Sistem transportasi formal Bangladesh mencakup jalan raya utama, jalan lokal, bus swasta, layanan bus negara, kereta api, jalur air pedalaman, bandara, dan layanan informal. Otoritas Transportasi Jalan Bangladesh (BRTA) mengatur, antara lain, surat izin mengemudi, registrasi kendaraan, kelayakan teknis, tarif, dan izin rute untuk kendaraan penumpang tertentu. Departemen Jalan dan Jalan Raya (RHD) mengelola jalan utama dan jembatan; sebuah catatan basis data resmi mencantumkan 118 Jalan Raya Nasional dengan panjang 4.409,301 kilometer, 156 Jalan Raya Regional dengan panjang 5.106,892 kilometer, dan 724 Jalan Raya Zila dengan panjang 13.220,387 kilometer. Catatan basis data resmi dapat berbeda satu sama lain. Departemen Teknik Pemerintah Daerah (LGED) dan pemerintah daerah bertanggung jawab atas banyak jalan tingkat subdistrik (Upazila), serikat (Union), dan desa, yang kondisi serta keterlaluan sepanjang tahunnya berbeda menurut wilayah. Bus swasta mendominasi transportasi perkotaan dan antarkota; Korporasi Transportasi Jalan Bangladesh (BRTC) milik negara melengkapi layanan tersebut. Di Dhaka, Otoritas Koordinasi Transportasi Dhaka (DTCA) dan lembaga lain mengoordinasikan perencanaan transportasi. Metro yang dioperasikan Perusahaan Angkutan Massal Dhaka (DMTCL) berjalan di koridor layanan dari Uttara North sampai Motijheel; MRT Pass dan Rapid Pass digunakan untuk layanan ini. Proyek Bus Rapid Transit yang direncanakan atau telah diterapkan, yaitu BRT Line 3, dimaksudkan untuk menghubungkan Airport, Mohakhali, Ramna, Gulistan, dan Keraniganj sepanjang 22,4 kilometer dengan 16 stasiun, sedangkan statusnya saat ini bergantung pada pemberitahuan terbaru. Survei lama Bank Dunia dan ADB untuk Dhaka memperkirakan porsi bus sebesar 47 persen, becak sepeda sebesar 16 persen, mobil sebesar 11 persen, sepeda motor sebesar 8 persen, dan berjalan kaki sebesar 5 persen; angka-angka ini bukan angka terkini dan tidak dapat diterapkan pada seluruh Bangladesh. Operator kereta api Bangladesh menyediakan koneksi kereta api di seluruh negeri. Untuk membeli tiket daring, akun dibuat terlebih dahulu; kemudian tanggal perjalanan, keberangkatan dan tujuan, kelas, serta kursi dipilih. Jadwal resmi Wilayah Timur dan Barat, tabel tarif yang berlaku, serta pemberitahuan terbaru mengenai perubahan dan pembatalan merupakan sumber yang berwenang. Kapal peluncur, feri, dan speedboat beroperasi di jalur air pedalaman. Otoritas Transportasi Air Pedalaman Bangladesh (BIWTA) mengoperasikan dan memelihara banyak koneksi pedalaman, terminal, serta pekerjaan pengerukan; Departemen Pelayaran (DOS) mengawasi, antara lain, registrasi kapal, pemeriksaan teknis, awak kapal, serta persyaratan keselamatan dan lingkungan. Jadwal tarif mencantumkan 46 layanan penumpang di zona Dhaka dan 59 layanan di zona Narayanganj, Barishal, Patuakhali, serta Aricha. Keberangkatan, waktu perjalanan, dan ketersediaan bergantung pada ketinggian air, cuaca, musim, dan pemberitahuan operator. Di tempat pendaratan (ঘাট), layanan kapal peluncur dan feri dapat diatur secara berbeda dari terminal utama. Otoritas Penerbangan Sipil Bangladesh (CAAB) mengatur bandara, manual navigasi udara, dan pemberitahuan NOTAM. Bangladesh memiliki tiga bandara internasional dan lima bandara domestik operasional yang tercantum di Cox's Bazar, Rajshahi, Jashore, Saidpur, dan Barishal. Lapangan udara lain mungkin memerlukan izin terlebih dahulu dan belum tentu menyediakan layanan reguler. Karena itu, jadwal penerbangan dan harga harus diperiksa kepada maskapai terkait serta menggunakan informasi bandara terkini. Siapa pun yang mengemudikan mobil atau sepeda motor secara mandiri harus terlebih dahulu memperoleh surat izin belajar mengemudi melalui sistem BRTA-BSP, lalu menyelesaikan ujian yang diwajibkan. Persyaratan dasar yang dipublikasikan menetapkan usia minimum 18 tahun untuk mengemudi nonprofesional dan 21 tahun untuk mengemudi profesional; persyaratan tersebut umumnya juga mencakup setidaknya kelulusan kelas delapan sekolah, kelayakan medis, bukti identitas dan alamat, serta ujian tertulis, lisan, dan praktik. Registrasi kendaraan memerlukan permohonan kepada BRTA, dokumen kepemilikan atau