Lingkungan alam Angola membentang dari pesisir Atlantik dan Gurun Namib hingga sabana kering, eskarpmen barat, dataran tinggi bagian tengah, dan hutan Miombo. Negara ini juga memiliki hulu sungai yang terhubung dengan sistem sungai Okavango dan Zambezi. Kawasan lindung melestarikan spesies dan habitat, termasuk antelop sable raksasa (Palanca Negra Gigante) yang disebut demikian dalam bahasa Portugis, Welwitschia mirabilis, serta gorila di Hutan Mayombe. Kawasan alam ini mendukung pasokan air, penggembalaan, perikanan, hasil hutan, dan wisata alam, tetapi pemanfaatan tersebut dapat bersaing dengan perlindungan habitat dan konservasi jangka panjang. Lingkungan tempat tinggal mencakup listrik, air minum, sanitasi, pembuangan sampah, kualitas udara, kebisingan, ruang hijau, dan keamanan. Kondisinya sangat berbeda antara Luanda, kota-kota lain, masyarakat pedesaan, dan wilayah selatan yang lebih kering, sehingga satu gambaran nasional tidak cocok untuk setiap tempat. Pertumbuhan kota meningkatkan tekanan terhadap perumahan, layanan, pengelolaan sampah, dan transportasi, sementara masyarakat pedesaan sering lebih bergantung langsung pada lahan, hutan, dan sumber daya air. Karena itu, memahami lingkungan Angola memerlukan perhatian pada kondisi ekologis dan layanan yang tersedia di tempat orang tinggal.
Lingkungan di Angola
Lingkungan Angola mencakup sistem alam serta kondisi yang dialami masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Negara ini memiliki ekosistem pesisir Atlantik, Gurun Namib, sabana, dataran tinggi, hutan, dan hulu sungai, sementara akses terhadap listrik, air, sanitasi, layanan pengelolaan sampah, udara bersih, ruang yang tenang, dan keamanan berbeda-beda menurut tempatnya. Pada 2024, sekitar 71% penduduk tinggal di kota, tetapi pada 2023 hanya sekitar 43% yang memiliki akses listrik.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

