Bosnia dan Herzegovina adalah demokrasi parlementer dengan sistem konstitusional yang sangat terdesentralisasi. Struktur saat ini berkaitan erat dengan Perjanjian Damai Dayton (Dayton Peace Agreement), yang mengakhiri perang dan menetapkan aturan pembagian kekuasaan politik. Negara ini memiliki dua entitas utama: Federasi Bosnia dan Herzegovina dan entitas Republika Srpska. Distrik Brčko (Brčko District) adalah distrik yang memiliki pemerintahan sendiri dan terpisah, di bawah kedaulatan Bosnia dan Herzegovina. Setiap bagian memiliki lembaga dan tanggung jawabnya sendiri. Tingkat negara menangani urusan yang menyangkut seluruh negara, termasuk kebijakan luar negeri, perdagangan internasional, kebijakan moneter, serta sebagian urusan transportasi, keamanan, dan peradilan. Lembaga utamanya mencakup Majelis Parlementer, Kepresidenan kolektif, Dewan Menteri, dan Mahkamah Konstitusi. Kepresidenan memiliki tiga anggota yang terkait dengan tiga bangsa konstituen yang diakui secara konstitusional di negara tersebut: Bosniak, Kroasia, dan Serbia. Para anggota itu bersama-sama menjalankan peran sebagai kepala negara. Pengaturan ini dimaksudkan untuk mencegah satu kelompok mengendalikan negara sendirian, tetapi juga dapat membuat kesepakatan berlangsung lebih lambat. Majelis Parlementer memiliki dua kamar. Undang-undang biasanya memerlukan dukungan melalui prosedur yang menggabungkan pemungutan suara demokratis dengan perlindungan bagi entitas dan bangsa konstituen. Karena itu, perselisihan politik dapat menyangkut bukan hanya usulan itu sendiri, tetapi juga apakah usulan tersebut memengaruhi kepentingan suatu entitas atau kepentingan kelompok yang dilindungi. Federasi Bosnia dan Herzegovina dibagi menjadi kanton-kanton yang memiliki pemerintahan dan majelis sendiri. Republika Srpska memiliki struktur entitas yang lebih tersentralisasi. Karena organisasi internalnya berbeda, layanan seperti pendidikan, kepolisian, layanan kesehatan, dan dukungan sosial dapat diatur pada tingkat yang berbeda di berbagai bagian negara. Kota dan munisipalitas mengelola banyak urusan sehari-hari di tingkat lokal, seperti layanan komunal, jalan lokal, perencanaan, dan fasilitas masyarakat. Pemilihan umum memungkinkan warga memilih perwakilan di beberapa tingkat. Partai politik, koalisi, kandidat independen, kelompok masyarakat sipil, konsultasi publik, petisi, dan aksi publik yang damai merupakan cara penting untuk berpartisipasi. Kantor Perwakilan Tinggi (Office of the High Representative) adalah lembaga internasional yang terkait dengan pelaksanaan sipil penyelesaian perdamaian. Bosnia dan Herzegovina juga memiliki tujuan jangka panjang untuk berintegrasi lebih erat dengan Uni Eropa. Kedua faktor tersebut memengaruhi perdebatan politik, sementara lembaga domestik yang dipilih tetap menjadi pusat pemerintahan sehari-hari. Sistem ini menciptakan peluang untuk pemerintahan sendiri di tingkat regional, perlindungan kelompok, dan kompromi melalui perundingan. Keterbatasannya mencakup tanggung jawab yang tumpang tindih, administrasi yang rumit, ketidaksetaraan dalam inklusi politik, perselisihan kelembagaan yang sering terjadi, dan kesulitan dalam mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Pertanyaan dasar yang selalu berguna adalah: tingkat pemerintahan mana yang memiliki tanggung jawab hukum atas masalah ini?
Politik di Bosnia dan Herzegovina
Politik di Bosnia dan Herzegovina diselenggarakan melalui sistem pembagian kekuasaan yang kompleks dan terbentuk setelah perang pada dekade sembilan puluhan. Tanggung jawab pemerintahan dibagi antara negara, dua entitas, Distrik Brčko, kanton, kota, dan munisipalitas. Memahami tingkat pemerintahan mana yang mengendalikan suatu urusan sering kali merupakan langkah pertama untuk berpartisipasi dalam kehidupan publik.
Saran
Di Bosnia dan Herzegovina, masalah yang disampaikan kepada lembaga yang salah mungkin tidak mendapat jawaban yang berguna meskipun kekhawatirannya valid. Pertama-tama, tentukan apakah masalah tersebut termasuk kewenangan negara, entitas, Distrik Brčko, kanton, kota, atau munisipalitas. Simpan catatan tertulis dan minta kantor yang menerima laporan menyebutkan lembaga yang bertanggung jawab jika kantor tersebut tidak dapat bertindak.