impor, pemeriksaan, dan biaya yang ditetapkan; registrasi atau Sertifikat Registrasi Digital (DRC), sertifikat kelayakan, dan token pajak kemudian menjadi bagian dari prosedur. Kendaraan penumpang komersial juga memerlukan izin rute (রুট পারমিট) jika izin tersebut diwajibkan untuk layanan terkait. Pengemudi asing harus membawa Izin Mengemudi Internasional bersama surat izin mengemudi nasional yang masih berlaku; setelah dua belas bulan, surat izin mengemudi Bangladesh mungkin diperlukan untuk terus mengemudi, sehingga aturan terkini harus diperiksa sebelum digunakan. Bangladesh menerapkan lalu lintas sisi kiri. Pengemudi harus mematuhi rambu dan lampu lalu lintas, pengendara sepeda motor harus memakai helm, dan pejalan kaki harus mendapat perhatian khusus di penyeberangan yang ditandai atau jembatan penyeberangan. Kendaraan, pengemudi, dan operasi komersial harus memiliki semua lisensi, registrasi, sertifikat kelayakan, dokumen pajak, dan izin yang diwajibkan dalam kasus tertentu; kendaraan tanpa lisensi, tidak laik, atau terlalu penuh tidak boleh dianggap sebagai pilihan standar yang aman. Becak sepeda, bajaj CNG, dan taksi sering dinegosiasikan atau dipesan melalui aplikasi; pembayaran tunai atau melalui aplikasi terkait bergantung pada penyedia dan lokasi. Tarif dihitung dalam BDT atau taka. Tarif bus, kereta api, metro, dan jalur air pedalaman bergantung pada rute dan daftar tarif resmi, sedangkan becak, bajaj CNG, dan taksi dapat memiliki harga yang dinegosiasikan atau berbasis aplikasi; tarif penerbangan berubah menurut pasar dan waktu pemesanan. Waktu perjalanan darat sangat berfluktuasi karena kemacetan, hari libur, pemogokan, pasokan bahan bakar, dan cuaca. Perjalanan malam, pemeliharaan yang buruk, pengemudi tanpa lisensi atau kurang terlatih, bus yang terlalu penuh, dan perlindungan pejalan kaki yang lemah meningkatkan risiko kecelakaan. Di jalur air pedalaman, kapal yang terlalu penuh atau tidak layak secara teknis serta tidak adanya perlengkapan keselamatan menambah risiko; nomor daruratnya adalah 999. Transportasi menimbulkan emisi gas buang, asap hitam, partikulat halus, debu jalan, dan kebisingan, dengan beban tambahan akibat kemacetan. Rencana Pengelolaan Kualitas Udara Nasional 2024–2030 dari Departemen Lingkungan (DOE) dan Kementerian Lingkungan, Hutan, serta Perubahan Iklim (MoEFCC) antara lain menetapkan pengujian dan pemeliharaan kendaraan yang lebih ketat sebagai bagian dari kelayakan teknis, Pusat Pemeriksaan Kendaraan, pembatasan kendaraan beremisi tinggi, perluasan kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian daya, serta peningkatan bus, metro, berjalan kaki, dan transportasi tidak bermotor. Apakah suatu layanan beroperasi, dokumen apa yang berlaku, dan harga yang dikenakan harus diperiksa segera sebelum perjalanan kepada BRTA, operator kereta api Bangladesh, DMTCL, BIWTA, CAAB, atau operator terkait.
Transportasi di Bangladesh
Bangladesh menggabungkan transportasi jalan raya, bus, kereta api, jalur air pedalaman, dan udara; perjalanan sehari-hari didominasi bus, becak sepeda (রিকশা), bajaj CNG, dan berjalan kaki. Tanggung jawab dibagi antara lembaga nasional seperti BRTA, Bangladesh Railway, BIWTA, CAAB, dan pemerintah daerah, sementara layanan serta infrastruktur sangat berbeda antara Dhaka dan wilayah lain. Tarif dan waktu perjalanan bergantung pada lalu lintas, rute, operator, musim, dan pemberitahuan terbaru. Aturan lisensi, kendaraan, dan keselamatan berlaku bersamaan dengan risiko praktis seperti kepadatan berlebih, perlindungan pejalan kaki yang lemah, serta kondisi jalan dan jalur air yang berubah-ubah.
Saran
Rencanakan perjalanan di Bangladesh bukan hanya berdasarkan jarak, tetapi juga tujuan, batas waktu, operasi terkini, dan kondisi keselamatan. Untuk perjalanan singkat, berjalan kaki atau becak sepeda sering sesuai; bus menghubungkan banyak tempat, metro hanya berguna di koridor Dhaka yang sedang beroperasi, sedangkan kereta api, jalur air pedalaman, atau penerbangan dapat menjadi pilihan bergantung pada rute dan jangka waktu. Sebelum berangkat, periksa pemberitahuan operator, harga, kapasitas, cuaca, kondisi lalu lintas, dan dokumen yang diperlukan.

