentikan pengolahan, impor, pembuatan, distribusi, dan penjualan produk terkait. Barang yang dikembalikan harus dibayar kembali, dan catatan penarikan harus disimpan setidaknya tujuh tahun. Ikan lebih penting di Okavango, Chobe, dan Ngamiland daripada di banyak bagian negara lainnya. Pemerintah merencanakan zona pengembangan akuakultur (Aquaculture Development Zones) di Okavango, Chobe, dan SPEDU, serta tempat penetasan kecil di Shakawe. Proyek pemberian makan di sekolah di Kgatleng sedang menguji ikan dari akuakultur lokal. Pada 2024, produksi ikan lokal diperkirakan sekitar 550 ton per tahun, sedangkan permintaan sekitar 5.000 ton. Hasil tangkapan yang lebih kecil dan penangkapan ikan berlebihan menekan keberlanjutan di North-West dan Chobe. Langkah seperti budidaya hemat air dan tahan kekeringan, pemanenan air, rantai dingin, akuakultur, serta penangkapan ikan berkelanjutan dimaksudkan untuk memperbaiki pasokan dan menambah nilai lokal. Phane atau mophane dikumpulkan secara musiman setelah hujan, dengan puncak yang tercatat sekitar November dan Desember, lalu kembali pada April. Pengumpulan terutama berlangsung secara informal; legalitas, akses, dan keberlanjutan bergantung pada lokasi tertentu. Siapa pun yang mengoperasikan restoran atau tempat makan bawa pulang memerlukan lisensi perdagangan dari dewan distrik atau kota terkait, serta, antara lain, laporan kesehatan lingkungan, laporan zonasi atau perencanaan, dan bukti tempat usaha. Layanan perizinan yang tercantum menetapkan waktu lima hari kerja; biayanya dapat bervariasi. Aturan lokal terkini sebaiknya diperiksa, khususnya karena informasi yang ditinjau mencantumkan tempat makan bawa pulang sebagai bidang yang dibatasi bagi warga negara. Dukungan teknis untuk akuakultur tersedia melalui Kantor Produksi Hewan Distrik (District Animal Production Office) terdekat bagi warga negara, petani perorangan, asosiasi, dan usaha terdaftar.
Makanan di Botswana
Pasokan pangan Botswana menggabungkan peternakan, budidaya biji-bijian, perikanan, dan impor dalam jumlah besar. Tepung jagung, tepung gandum, minyak bunga matahari, gula, daging sapi, dan susu termasuk bahan pangan utama yang tersedia, sementara sorgum dan millet lebih banyak diproduksi secara lokal. Budaya pangan mencakup hidangan seperti seswaa, bogobe, phaleche, dikgobe, morogo, dan phane.
Saran
Rencanakan pengeluaran pangan Anda di Botswana berdasarkan harga lokal yang nyata karena ketergantungan impor, inflasi, dan pasokan regional memengaruhi beban biaya. Gunakan biji-bijian lokal, produk musiman, dan ikan jika tersedia serta dapat diakses secara sah dan berkelanjutan; perlakukan keamanan pangan saat membeli, menjual, dan menangani penarikan sebagai pemeriksaan terpisah.

