Antigua dan Barbuda sangat bergantung pada pangan impor, meskipun produksi lokal memasok ubi jalar, labu, sayuran, telur, ikan laut, keong laut, dan lobster. Produsen telur lokal memasok sekitar 90% konsumsi nasional pada 2024. Toko eceran, pasar umum, usaha jasa makanan, pertanian, serta jalur penjualan nelayan menyediakan akses pangan, tetapi jam pasar nasional dan daftar harga terkini tidak selalu terkonfirmasi. Masakan lokal mencakup pepperpot, semur satu panci dari daging, sayuran lokal, dan rempah; fungee atau fungi, hidangan berbahan tepung jagung; ducana, yang dibuat dari ubi jalar, kelapa, gula, dan rempah lalu dimasak dalam daun pisang; serta goat water, semur dengan banyak bumbu. Saltfish dengan fungi umumnya dikaitkan dengan sarapan hari Minggu. Minuman dan bahan makanan mencakup seamoss, asam jawa, markisa, limun, sorrel, dan bir jahe. Hasil laut dan tangkapan harian, termasuk lobster, memiliki peran kuat dalam masakan lokal dan pariwisata. Orang makan di cookshop, usaha makanan kaki lima, restoran, hotel, dan resor. Usaha-usaha tersebut dapat menyajikan makanan lokal atau masakan internasional. Antigua and Barbuda Tourism Authority mempromosikan kuliner lokal melalui program seperti Eat Like A Local, Culinary Month, dan Restaurant Week. Restaurant Week 2026 dijadwalkan berlangsung dari 3 hingga 17 Mei, dengan lebih dari 50 restoran dan tingkat harga yang tercantum sebesar 25, 50, dan 75; sumber tidak menyebutkan mata uangnya. Panduan pola makan Antigua dan Barbuda menggunakan panduan makanan berbentuk nanas dengan tujuh kelompok: makanan bertepung, sayuran, buah, makanan dari hewan, kacang polong, kacang-kacangan dan biji, lemak dan minyak, serta gula atau pemanis. Panduan tersebut menganjurkan variasi serta konsumsi sayuran dan buah setiap hari, sekaligus menyarankan pengurangan garam, bumbu asin, makanan kaya gula, dan makanan tinggi lemak. Panduan juga membahas penanganan dan penyimpanan yang aman serta menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Saran gizi medis individual termasuk ranah layanan kesehatan, bukan panduan makanan umum. Central Board of Health, atau CBH, menjalankan pengendalian keamanan pangan operasional, termasuk inspeksi tempat usaha jasa makanan, pemeriksaan kualitas air, dan kegiatan kesehatan di pelabuhan. Aturan kesehatan masyarakat mengatur pendaftaran toko eceran, penjual makanan, dan pedagang kaki lima, umumnya hingga 31 Desember setiap tahun. Food Safety Act 2017 mengatur lisensi, pelatihan keamanan pangan, biaya, dan inspeksi tempat, tetapi penerapan terkini serta tanggung jawab Food Safety Authority yang terpisah belum dipastikan dengan jelas; pelaku usaha sebaiknya memeriksa prosedur terkini kepada CBH. Pengaduan keamanan pangan dapat disampaikan ke CBH di 268.562.9300. Barang kemasan sebaiknya mencantumkan nama produk, isi bersih, produsen, importir atau distributor beserta alamatnya, negara asal, bahan utama, serta tanggal kedaluwarsa atau penandaan tanggal. Produk tanaman yang tunduk pada pengendalian impor memerlukan izin impor setidaknya dua minggu sebelum pengiriman, sertifikat fitosanitari, dan satu kali pengiriman dalam masa berlaku izin 60 hari. Plant Protection bertanggung jawab atas proses ini dan pelanggaran dapat mengakibatkan penyitaan. Antigua memiliki jaringan pangan, ritel, pariwisata, dan perikanan yang lebih padat, sedangkan Barbuda memiliki sistem pasokan dan produksi yang lebih kecil serta lebih mandiri, yang melibatkan Barbuda Council dan Ministry of Agriculture, Fisheries and Barbuda Affairs. Akses pangan di Barbuda dapat lebih peka terhadap transportasi dan logistik, walaupun tidak ada pengukuran harga atau pasokan terkini yang andal untuk seluruh pulau. Harga pangan dipengaruhi ketergantungan pada impor, musim, transportasi, pariwisata, dan kondisi pasokan masing-masing pulau. Data harga konsumen Desember 2025 mencatat kenaikan tahunan sebesar 3.2% untuk indeks Pangan dan 2.9% untuk makanan dan minuman nonalkohol; daging naik 11.9%, daging sapi muda 17.6%, unggas 14.7%, ikan dan hasil laut 8.0%, susu, keju, dan telur 6.1%, serta roti dan sereal 3.0%. Buah, sayuran, minyak, dan lemak turun dalam periode tersebut. Angka-angka ini menunjukkan perubahan harga, bukan anggaran pangan atau restoran nasional yang tetap. Kelangkaan air, kekeringan, dan perubahan iklim memengaruhi pertanian dan ketahanan pangan. Desalinasi memasok sekitar 70% kebutuhan air harian pada tahun-tahun basah dan hingga 100% pada tahun-tahun yang sangat kering menurut penilaian yang dikutip. Irigasi tenaga surya, hidroponik, penampungan air hujan di atap, akuaponik, pertanian terlindung, penyimpanan, dan pengolahan lokal dapat mengurangi risiko pasokan. Pengelolaan perikanan berkelanjutan mengikuti Fisheries Act No. 22 of 2006, dan nelayan lokal berlisensi menerima pelatihan keamanan serta mutu hasil laut. Rantai pasok yang lebih pendek, pengelolaan rantai dingin, dan pengurangan kehilangan pangan sangat relevan bagi produk impor dan hasil laut.
Makanan di Antigua dan Barbuda
Makanan di Antigua dan Barbuda memadukan barang impor dengan sayuran lokal, telur, hasil laut, dan hidangan yang dipengaruhi tradisi Afrika, Karibia, dan Eropa. Pepperpot, fungee, ducana, goat water, serta saltfish dengan fungi merupakan makanan lokal yang dikenal, sementara cookshop, penjual kaki lima, restoran, hotel, dan resor menawarkan hidangan lokal dan internasional. Akses, harga, dan ketersediaan makanan berubah menurut impor, musim, transportasi, pariwisata, serta perbedaan antara Antigua dan Barbuda.
Saran
Rencanakan pengeluaran makanan di Antigua dan Barbuda dengan mempertimbangkan ketergantungan pada impor, perubahan harga, dan kondisi pasokan yang berbeda di Antigua dan Barbuda. Gunakan hasil bumi dan laut lokal bila ketersediaan, mutu, dan harganya sesuai kebutuhan, tetapi siapkan alternatif ketika transportasi, cuaca, atau pasokan musiman berubah. Untuk usaha pangan, pastikan persyaratan Central Board of Health yang berlaku sebelum membuka usaha atau mengimpor produk.

