Taka Bangladesh, disingkat BDT, adalah mata uang untuk anggaran rumah tangga. Rumah tangga nasional menurut HIES 2022 rata-rata beranggotakan 4,26 orang dan mengeluarkan 30.603 BDT per bulan untuk konsumsi, termasuk 14.003 BDT untuk pangan dan 16.600 BDT untuk barang nonpangan. Pangan mencakup 45,76% konsumsi nasional, 50,08% di pedesaan, dan 39,72% di perkotaan. Perumahan dan sewa rumah mencakup 10,25% secara nasional, 8,73% di pedesaan, dan 12,38% di perkotaan; bahan bakar dan penerangan mencakup 5,25%. Sewa, lokasi, luas lantai, ukuran rumah tangga, uang muka, perabotan, pemeliharaan, air, dan sanitasi dapat sangat mengubah biaya tempat tinggal; tidak ada tarif sewa nasional tunggal di Bangladesh. Biaya listrik bergantung pada penyedia dan golongan pemakaian; untuk layanan rumah tangga tegangan rendah DPDC pada Juni 2026, tarif yang dipublikasikan berkisar dari 4,63 BDT per kWh untuk 0–50 kWh hingga 17,35 BDT di atas 600 kWh, ditambah kemungkinan biaya permintaan 42 BDT per kW per bulan dan biaya tagihan lain. Biaya memasak bergantung pada akses ke gas pipa atau LPG; harga yang diatur pada Desember 2025 untuk tabung LPG 12 kg adalah 1.253 BDT dan harga LPG dapat berubah tiap bulan. Harga pangan berbeda menurut musim, impor, panen, dan inflasi; Trading Corporation of Bangladesh menerbitkan harga pasar dan menyediakan sejumlah barang bersubsidi, tetapi bukan jaminan harga universal. Biaya transportasi bergantung pada jenis kendaraan dan perjalanan; tersedia tarif formal serta layanan informal atau yang dinegosiasikan secara lokal. Tarif perjalanan tunggal Dhaka Metro mulai dari 20 BDT, sedangkan kendaraan pribadi menambah biaya bahan bakar, pendaftaran, token pajak, uji kelaikan, lisensi, pemeliharaan, dan parkir. Belanja kesehatan perlu memiliki cadangan karena rumah tangga menanggung 68,5% total belanja kesehatan dari kantong sendiri pada 2020, mencakup obat, konsultasi, diagnostik, perawatan rumah sakit, persalinan, keadaan darurat, dan transportasi. Biaya pendidikan mencakup penerimaan, pendaftaran, ujian, uang sekolah, buku, seragam, les, akomodasi, transportasi, makanan, dan internet; HIES 2022 mengukur rata-rata pengeluaran pendidikan bulanan per orang sebesar 1.745 BDT nasional, 1.171 BDT di pedesaan, dan 2.927 BDT di perkotaan. Buku teks sekolah NCTB yang berlaku dibagikan gratis dan beasiswa terarah tidak bersifat universal. Layanan seluler, internet pita lebar, perangkat, perbaikan, dan daya cadangan membentuk anggaran komunikasi; pada Januari 2026 paket BTCL berkisar dari 399 BDT per bulan untuk 20 Mbps hingga 1.500 BDT untuk 150 Mbps, dengan biaya sambungan yang bergantung pada lokasi. Ukuran keluarga, anak, orang lanjut usia, dan disabilitas dapat menambah biaya pangan, pendidikan, kesehatan, dan transportasi; tunjangan seperti tunjangan janda bulanan 650 BDT bagi penerima yang memenuhi syarat pada tahun fiskal 2025–26 bersifat terarah, bukan universal. Pengeluaran rekreasi berbeda menurut penyedia, kota, musim, dan pendapatan dan hanya dimasukkan sebagai kategori sisa dalam HIES. Anggaran realistis dimulai dari profil rumah tangga dan tolok ukur pedesaan atau perkotaan, lalu memperbarui harga menggunakan data CPI atau HRI BBS, tarif BERC, harga TCB, serta biaya penyedia terkini. Tambahkan uang muka, sambungan, pengeluaran tahun ajaran, perangkat, perabotan, peristiwa medis, dan biaya musiman secara terpisah; uji anggaran terhadap inflasi pangan, perubahan harga LPG, perpindahan golongan listrik, perubahan sewa dan tarif, serta pembayaran kesehatan tak terduga.
Biaya hidup di Bangladesh
Biaya hidup di Bangladesh bergantung pada ukuran rumah tangga, lokasi, perumahan, pangan, transportasi, kesehatan, dan kebutuhan pendidikan. HIES 2022 mencatat rata-rata pengeluaran rumah tangga bulanan sebesar 31.500 BDT secara nasional, 26.842 BDT di pedesaan, dan 41.424 BDT di perkotaan. Rata-rata ini menggambarkan pengeluaran lazim, bukan anggaran minimum, dan perlu diperbarui dengan harga terkini serta biaya satu kali khusus rumah tangga.
Saran
Susun anggaran Bangladesh berdasarkan rumah tangga dan lokasi Anda, bukan hanya rata-rata nasional. Dahulukan perumahan, pangan, kesehatan, dan transportasi, lalu tambahkan pendidikan, komunikasi, dan biaya tidak rutin. Sisihkan cadangan karena pembayaran medis, harga musiman, perubahan LPG, serta perpindahan golongan listrik dapat dengan cepat melampaui rencana bulanan tetap.

